Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Hal-Hal yang Harus Diketahui tentang Perkembangan Kognitif Anak

Hal-Hal yang Harus Diketahui tentang Perkembangan Kognitif Anak

Memperhatikan setiap proses tumbuh kembang si Kecil menjadi hal yang wajib untuk Mums. Pasalnya, setiap tahapan tumbuh kembang memiliki milestone tertentu, yang idealnya akan dapat dipenuhi olehnya. Selain perkembangan fisik, Mums juga wajib memperhatikan perkembangan kognitif yang dimiliki oleh si Kecil. Yang belakangan disebut ini seringkali kurang diperhatikan karena terbilang tidak nampak secara nyata seperti pertumbuhan fisik namun harus dicermati pada kemampuan yang dimiliki oleh si Kecil.

Proses belajar sedikit demi sedikit yang dilakukan oleh si Kecil, dengan bantuan dan panduan Mums tentunya, akan berjalan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, sampai pada saatnya si Kecil memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal. Perkembangan kognitif sendiri merupakan perkembangan kemampuan si Kecil dalam mendapatkan makna dan pengetahuan, dari apa yang dialami setiap hari. Prosesnya terbilang cukup panjang, dan meliputi proses mengingat informasi, proses pemecahan masalah, hingga pada proses pengambilan keputusan.

Tentu saja setiap tahapan perkembangan kognitif usia si Kecil akan memiliki ‘target’ yang harus dicapai. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa tumbuh kembang anak selalu bersifat unik dan tidak dapat disamaratakan secara mutlak. Namun ada beberapa hal yang menjadi acuan ideal pertumbuhan dan perkembangan kognitif dari anak-anak. Biasanya tahapan ini akan dibedakan berdasarkan usia si Kecil, sehingga lebih mudah untuk Mums melakukan monitoring. Tahapan ini akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Beberapa hal penting terkait dengan perkembangan kognitif si Kecil bisa Mums dapatkan informasinya di bagian selanjutnya. Misalnya seperti macam-macam perkembangan anak,  tahapan perkembangan kognitif, hingga tips dan rekomendasi hal yang dapat Mums lakukan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil pada aspek kognitif. Tanpa perlu berlama-lama lagi, mari mulai masuk pada bagian pertama.

Macam-Macam Tahapan Perkembangan Anak

Hal-Hal yang Harus Diketahui tentang Perkembangan Kognitif Anak

Sebelum masuk pada bahasan perkembangan kemampuan kognitif secara lebih jauh, ada baiknya kita sedikit membaca mengenai macam-macam tahapan perkembangan si Kecil seiring dengan perkembangan fisik dan perkembangan kognitifnya. Tentu saja hal ini menjadi penting agar Mums tahu sudah sampai mana sebenarnya kemampuan si Kecil berkembang. Hal ini bisa dilihat dari cara mereka bermain.

Pertama adalah tahapan unoccupied play, dimana si Kecil sebenarnya sudah masuk dalam tahap ini sejak baru lahir hingga usia dua tahun. Pada jenis yang satu ini, Mums akan mendapati si KEcil melakukan kegiatan bermain serta hanya melakukan pengamatan dalam waktu yang singkat. Gerakan yang dilakukan cenderung tanpa tujuan, dan hanya sebatas gerakan kosong saja. Hal ini adalah proses alami ketika si Kecil mulai menyadari bagian tubuhnya, dan menjadi tanda bagus untuk perkembangan fisik si Kecil.

Selanjutnya pada jenis kedua, onlooker behaviour. Di sini si kecil mulai memiliki fokus yang lebih baik dan mulai dapat turut merasakan emosi yang ada pada orang di sekitarnya. Dengan perhatian yang bertahan lebih lama dibandingkan jenis pertama tadi, si Kecil akan mendapat lebih banyak hal baru di dalam ingatan bawah sadarnya. Jadi saat ini paling tepat jika digunakan untuk memperlihatkan si Kecil banyak hal agar ia mulai dapat mengenali lingkungan sekitarnya.

Tahapan selanjutnya ketika si Kecil berusia 1 sampai 3 tahun, dan disebut dengan independent or solitary. Pada tahap ini Mums akan mendapati si Kecil lebih banyak bermain sendirian dengan mainannya. Tenang, ini bukanlah tanda si Kecil mengalami kelainan, dan merupakan proses yang alami. Tahapan ini justru jadi momen perkembangan kemampuan kognitif dan motorik si Kecil. Selain itu, si Kecil juga akan belajar bahwa kesenangan yang didapatkan tak harus bergantung pada keberadaan orang lain.

Tahap parallel play, membuat si Kecil lebih senang bermain berkelompok. Pada tahap ini, pengawasan orang dewasa diperlukan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pertengkaran dan perkelahian ketika anak-anak berebut mainan. Hal ini mungkin saja terjadi, karena ketika si Kecil bermain bersama teman-temannya, akan ada saja potensi gesekan yang terjadi. Keberadaan orang dewasa dalam hal ini menjadi penting, sehingga proses bermain yang dapat merangsang perkembangan kognitifnya berlangsung dengan optimal.

Untuk associative play, berlangsung ketika usia si Kecil menginjak 3 sampai 4 tahun. Pada jenis perkembangan ini, si Kecil akan banyak mengasah kemampuan sosial karena ia akan banyak bermain dengan teman-teman sebaya. Meski permainan yang dilakukan lebih cenderung pada aktivitas bersama tanpa tujuan, namun di sini ia dapat belajar cara berkomunikasi, memecahkan masalah, hingga kemampuan berbahasa yang dimiliki.

