Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
shutterstock-789768007_uqtYXDvDAQ

Obat Flu Untuk Ibu Hamil, Boleh Dikonsumsi?

Apakah obat flu untuk ibu hamil aman dikonsumsi oleh Mums? Bagaimana efek samping konsumsi obat ini terhadap kesehatan janin?

Selama masa kehamilan, terjadi berbagai perubahan pada tubuh Mums, termasuk pada sistem imun tubuh. Hal ini menyebabkan Mums lebih rentan terkena berbagai penyakit, termasuk flu saat hamil. Terlebih lagi, faktor cuaca yang sering berubah secara drastis, sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh. Meskipun sebagian besar flu saat hamil tidak berbahaya terhadap Mums dan janin, namun terkadang kondisi ini dapat mengganggu aktivitas Mums sehari-hari. Oleh karena itu, ada beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi kondisi tersebut, salah satunya dengan mengonsumsi obat flu untuk ibu hamil. Namun, apakah obat flu untuk ibu hamil aman dikonsumsi? Seperti apa jenis obat flu untuk ibu hamil yang aman? Nah, sebelum memilih obat flu untuk ibu hamil yang alami, penting bagi Mums untuk mengetahui penanganan yang aman dalam mengatasi flu saat hamil. Di artikel ini akan dijelaskan mengenai penyebab, gejala, pencegahan, dan cara mengatasi flu saat hamil, terutama saat Mums memutuskan untuk mengonsumsi obat flu untuk ibu hamil 

Baca Juga: Manfaat Omega 3 bagi Anak, Mums Wajib Paham! [4 Manfaat]

Menurut Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, flu di masa kehamilan juga berpeluang menyebabkan keguguran, kelahiran bayi prematur, serta berat badan rendah pada bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, obat flu untuk ibu hamil dianggap penting untuk mengatasi penyakit ini. Sekilas, flu di masa kehamilan ditandai oleh gejala-gejala yang sama dengan flu biasa. Contohnya, demam, rasa nyeri, lelah, hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, batuk, dan panas dingin. Akan tetapi, saat kondisinya lebih serius, gejala yang muncul bisa lebih berat lho, Mums.

Baca Juga: 6 Jenis Makanan Sehat untuk Anak yang Membantu Tumbuh Kembangnya

Penyebab Flu Saat Hamil

Meski pada umumnya flu saat hamil tidak membahayakan kondisi Mums dan janin, namun kondisi ini akan cukup mengganggu kenyamanan Mums. Sebab, kehamilan merupakan kondisi yang dapat menguras energi tubuh. Selain itu, tingkat kekebalan tubuh pun secara alami akan menurun selama kehamilan berlangsung. Kondisi tersebut dilakukan tubuh untuk melindungi calon janin agar tidak diserang oleh sistem imun karena dianggap benda asing. Nah, kedua hal tersebut membuat ibu hamil rentan terkena penyakit. Oleh karena itu, Mums perlu hati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh agar tidak terkena penyakit seperti flu. Namun, jika sudah terkena flu, Mums tidak perlu khawatir ya, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti mengonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, hingga mengonsumsi obat flu untuk ibu hamil yang aman. Jika Mums harus mengonsumsi obat supaya sembuh, pastikan memilih obat flu untuk ibu hamil dengan tepat, agar tidak menyebabkan efek samping berbahaya terhadap janin. Lantas, seperti apa obat flu untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi? Sebelum mencari tahu jawabannya, ketahui dulu cara mengatasi flu saat hamil yuk, Mums! 

Baca Juga: Mengatasi Cegukan pada Bayi, Ini Cara Simple untuk Mums

Gejala Flu Saat Hamil yang Harus Diwaspadai

Seperti yang sudah dijelaskan, terkadang flu saat hamil terlihat biasa, namun ada pula kondisi yang dapat membahayakan kondisi Mums dan janin jika flu disertai dengan gejala berikut ini: 

  • Kesulitan bernapas dan napas jadi pendek
  • Pendarahan selaput lendir
  • Nyeri atau rasa tertekan di daerah dada atau perut
  • Pusing tiba-tiba dan linglung
  • Muntah yang parah atau terus-menerus
  • Janin jadi cenderung tidak aktif
  • Demam tinggi yang tidak kunjung reda meski sudah diberi obat yang mengandung Asetaminofen untuk meredakan nyeri dan demam, sesuai petunjuk dokter

