Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Ciri-ciri Anak Gampang Sakit pada Balita

Ciri-ciri Anak Gampang Sakit pada Balita

Setiap orang tua pasti menginginkan anak selalu sehat dan ceria, serta terhindari dari berbagai penyakit. Orang tua akan khawatir ketika si kecil menunjukan tanda-tanda sakit dan tidak enak badan. Berbagai upaya untuk menjaga kesehatan anak pun dilakukan oleh orang tua, sayangnya ada beberapa anak yang mudah sakit karena faktor tertentu. Artikel ini akan membahas mengenai ciri-ciri anak gampang sakit, penyebab anak gampang sakit, serta solusi untuk mengatasinya. Disimak ya, Mums!

Apakah wajar anak gampang sakit?     

Balita dianggap wajar jika ia mengalami sakit sebanyak 4-8 kali dalam satu tahun. Sakit ini wajar terjadi karena sistem imunitas balita belum berkembang seperti orang dewasa. Daya tahan tubuh anak masih lemah, sehingga cenderung mudah terkena virus atau bakteri.
Kategori wajar ini dialami oleh si kecil selama maksimal 8 kali ketika sakit yang dideritanya tergolong ringan. Sakit ringan maksudnya adalah sakit yang tidak terlalu serius, dan hanya berlangsung dalam kurun waktu 3 hingga 7 hari. Sakit ini dapat sembuh ketika daya tahan tubuh anak ditingkatkan.
Namun anak gampang sakit menjadi tidak wajar ketika anak sakit berulang-ulang kali, bahkan dalam 1 bulan mengalami sakit hingga 2-3 kali. Meskipun sakit yang diderita anak tergolong ringan seperti flu, diare, atau batuk, Mum sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapat penanganan yang tepat.

Ciri anak gampang sakit

Anak gampang sakit bisa diketahui lewat tanda-tanda berikut ini.

  1. Lemas dan mudah mengantuk

    Balita pada umumnya sangat aktif bergerak dan beraktivitas, namun Mum perlu waspada ketika si kecil tampak lemas dan mudah mengantuk serta tidak aktif. Anak yang lemas dan mengantuk merupakan pertanda bahwa tubuhnya kekurangan energi dan butuh waktu istirahat.

    Jika rasa kantuknya disebabkan karena si kecil begadang dan kurang tidur, hal ini menjadi tidak masalah. Namun jika tidak, Mum perlu waspada. Terlebih ketika si kecil tidur sepanjang hari atau terjaga namun tidak ada tenaga untuk bangun dan tidak bisa diajak main. Kondisi anak yang sering lemas dan mengantuk ini harus segera dicari penyebabnya dan diatasi.

  2. Sakit berkepanjangan

    Ciri anak gampang sakit yang kedua adalah ketika si kecil tidak sembuh meskipun sudah diberi obat-obat yang tersedia di rumah. Misalkan ketika si kecil mengeluh sakit perut dan sudah diberi obat namun belum reda juga, Mum perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  3. Tidak nafsu makan

    Si kecil perlu diwaspadai ketika memiliki nafsu makan yang buruk. Memang balita pada umumnya susah makan, namun bukan berarti nafsu makannya buruk. Jika sudah diberi makanan favoritnya namun ia tetap menolak, berarti ada sesuatu yang tidak beres terjadi. Mum harus segera membawanya ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

  4. Sering mual

    Anak gampang sakit juga bisa dilihat dari seberapa sering ia mual dan muntah. Ketika mual dan muntah hinggap pada si kecil, artinya si kecil sedang tidak enak badan dan buruh perawatan. Segera hubungi dokter jika mual dan muntah si kecil tidak kunjung reda.

  5. Sakit lebih dari 8 kali

    Anak mengalami sakit sebanyak lebih dari 8 kali dalam setahun juga merupakan ciri anak gampang sakit. Terlebih ketika jarak antara sakit satu dengan sakit selanjutnya relatif singkat. Jika ini terjadi, Mum bisa berkonsultasi dengan dokter agar kondisi anak dapat tertangani dengan baik.

