Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Fakta Sugar Rush dan Kaitannya Terhadap Kesehatan Anak

Fakta Sugar Rush dan Kaitannya Terhadap Kesehatan Anak

Anak tiba-tiba jadi lebih aktif dan semangat setelah terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula? Mungkin sebagian besar Mums menganggap kondisi ini adalah sugar rush. Bahkan, ada juga anggapan sugar rush bisa membuat anak jadi hiperaktif. Apakah anggapan ini memang benar atau justru hanya mitos saja? Ketahui faktanya dalam artikel ini yuk, Mums! 

Apa Itu Sugar Rush?

Sugar rush merupakan istilah yang sering digunakan banyak orang untuk menggambarkan perubahan pola perilaku seseorang setelah mengonsumsi asupan yang mengandung gula. Kondisi sugar rush sering kali dikaitkan terhadap anak-anak. Sebab, banyak orang tua yang beranggapan anaknya jadi lebih aktif dan semangat setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula. Bahkan, ada pula orang tua yang menyamakan sugar rush dengan sikap hiperaktif anak. Fenomena sugar rush sudah aja sejak dahulu dan masih jadi perdebatan hingga saat ini. Pasalnya, banyak ahli yang menunjukkan bahwa sugar rush tidak menyebabkan seorang anak hiperaktif. Namun, memang benar bahwa anak-anak yang mengonsumsi gula akan lebih semangat karena ketika mendapatkan gula, tubuh anak pun otomatis akan memperoleh energi. Hal inilah yang membuat sebagian anak jadi terlihat lebih aktif dan tidak bisa diam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. Oleh karena itu, banyak orang tua yang mengaitkan antara sugar rush dengan istilah hiperaktif. Padahal, kondisi hiperaktif merupakan suatu kelainan yang dikenal juga dengan istilah ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Kondisi hiperaktif atau ADHD pada anak terjadi akibat kelainan genetik dan gangguan otak sejak lahir. 

Faktanya, sugar rush pada anak justru bisa berdampak buruk terhadap kesehatannya. Ini karena gula akan terus menumpuk di dalam tubuh dan bisa berubah menjadi lemak dan peningkatan kadar gula darah. Akibatnya, anak bisa berisiko mengidap obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit lainnya. Namun, Mums tidak perlu khawatir, permasalahan ini bisa diatasi dengan cara mengurangi asupan makanan atau minuman yang mengandung gula (sukrosa) dan menjalani pola hidup sehat aktif sejak anak masih kecil. 

Kaitan Sugar Rush Terhadap Kesehatan Anak

Munculnya sugar rush pada anak yang berlebihan bisa berbahaya terhadap kesehatannya lho, Mums. Kondisi ini muncul karena anak terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman mengandung gula atau sukrosa. Jika gula atau sukrosa dalam tubuh berlebihan, maka anak pun bisa mengalami kondisi berikut ini:

  • Menimbulkan kerusakan gigi

    Asupan tinggi gula atau sukrosa bisa menyebabkan gigi anak berlubang karena sisa gula yang menempel di celah-celah gigi akan bercampur dengan bakteri mulut yang akan menggerogoti giginya. Jika Mums tidak membiasakan anak mengurangi makanan manis dan tidak sikat gigi secara rutin, maka giginya akan semakin rusak dan dampaknya bisa jangka panjang.

  • Meningkatkan risiko obesitas

    Pemberian asupan tinggi gula atau sukrosa terlalu banyak membuat kalori dalam tubuh pun semakin meningkat. Akibatnya, gula yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh ini hanya akan menjadi tumpukan lemak dan bisa meningkatkan risiko obesitas pada anak. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan saja lho, Mums. Sebab, obesitas bukan hanya mengganggu aktivitas harian anak, tetapi bisa menyebabkan penyakit kronis di kemudian hari, seperti penyakit jantung dan diabetes. 

