Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Cara Mengatasi Muntah Pada Bayi akibat Refluks dan Gangguan Kesehatan

Cara Mengatasi Muntah Pada Bayi akibat Refluks dan Gangguan Kesehatan

Muntah yang terjadi pada anak-anak, khususnya pada usia bayi, sebenarnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Dengan catatan, muntah tersebut terjadi karena penyebab normal, seperti refluks misalnya. Mums tidak perlu khawatir jika muntah disebabkan oleh hal ini. Namun jika disebabkan oleh penyakit, Mums harus tanggap dan cepat memberikan penanganan. Pada artikel ini akan dideskripsikan beberapa cara mengatasi muntah pada bayi, baik karena penyebab alami maupun gangguan pencernaan.

Muntah pada bayi, yang disebabkan karena hal alami, biasanya terjadi karena refluks di bagian lambung dan tenggorokan. Makanan yang masuk, biasanya susu, akan ditelan oleh si Kecil dan melewati mulut, kerongkongan serta masuk ke lambung. Pada saat masuk ke lambung, bagian tenggorokan si Kecil akan menyempit sehingga mencegah susu yang sudah masuk ke lambung kembali keluar. Refluks terjadi ketika proses penyempitan cincin kerongkongan tidak terjadi sempurna, sehingga susu bisa kembali keluar ke mulut si Kecil.

Jika muntah disebabkan oleh penyakit atau gangguan kesehatan, biasanya terjadi karena bagian pencernaan si Kecil mengalami masalah. Bisa karena infeksi bakteri, tidak optimalnya kerja organ pencernaan, serta penolakan oleh organ pencernaan karena alergi atau suatu hal tertentu. Kebersihan makanan serta menghindari makanan yang menyebabkan alergi bisa jadi langkah pencegahan sederhana yang dapat Mums lakukan. Namun jika sudah terlanjur terjadi, Mums dapat mencoba beberapa langkah berikut ini untuk menyikapinya.

Mengatasi Muntah Akibat Refluks

Cara mengatasi muntah pada bayi akibat refluks atau penyebab normal, bisa dilakukan dengan cukup mudah. Mums tidak perlu membawanya ke dokter untuk mendapat penanganan medis khusus karena hal ini terjadi juga karena hal yang tidak terlalu serius. Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menyikapi refluks pada bayi. Caranya adalah sebagai berikut

Tidak langsung membaringkan si Kecil setelah ia minum susu. Berikan jeda beberapa waktu (setidaknya 30 menit) agar susu yang diminumnya mencapai lambung dengan sempurna dan penyempitan bagian kerongkongan bisa terjadi dengan maksimal. Dengan menunggu sekitar 30 menit, Mums dapat mengurangi resiko terjadinya refluks pada si Kecil.

Membuat si Kecil bersendawa. Ya, bersendawa merupakan tanda bahwa susu yang diminum si Kecil sudah dicerna oleh lambung dan dapat mengurangi terjadinya refluks. Refluks juga terjadi karena adanya gas yang terjebak di dalam bagian lambung, sehingga lambung tidak dapat mencerna makanan dengan sempurna. Pijat bagian perutnya secara lembut hingga si Kecil bersendawa, baru kemudian si Kecil aman untuk dibaringkan.

Mengatasi muntah Akibat Penyakit atau Gangguan Pencernaan

Jika si Kecil muntah disebabkan oleh gangguan pencernaan atau penyakit tertentu, ada baiknya Mums membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis khusus. Berbagai gangguan pencernaan, yang juga disebabkan oleh berbagai hal, dapat menunjukkan gejala tersebut. Muntah dan perut sakit adalah gejala yang paling umum dirasakan si Kecil. Sialnya, gejala ini juga muncul ketika si Kecil mengalami penyakit atau gangguan serius.

Sebenarnya mungkin saja Mums dapat mengidentifikasi gejala atau gangguan pencernaan yang menyebabkan si Kecil mengalami muntah. Namun alangkah baiknya jika deteksi dini terhadap gejala tersebut dilakukan oleh dokter yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut, sehingga penanganannya bisa dilakukan dengan lebih tepat.

Tanpa bermaksud mengesampingkan naluri dan kemampuan Mums, membawa si Kecil ke dokter adalah cara mengatasi muntah pada bayi yang paling tepat, jika disebabkan oleh penyakit atau gangguan kesehatan. Dengan demikian Mums dapat mengetahui dengan pasti apa penyebabnya, resikonya, serta penanganannya dengan lebih baik dan tepat sesuai dengan prosedur yang sudah ada.

 

Muntah pada si Kecil dapat diakibatkan oleh berbagai hal, mulai dari yang sepele seperti refluks hingga gangguan kesehatan serius seperti infeksi pada organ pencernaannya. Mungkin saja Mums menemukan berbagai tips untuk memberikan pertolongan pertama dalam hal muntah akibat penyakit. Namun demikian, langkah paling dianjurkan adalah dengan membawanya ke dokter.

Memberikan asupan cairan dan makanan yang mudah dicerna bisa menjadi pertolongan pertama yang diberikan. Selain agar si Kecil memiliki tenaga untuk memulihkan kondisi, hal tersebut juga diperlukan untuk menjamin si Kecil terhindar dari dehidrasi. Dehidrasi dapat menjadi masalah serius jika terjadi pada anak-anak, terlebih pada bayi. Hal fatal bisa saja terjadi, dan tentu tidak diinginkan. Untuk itu, menjamin asupan cairan harus menjadi prioritas utama.

Nah untuk membangun daya tahan tubuhnya agar tidak mudah muntah dan terkena gangguan kesehatan lain, Mums bisa memberikan susu kaya nutrisi untuk melengkapi asupan nutrisi harian. Tentu saja susu ini diberikan sebagai pelengkap. Nutrisi utama haruslah berasal dari makanan dan minuman bergizi. Dalam kasus bayi, asupan utama tetap harus berasal dari ASI. Jaga juga kesehatan tubuh Mums dan asupan makanan yang Mums konsumsi, agar nutrisi si Kecil dapat terpenuhi dari makanan utama berupa ASI.