Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Fakta Infeksi Pencernaan pada Anak Mums Wajib Baca

Fakta Infeksi Pencernaan pada Anak, Mums Wajib Baca!

Tahukah Mums bahwa infeksi pencernaan pada anak-anak dapat menghambat tumbuh kembangnya. Sebab, saluran pencernaan yang bermasalah akan mengganggu penyerapan nutrisi yang berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil. Oleh karena itu, jika Mums ingin tumbuh kembang si Kecil lebih optimal, maka perlu menjaga kesehatan saluran pencernaannya sebaik mungkin. 

Meskipun menjaga kesehatan saluran pencernaan merupakan hal yang penting, namun tak sedikit pula anak-anak yang mengalami infeksi hingga memicu penyakit berbahaya. Agar si Kecil terhindar dari berbagai jenis infeksi atau gangguan tersebut, sebaiknya Mums mengetahui apa saja penyebab, gejala, cara mencegah, dan mengatasi infeksi saluran pencernaan agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. 

Penyebab Infeksi Pencernaan pada Anak

  1. Bakteri

    Infeksi pencernaan akibat bakteri bisa terjadi karena keracunan makanan atau tanpa sengaja mengonsumsi makanan yang di dalamnya mengandung bakteri. Ada beberapa jenis bakteri yang menyebabkan infeksi, di antaranya Salmonella, Escherichia coli, Clostridium perfringens, Listeria, dan Staphylococcus. Selain dari makanan yang terkontaminasi bakteri, risiko infeksi pencernaan juga dapat muncul dari jenis makanan berikut ini:

    • Makanan sumber protein hewani yang masih mentah
    • Daging dan telur yang tidak disimpan di dalam kulkas
    • Buah dan sayur mentah yang belum dicuci
  2. Virus

    Selain bakteri, infeksi pencernaan akibat virus juga sering dialami oleh sebagian anak-anak. Biasanya infeksi ini disebut sebagai flu perut atau stomach flu. Oleh karena itu, setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa dianjurkan untuk melakukan vaksinasi seperti rotavirus karena dapat mencegah infeksi saluran pencernaan akibat virus berbahaya. Jenis infeksi akibat virus meliputi: 

  3. Norovirus

    Termasuk infeksi saluran pencernaan yang umum terjadi, biasanya dialami oleh orang-orang yang tinggal di daerah tertutup. Penyebarannya cukup beragam, bisa ditularkan melalui makanan, air, atau dari orang ke orang.

  4. Rotavirus

    Rotavirus termasuk infeksi saluran pencernaan yang sering dialami oleh anak-anak. Si Kecil akan mudah terkontaminasi ketika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus, lalu tanpa sadar memasukkan jarinya ke dalam mulut, sehingga virus tersebut masuk ke dalam tubuhnya. 

  5. Parasit

    Selain virus dan bakteri, parasit juga termasuk penyebab infeksi pencernaan yang biasa dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Beberapa jenis infeksi akibat parasit meliputi giardiasis dan cryptosporidiosis, dua jenis infeksi yang akan menyebar melalui air yang terkontaminasi parasit. Sebagian infeksi saluran pencernaan memiliki gejala yang serupa, akan tetapi berbeda tingkat keparahannya. Gejala yang umum muncul di antaranya:

    • Diare 
    • Mual dan muntah
    • Kram perut
    • Nafsu makan hilang
    • Demam
    • Nyeri otot
    • Badan lemas
    • Perut kembung
    • Berat badan turun drastis

Sebagian besar infeksi pencernaan yang diakibatkan oleh virus biasanya akan memunculkan gejala secara mendadak dan berakhir kurang dari sepekan. Namun, tak menutup kemungkinan ada anak-anak yang mengalaminya dalam rentang waktu cukup lama. Sedangkan, infeksi yang diakibatkan bakteri biasanya akan muncul demam tinggi dan diare hingga feses berdarah. Jika infeksi diakibatkan oleh parasit, si Kecil akan mengalami diare dengan feses berlendir hingga berdarah. 

Jenis Infeksi Pencernaan yang Biasa Dialami Anak

Dari penyebab-penyebab infeksi pencernaan di atas, maka si Kecil pun kemungkinan akan mengalami beberapa gangguan di bagian pencernaannya. Ada beberapa jenis infeksi pencernaan yang biasa dialami oleh anak-anak, antara lain:

  • Diare

    Diare merupakan jenis infeksi pencernaan yang paling sering dialami anak-anak. Diare ditandai dengan kondisi feses si Kecil yang cair atau encer dan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit, gangguan kekebalan tubuh, alergi, toksin, hingga obat-obatan tertentu. 