  • Meningkatkan risiko diabetes

    Terlalu banyak mengonsumsi gula atau sukrosa juga bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 lho, Mums. Penyebab penyakit diabetes tipe 2 erat kaitannya dengan gaya hidup yang tidak sehat sejak kecil hingga dewasa, salah satunya terlalu banyak mengonsumsi asupan tinggi gula atau sukrosa sehingga anak menjadi terbiasa dan kecanduan seiring usianya yang bertambah. 

Selain itu, kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga bisa memicu tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan tidur, dan asam urat. Melihat dampak gula dan sugar rush ini, banyak penelitian yang menyarankan agar anak di bawah dua tahun tidak diberikan makanan tinggi gula tambahan atau sukrosa. Lebih baik memberikan makanan atau minuman yang mengandung gula alami, tentunya dengan kadar yang dibatasi, serta seimbang dengan asupan nutrisi lain seperti protein, serat, vitamin, dan mineral. Sementara, untuk anak di atas dua tahun dianjurkan mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula yang tidak melebihi 25 gram atau setara enam sendok per hari. 

Baca juga: Anak Kekurangan Gizi? Hati-hati, Inilah Dampak Buruknya

Solusi Mengurangi Kebiasaan Konsumsi Gula

Jika si kecil gemar mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula atau sukrosa, Mums perlu menguranginya mulai sekarang ya! Ada beberapa langkah yang bisa Mums lakukan untuk mengurangi kebiasaan konsumsi gula, antara lain:

Seimbangkan Asupan Nutrisi Anak

Solusi mengurangi kebiasaan konsumsi gula agar tidak sugar rush adalah dengan memberikan makanan dengan kandungan nutrisi yang seimbang. Asupan nutrisi seimbang yang baik untuk anak harus mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral. 

Sediakan Camilan yang Sehat

Seperti yang sudah dijelaskan, sugar rush pada anak dianggap muncul karena terlalu banyak mengonsumsi camilan tinggi gula. Nah, daripada menyediakan camilan yang tidak sehat, sudah saatnya Mum memilih camilan yang lebih sehat di rumah. Mums juga bisa mengolah camilan sehat agar kandungan nutrisinya dapat diketahui dengan jelas, serta bisa dikreasikan dengan menarik agar si kecil mau mengonsumsinya. 

Perhatikan Kandungan Gizi dalam Produk Kemasan

Apabila Mums hendak membeli produk makanan atau minuman manis, sebaiknya baca dan cari tahu dulu nilai informasi gizi yang terdapat di label produknya. Ini berguna agar Mums bisa memilih mana saja produk yang aman dikonsumsi oleh si kecil. Selain itu, ajarkan pula si kecil cara untuk memilih makanan dan minuman sehat namun tetap enak. Jika kebiasaan ini terus diterapkan, si kecil pun akan terbiasa memilih mana makanan atau minuman yang baik dan buruk bagi kesehatan tubuhnya di masa mendatang. 

Biasakan Gaya Hidup Sehat Aktif 

Selain memenuhi nutrisi dari dalam, si Kecil juga perlu menjalani pola hidup sehat aktif. Mums perlu membiasakan si kecil aktif melakukan kegiatan fisik yang menyehatkan. Kebiasaan ini bisa Mums terapkan sedini mungkin agar si kecil terbiasa melakukannya hingga ia dewasa. 

Selain solusi-solusi di atas, ada solusi lain untuk mengurangi kebiasaan mengonsumsi gula pada anak lho, Mums. Caranya dengan membiasakan si kecil untuk mengonsumsi susu pertumbuhan yang bebas sukrosa seperti FRISO Gold 3. Susu FRISO Gold 3 dengan kemasan baru tetap hadir dengan nutrisi alami dan bebas sukrosa untuk membantu meningkatkan pertumbuhan anak agar energi dan berat badannya seimbang. FRISO Gold 3 juga diperkaya dengan kandungan prebiotik, vitamin, dan mineral lainnya yang baik untuk kesehatan, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam. Yuk, biasakan si kecil minum susu bebas sukrosa setiap hari!