Jenis terakhir adalah cooperative play yang merupakan tahapan dimana si Kecil mulai bermain bersama, dengan satu tujuan yang jelas. Pada tahap ini, Mums akan melihat bagaimana si Kecil berupaya untuk bekerja sama dengan teman-temannya guna menyelesaikan satu masalah tertentu. Tentu banyak hal yang akan ter-asah ketika ia bermain bersama temannya seperti ini.

Tahapan Perkembangan Kognitif Anak

Hal-Hal yang Harus Diketahui tentang Perkembangan Kognitif Anak

Nah, masuk pada bagian selanjutnya, yakni tahapan perkembangan kognitif si Kecil, poin ini akan dibagi menjadi 4 bagian besar, yakni tahap Sensorimotor, tahap Praoperasional, tahap Operasional Konkret, dan tahap Operasional Formal.

Untuk tahap pertama, Sensorimotor, akan berlangsung ketika si Kecil berusia 0 sampai 24 bulan. Refleks bawaan akan banyak terasah di tahap ini, seperti gerak refleks tangan atau panca indera yang dimilikinya. Gerakan refleks ini (seperti misalnya menutup mata ketika silau) akan menjadi satu kebiasaan bagi si Kecil. Di sini ia belum dapat memahami kebutuhan, keinginan, atau kepentingan orang lain, sehingga juga dikenal sebagai fase egosentris yang hanya ‘mementingkan’ dirinya sendiri.

Tahap kedua, adalah tahap Praoperasional, yang terjadi selama 5 tahun pada usia 2 sampai dengan 7 tahun. Pada masa ini, si Kecil akan dapat menerima rangsangan dan mulai dapat bersosialisasi dengan orang lain. Satu hal yang nampak sangat signifikan perkembangannya adalah bahwa ia sudah dapat mengelompokkan objek menggunakan kesamaan yang dimiliki objek tersebut. Misalnya dengan warna yang sama, rasa yang sama, atau bentuk yang mirip.

Tahap selanjutnya, Operasional Konkret, merupakan tahap dimana ia mampu melakukan mengurutkan dan mengelompokkan objek atau situasi. Si Kecil akan memiliki kemampuan mengingat dan berpikir secara logis lebih baik dari tahap sebelumnya. Mums juga akan mendapati si Kecil mulai paham hubungan sebab akibat secara sistematis, jadi ia mulai dapat belajar proses berhitung dan membaca dengan sangat efektif. Dengan catatan, Mums sudah mengenalkan operasi matematika sederhana ketika ia masih berusia muda. Fase ini terjadi pada usia 7 hingga 11 tahun.

Terakhir, adalah tahap perkembangan kognitif yang disebut dengan Operasional Formal, yang terjadi mulai dari usia 11 tahun pada anak-anak. Di tahap ini, si Kecil sudah dapat berpikir secara abstrak dan paham benar apa yang dihadapinya. Kemampuan menarik kesimpulan dari situasi yang dialami akan jadi hal paling menonjol yang terlihat pada si Kecil. Pada tahap ini, banyak sekali informasi yang akan dicerna oleh si Kecil untuk menjadi insight baru dan menjadi pegangan dalam hidupnya.

Saran Bagi Orang Tua

Hal-Hal yang Harus Diketahui tentang Perkembangan Kognitif Anak

Pada bagian terakhir kami akan memberikan beberapa rekomendasi hal yang bisa Mums lakukan untuk mendukung tumbuh kembang kemampuan kognitif si Kecil. Sebagai orang dewasa, sudah menjadi kewajiban Mums untuk membimbing si Kecil agar dapat memahami banyak hal baru yang ditemuinya.

Memilih Jenis Mainan yang Tepat

Pemilihan jenis mainan dan aktivitas adalah poin penting, karena ini menjadi media belajar si Kecil secara langsung. Apapun yang Mums pilih, pastikan si Kecil nyaman dan sudah sesuai dengan anjuran ahli kepercayaan Mums.

Mendampingi Proses Sosialisasi

Ketika si Kecil mulai banyak beraktivitas bersama teman-temannya, ada baiknya Mums hadir dan mendampingi si Kecil. Ingat, sifatnya mendampingi, bukan memberikan arahan yang harus dipatuhi. Berikan kesempatan pada si Kecil untuk melakukan berbagai hal sendiri dan banyak bereksperimen. Berikan motivasi dan dukungan pada hal apapun yang dilakukan si Kecil.

Membiarkan Ego si Kecil

Memang terdengar aneh, namun hal ini terkadang perlu dilakukan ketika si Kecil berada pada usia di bawah 3 tahun. Pada usia ini, ego si Kecil begitu besar karena ia berada dalam proses mempelajari hal yang baru ditemuinya. Tak heran jika ia merasa bahwa semua yang dipegang atau ditemuinya adalah miliknya. Lambat laun ia akan dapat belajar untuk berbagi dengan kesadarannya sendiri, Mums bisa mendampinginya belajar perlahan untuk hal ini.

Nah itu tadi sedikit ulasan mengenai perkembangan kognitif pada anak, mulai dari tahapan, ragam, hingga rekomendasi hal yang bisa Mums lakukan untuk mendukung tumbuh kembangnya. Untuk membantu mendukung tumbuh kembang kognitif si Kecil, Mums juga wajib memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Berikan makanan bergizi serta Friso Gold 4 untuk membantu memenuhi nutrisi harian. Friso dengan teknologi Locknutri, menjaga kualitas alami nutrisi sehingga mudah diserap oleh tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam!