Lompat ke isi utama
Cara Mengajarkan Perilaku Asertif untuk si Kecil

Cara Mengajarkan Perilaku Asertif untuk si Kecil

Memiliki sikap dan perilaku asertif penting untuk si Kecil dalam interaksinya dengan orang di luar lingkungan keluarga. Walaupun tidak semua keluarga selalu menjadikan si Kecil sebagai ‘anak emas’, tapi tidak bisa dipungkiri banyak sekali keluarga yang demikian. Yang selalu memberikan apa yang diinginkan hanya karena si Kecil anak paling muda. Tentu, ini akan tidak baik dalam rangka menumbuhkan sisi asertif ini.

Perilaku asertif sendiri adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain, menyampaikan apa yang dirasakan si Kecil tanpa harus menyakiti orang lain. Artinya, argumen yang muncul ditujukan untuk mencapai win-win solution, sehingga si Kecil dan temannya bisa tetap bermain dan berkomunikasi dengan baik, tanpa saling bertengkar atau menyakiti.

Tentu, perilaku asertif bukan hal yang bisa diajarkan dalam satu atau dua momen saja, namun perlu dibiasakan sejak kecil. Bahkan sejak si Kecil belum bisa berbicara, Mums sudah bisa memberikan rangsangan dan latihan agar muncul perilaku ini pada si Kecil.

Mulai Sejak si Kecil Belum Bisa Berbicara

Mulai Sejak si Kecil Belum Bisa Berbicara

Tentu Mums menyadari ketika si Kecil belum bisa berbicara, ia akan menangis, merengek, atau menunjuk benda sambil bergumam. Itu ada cara si Kecil untuk berkomunikasi bahwa ia menginginkan sesuatu, atau ingin melakukan sesuatu. Nah, menanamkan perilaku asertif bisa dimulai sejak saat ini.

Misalnya, ketika ia menangis sambil menunjuk mainan, Mums bisa bertanya, ‘Ohh, Adik mau mainan ini? Sebentar ya Mums ambilkan, tunggu di sini.’. Atau contoh lain, ketika si Kecil menangis karena lapar, Mums bisa menanyakan apakah si Kecil ingin makan sereal khusus anak-anak atau ingin finger stick sayur dan daging. Dengan komunikasi yang terjalin demikian, si Kecil akan terbiasa untuk dapat menanyakan terlebih dahulu kepada orang lain ketika ia merasa orang lain memerlukan sesuatu.

Tanamkan Kemandirian pada si Kecil

Kemandirian bisa jadi satu cara mengajarkan perilaku asertif yang efektif. Mengapa? Karena dengan membiasakan si Kecil mandiri, Mums turut mengasah kepercayaan dirinya ketika bersosialisasi dengan orang lain. Dalam rangka mengajarkan perilaku asertif, tentu tidak mungkin bukan jika si Kecil bahkan minder ketika harus berkomunikasi dengan orang lain?

Ketika ia mulai bertambah usianya, secara alami si Kecil akan perlahan ingin melakukan sesuatu sendiri. Mulai dari proses makan sendiri, ganti baju sendiri, hingga membersihkan mainannya sendiri. Memang ini tidak lepas dari contoh langsung yang Mums berikan, namun jika terus didampingi dan diberikan arahan, pada waktunya nanti si Kecil akan memiliki kemandirian dan kepercayaan diri ketika harus bergaul dengan teman sebayanya.

Ajarkan Batas Kepemilikan

Ajarkan Batas Kepemilikan

Mungkin hal ini tidak banyak dibahas dalam pengembangan karakter si Kecil. Namun batas kepemilikan harus ditanamkan sejak dini agar ia dapat menerapkan perilaku asertif yang tepat. Misalnya, dengan mengajarkan mana pakaian si Kecil dan pakaian Mums, mana alat makan si Kecil dan alat makan Mums, dengan begini ia akan paham ketika menggunakan alat makan milik Mums, maka ia harus meminta izin dahulu dan mengembalikan dengan baik setelahnya.

Proses meminta izin ini yang akan jadi penting dan berdampak besar. Secara langsung si Kecil belajar menghargai hak orang lain, sehingga ia juga dapat menghargai haknya sendiri. Pada prakteknya, ketika mainan miliknya dipinjam dan tidak dikembalikan, si Kecil bisa dengan lembut meminta temannya untuk mengembalikan mainan tersebut dengan berkomunikasi langsung atau melalui kompromi.

Kasih Sayang Penuh dari Mums

Sebenarnya poin yang satu ini bersifat mendasar dan wajib diberikan secara penuh oleh Mums setiap saat. Kasih sayang dan perhatian Mums yang diterima si Kecil akan banyak mendukung tumbuh kembangnya, karena ia merasa nyaman dan memiliki suasana hati yang baik. Di samping itu, ketika si Kecil merasa diperhatikan ia juga akan lebih nyaman dalam belajar dan mengeksplorasi dunianya.

Ketika ia bermain di taman atau di rumah, keberadaan Mums akan membuat si Kecil juga lebih percaya diri. Dengan begini, ia akan lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain, dan melakukan diskusi yang lebih aktif.

Menanamkan Perilaku Asertif dengan Mengambil Keputusan

Menanamkan Perilaku Asertif dengan Mengambil Keputusan

Kemampuan mengambil keputusan juga wajib dimiliki si Kecil dalam belajar perilaku asertif. Kemampuan ini akan bisa diasah dengan cara yang mirip seperti poin pertama tadi. Hanya saja dalam poin ini, yang ditekankan adalah apa pilihan yang diambil si Kecil ketika Mums menanyakannya.

Hormati pilihan tersebut, dan berikan jika memang sesuai dengan acuan yang Mums ikuti. Jika tidak sesuai, Mums wajib memberikan alasan yang masuk akal untuk si Kecil mengapa pilihan tersebut tidak bisa didapatkannya.

Baca Juga : Ketahui 5 Ciri si Kecil Manja dan Cara Antisipasinya

Perilaku asertif akan jadi satu pembangun karakter kuat untuk si Kecil hingga masa depan. Kunci utamanya adalah komunikasi intens serta pemahaman pada situasi dan kondisi, yang harus dibiasakan sejak dini. Tentu pembelajaran ini wajib mendapatkan dukungan penuh dari asupan nutrisi setiap hari dari makanan bergizi. Selain itu, Mums juga dapat menambahkan Friso Gold 4 dalam menu makanannya. Nutrisi yang ada di dalam Friso Gold 4 terjamin dengan Locknutri, sehingga kualitas nutrisi alaminya tetap terjaga dan mudah diserap tubuh si Kecil.