    Infeksi pencernaan ini bisa menyebabkan si Kecil dehidrasi karena cairan di dalam tubuh terus berkurang. Jika dibiarkan, diare karena dehidrasi ini bisa berisiko merusak organ ginjal lho, Mums. Saat si Kecil diare, cukupi kebutuhan cairan agar tubuhnya tidak dehidrasi. 

  • Keracunan

    Keracunan biasanya disebabkan oleh salah mengonsumsi makanan. Biasanya infeksi pencernaan ini akan terjadi jika si Kecil mengonsumsi makanan yang di dalamnya terdapat bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami penyakit tifoid, atau seringkali dikenal

  • Radang Usus Buntu

    Infeksi pencernaan ini terjadi karena adanya peradangan pada usus buntu yang ditandai dengan rasa sakit perut berlebih di bagian bawah sebelah kanan. Penderita usus buntu juga akan mengalami mual, muntah, serta demam di atas 37,5 derajat celsius. 

  • Gastritis atau Radang Lambung

    Gastritis merupakan infeksi pencernaan yang terjadi akibat adanya peradangan dan iritasi yang menyebabkan pengikisan lapisan dinding lambung. Umumnya penyakit ini dialami oleh orang dewasa, tapi tidak menutup kemungkinan anak-anak pun bisa mengalaminya lho, Mums. Ada beberapa gejala gastritis yang perlu diwaspadai, mulai dari kesulitan bernapas, mual dan muntah, sakit kepala, rasa tidak nyaman di bagian perut atas, hingga feses berwarna hitam dengan disertai bercak darah.

  • Cacingan

    Cacingan juga termasuk penyakit infeksi pencernaan yang biasa dialami oleh anak-anak. Kemunculan penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala, seperti sakit perut, diare, mual, muntah, kelelahan, dan penurunan berat badan. Jenis infeksi ini bisa disebabkan oleh beberapa kelompok cacing yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Masuknya cacing tersebut bisa karena beberapa faktor, mulai dari menyentuh objek yang terdapat telur cacing, menyentuh tanah, berjalan tanpa menggunakan alas kaki, hingga mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang yang mengandung cacing. 

Infeksi pencernaan masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak. Padahal, kesehatan saluran pencernaan dapat menentukan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk selalu menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil agar terhindar dari berbagai jenis infeksi yang akan mengganggu kesehatan tubuhnya. 

Cara Mencegah Infeksi Pencernaan

Mums pasti tidak ingin melihat si Kecil kesakitan karena mengalami infeksi pencernaan, bukan? Maka dari itu, Mums bisa melakukan beberapa langkah pencegahan agar si Kecil terhindar dari penyakit ini. Berikut beberapa cara pencegahan yang bisa Mums lakukan:

  • Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi
  • Menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan
  • Menjaga kebersihan di lingkungan sekitar
  • Mencuci dengan bersih makanan yang akan diolah 
  • Pastikan alat makan bersih sebelum digunakan si Kecil
  • Rutin berolahraga
  • Mencukupi asupan cairan harian
  • Memperbanyak asupan serat 

Jika si Kecil sudah mengalami infeksi pencernaan dan kondisinya tak kunjung membaik, segeralah bawa ia ke dokter untuk dilakukan penanganan medis yang lebih tepat. Jika Mums membiarkan kondisi si Kecil, kemungkinan akan memicu penyakit komplikasi lain yang bisa membahayakan si Kecil. Oleh karenanya, lebih baik melakukan pencegahan sejak awal dibandingkan mengatasi kondisi yang sudah terjadi. Ini karena infeksi pencernaan dapat menghambat tumbuh kembang si Kecil, sehingga butuh penanganan yang tepat agar kesehatannya tetap terjaga. 

Selain beberapa hal di atas, Mums juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil dengan memberikan susu pertumbuhan yang tepat agar kesehatan saluran pencernaannya tetap terjaga. Salah satu susu yang bisa jadi pilihan adalah susu FRISO Gold 3 yang mengandung prebiotik, probiotik, dan nukleotida, yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan si Kecil. Selain itu, susu FRISO Gold 3 juga mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. Dengan kemasan baru, susu FRISO Gold 3 tetap bernutrisi tinggi, diperkaya pula dengan kandungan vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang