Lompat ke isi utama
Ciri Radang Usus pada si Kecil, Waspadai 2 Penyakit Ini

Ciri Radang Usus pada Anak, Waspadai 2 Penyakit Ini

Sakit perut menjadi keluhan paling sering anak usia 1 hingga 3 tahun. Bisa jadi anak terkena radang usus, yang harus disikapi secara serius.

Sakit perut menjadi keluhan paling sering pada saat anak menginjak usia 1 hingga 3 tahun. Meski kebanyakan keluhan ini disebabkan oleh gangguan atau penyakit ringan, Mums tidak boleh menyepelekan keluhan yang disampaikan anak. Bisa jadi anak terkena radang usus, yang harus disikapi secara serius. Artikel ini kemudian akan membahas jenis penyakit, ciri radang usus pada balita, serta pencegahannya.
Radang usus merupakan salah satu gangguan di bagian pencernaan anak yang membuat anak merasa sangat tidak nyaman. Selain terasa sakit, hal ini juga akan sangat menghambat penyerapan nutrisi pada makanan yang dikonsumsi anak. Selanjutnya, tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan yang dialami oleh anak.
Secara umum terdapat dua kategori penyakit yang menyerang bagian pencernaan pada anak. Kedua kategori tersebut adalah Kolitis Ulseratif dan penyakit Crohn.

Baca Juga : Bercerita Untuk Anak Sebelum Tidur

IBD pada Anak-Anak

Kedua jenis penyakit ini sendiri masuk dalam kelompok yang disebut Inflammatory Bowel Disease atau IBD, dalam istilah bahasa Indonesia dikenal sebagai radang usus. IBD sendiri secara umum akan menyebabkan bagian usus menjadi merah dan bengkak, serta mengalami peradangan kronis jangka panjang.

Kolitis Ulseratif

Penyakit ini menyerang bagian usus besar pada anak. Tidak semua bagian ikut terdampak penyakit ini. Hanya pada bagian Mukosa saja, atau lapisan usus besar yang paling dalam, yang terdampak penyakit ini. Secara umum, penyakit ini akan menyebabkan bisul atau benjolan berisi air pada bagian yang terdampak.
Benjolan atau bisul ini, bila pecah, dapat menimbulkan rasa sakit pada perut anak. Tak jarang hal ini juga akan berujung pada pendarahan pada organ pencernaannya.
Untuk gejalanya sendiri, bisa dilihat pada kondisi anak yang mengalami diare berat, buang air besar lebih dari 10 kali setiap harinya, serta rasa sakit yang teramat ketika ada dorongan untuk buang air besar. Rasa sakit yang parah ini biasanya akan berkurang setelah anak buang air besar. Ketika anak mengalami gejala ini, sangat disarankan untuk segera membawanya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga : Persiapan Persalinan Di Era New Normal, Mums Wajib Paham!

Crohn

Jika dibandingkan, penyakit Crohn sendiri memiliki indikasi yang lebih ringan daripada penyakit Kolitis Ulseratif. Gejala umumnya adalah nyeri perut dan diare berkepanjangan, serta penurunan berat badan yang cukup drastis. Dalam jangka panjang, penyakit ini akan menyebabkan gangguan pada pertumbuhan anak, dimana tinggi dan berat badannya akan berada di bawah rata-rata teman seusianya.
Dilihat dari segi fisik, Crohn sendiri akan nampak pada bagian anus atau pantat anak. Hal ini bisa diidentifikasi dengan adanya skin tag atau lipatan kulit ekstra yang bisa meradang. Ketika buang air besar, anak akan merasakan sakit karena jaringan kulit tersebut tergesek oleh feses yang keluar. Skin tag juga dalam jangka panjang akan bernanah, sehingga memperparah keadaan.

Baca Juga : Kenali Berbagai Penyebab Anak Sakit Perut

Pencegahan

Sampai saat ini, kedua penyakit tersebut belum teridentifikasi penyebabnya sehingga pencegahan yang dilakukan adalah penerapan pola hidup sehat dan makanan yang bergizi. Hampir seluruh penyakit yang menjangkiti anak akan mulai masuk, ketika daya tahan tubuh anak sedang tidak prima. Ini mengapa, memberikan makanan bernutrisi dan menerapkan pola hidup sehat menjadi penting.
Pola hidup sehat serta makanan bernutrisi akan meningkatkan daya tahan tubuh anak, sehingga tidak mudah terserang penyakit dalam bentuk apapun. Tentu saja, hal ini juga terkait dengan kesehatan pencernaan anak yang jadi instrumen utama penyerapan nutrisi ke dalam tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari, Mums harus senantiasa memastikan nutrisi yang diperlukan anak terpenuhi.
Nutrisi yang cukup akan menjadi bahan utama terbentuknya daya tahan tubuh. Buah, sayur serta jenis makanan lainnya bisa dipilih guna mendukung keterpenuhan nutrisi anak.
Selain itu pola hidup sehat juga harus jadi perhatian. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan misalnya, aktivitas fisik yang teratur, serta aktivitas di luar ruangan dan program imunisasi. Jika setiap hal tersebut dilakukan, idealnya anak akan memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Dari kedua penyakit yang disebutkan di atas, ciri radang usus yang muncul secara umum tidak jauh berbeda. Diare, demam, nyeri pada bagian perut dan anus, keluarnya darah pada saat BAB serta berkurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan jadi ciri utama. Ketika anak mengalami gejala ini, Mums sebaiknya segera menghubungi dokter kepercayaan.

Baca Juga : Bermain dengan Anak Di Luar Rumah, Ini Manfaat Baiknya [4 Manfaat Bermain Di Luar Rumah]

Setelah mengetahui ciri radang usus di atas, Mums bisa mulai cermat dalam memperhatikan keluhan anak terkait rasa tidak nyaman di perutnya. Jangan lupa untuk tetap memberikan nutrisi yang diperlukan tubuh anak, dengan memberikan Friso Gold 3. Dengan metode Single Process atau yang bisa disebut teknologi Locknutri, susu Friso Gold 3 tetap terjaga nutrisi alami-nya dan tidak rusak karena pemanasan berlebih, sehingga mudah diserap oleh tubuh anak.

Untuk pertanyaan lebih lanjut mengenai nutrisi anak, Mums juga bisa berkonsultasi dengan Ahli Nutrisi Alami Friso (ANA) pada situs resmi Friso secara langsung melalui fitur live chat.