Penyebab anak gampang sakit

Meskipun kekebalan tubuh anak balita memang belum berkembang sempurna, namun anak yang gampang sakit perlu dicurigai. Mum perlu tahu apa saja penyebab anak gampang sakit supaya bisa mencari solusinya. Catat ya, Mums!

  1. Gangguan Imunologis

    Penyebab anak gampang sakit yang pertama adalah karena gangguan imunologis. Gangguan ini merupakan bawaan sejak lahir yang membuat anak mudah terkena infeksi. Meskipun sakitnya merupakan sakit ringan, namun anak dengan gangguan imunologis perlu dicari solusinya dengan datang ke klinik kesehatan.

  2. Gizi buruk

    Kekurangan gizi juga bisa menyebabkan anak gampang sakit. Untuk melawan virus dan bakteri yang ada di lingkungan, tubuh harus memiliki kekebalan yang tinggi. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh tersebut, diperlukan gizi yang cukup dan seimbang. Jadi ketika anak gampang sakit, perlu dicek kembali apakah gizinya sudah mencukupi atau belum.

  3. Faktor cuaca

    Cuaca yang tidak menentu, kadang panas dan kadang hujan, merupakan faktor lain yang menyebabkan anak gampang sakit. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang memiliki riwayat alergi dimana ia sering mengalami batuk dan pilek di cuaca tertentu.

  4. Infeksi kronis

    Faktor lain yang menyebabkan anak gampang sakit adalah adanya infeksi kronis pada tubuh anak. Infeksi ini menyerang anak yang tidak memiliki riwayat gangguan imunologis sejak lahir, namun mengalami kontak dengan penderita TBC atau infeksi kronis lainnya.

  5. Riwayat penyakit tertentu

    Anak yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga biasanya mudah terkena penyakit. Untuk itulah anak yang punya riwayat penyakit tertentu memerlukan perhatian lebih agar tidak mudah terinfeksi penyakit.

Cara mengatasi anak yang mudah sakit

Lalu apa yang harus dilakukan orang tua dalam menghadapi anak yang mudah sakit? Berikut ulasannya.

 

  1. Menjaga pencernaan

    Hampir 80% antibodi diproduksi di saluran pencernaan, untuk itulah Mum harus memastikan bahwa pencernaan si kecil baik dan lancar. Pencernaan yang sehat akan membuat antibodi pada tubuh anak berjalan dengan baik. Salah satu cara untuk menjaga pencernaan adalah dengan memberikan ASI eksklusif hingga 2 tahun serta menjaga makanan anak.

  2. Berikan imunisasi

    Imunisasi wajib hukumnya diberikan pada anak untuk menjaga anak dari serangan virus dan bakteri. Vaksin yang lengkap akan membuat anak tidak mudah terserang penyakit.

  3. Pola hidup sehat

    Berikan kesempatan pada anak untuk berolahraga setiap harinya, dengan bermain sepeda atau permainan motorik kasar lainnya. Selain itu berikan juga kesempatan pada anak untuk bersosialisasi dan bermain dengan teman sebayanya. Dan jangan lupa untuk memberikan waktu istirahat yang cukup agar kesehatannya terjaga.

  4. Konsumsi gizi seimbang

    Mum juga perlu memastikan bahwa anak mengkonsumsi makanan dengan gizi yang baik dan seimbang. Berikan buah, sayur, daging, serta vitamin C agar daya tahan tubuhnya terjaga dengan baik.

Selain melalui cara-cara diatas, Mum juga bisa mencegah anak sakit dengan memberikan Friso Gold 3 Friso Gold 3 dilengkapi dengan teknologi Locknutri yang memiliki kualitas alami sehingga turut membantu memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Itulah beberapa hal yang perlu Mum ketahui tentang ciri serta penyebab anak gampang sakit. Tipsnya jangan lupa dicatat ya, Mums!