Bila Terlanjur Terserang Flu Saat Hamil

Mengingat flu saat hamil berpotensi membahayakan janin, Mum tentu khawatir, ya, bila mengalaminya. Meski begitu, cobalah untuk tetap tenang. Bila gejala-gejala flu saat hamil terasa, berkonsultasilah dengan dokter. Biasanya, dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan kesehatan yang dikenal dengan istilah nasal swab atau uji usap hidung. Hal ini paling baik dilakukan empat hari pertama setelah tahu bahwa Mum terserang flu saat hamil. Saat konsultasi, tanyakan pula pada dokter apakah Mum perlu opname atau cukup rawat jalan.

obat flu untuk ibu hamil

Ketika Mums sakit flu saat hamil, sebaiknya Mums juga memperbanyak istirahat, membatasi kontak dengan orang lain sementara waktu, serta tidak banyak keluar rumah. Kalau Mums sering berada di rumah sendirian, misalnya karena Dad sedang bekerja, mintalah seseorang untuk menemani atau sering menghubungi Mum, ya. Dengan begini, kondisi Mum tetap terpantau.

Baca Juga: Friso Moments

Cara Mengobati Flu saat Hamil Secara Alami

  • Memperbanyak asupan cairan agar tubuh terhidrasi dengan baik
    Minumlah lebih banyak cairan saat Mum sedang flu, boleh berupa air putih maupun jus buah yang kaya Vitamin C.
  • Menambah waktu istirahat
    Saat mengalami flu saat hamil, Mum perlu lebih banyak beristirahat. Hal ini diperlukan agar daya tahan tubuh Mum mampu bekerja secara optimal, sehingga lebih cepat pulih. Selain tidur malam, Mum juga bisa tidur siang atau sekadar duduk beristirahat di sela waktu bekerja atau beraktivitas.
  • Makan buah dan sayuran
    Mum dianjurkan untuk melengkapi makanan yang sehat dengan beragam buah dan sayuran. Mangga, alpukat, pisang, apel, brokoli, serta sayur-sayuran hijau bisa menjadi pilihan untuk dikonsumsi, karena mengandung banyak vitamin dan antioksidan yang bisa mempercepat pemulihan flu saat hamil.
  • Membatasi kontak dengan penderita
    Bila tinggal serumah atau berada dekat dengan orang yang flu, mintalah orang tersebut untuk mengenakan masker. Jika sedang berada di tempat umum atau fasilitas publik, seperti kendaraan umum, Mum dianjurkan untuk menggunakan masker agar tidak tertular kuman penyakit yang ada udara.
  • Berolahraga dengan rutin
    Hamil bukanlah alasan untuk tidak bergerak dan berolahraga. Selama kandungan Mum sehat, olahraga tetap bisa dilakukan. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jenis olahraga yang aman untuk ibu hamil antara lain adalah berjalan kaki, senam, dan yoga.
  • Mengonsumsi teh hangat dengan madu dan lemon
    Selain membuat tubuh terasa lebih nyaman, cara ini juga dapat membantu meredakan sakit tenggorokan yang kerap menyertai pilek. Sebagai alternatif, berkumur dengan air hangat yang dicampur garam juga dapat memberi efek serupa.

Cara Aman Konsumsi Obat Flu Untuk Ibu Hamil

Konsumsi obat flu untuk ibu hamil sebenarnya tidak disarankan, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan, yang merupakan masa penting perkembangan organ vital bayi. Bahkan, tak sedikit pula dokter yang melarang penggunaan obat flu untuk ibu hamil sembarangan hingga usia kehamilan 28 minggu. 

Mum tidak dianjurkan mengatasi flu dengan meminum obat yang dijual bebas, tanpa anjuran dokter. Banyak kandungan obat flu untuk ibu hamil yang tidak seharusnya diminum oleh Mums tanpa persetujuan dokter, seperti dekongestan, antihistamin, aspirin, maupun ibuprofen. Jenis obat-obatan tersebut mungkin saja memiliki efek samping terhadap janin.

Beberapa jenis obat flu untuk ibu hamil dianggap aman untuk dikonsumsi jika usia kehamilan lebih dari 12 minggu. Yang perlu Mums ingat, hindari obat flu untuk ibu hamil yang dapat mengatasi beberapa gejala sekaligus. Pilihlah satu obat flu untuk ibu hamil untuk mengatasi satu gejala yang benar-benar mengganggu Mums. 

Baca Juga: Vitamin Ibu Hamil yang Penting Untuk Kesehatan Mums dan Janin

Sebenarnya, obat flu untuk ibu hamil yang benar-benar aman dikonsumsi itu harus sesuai dengan dengan resep dari dokter agar tidak menimbulkan efek samping terhadap kesehatan Mums dan janin. Namun, melansir laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa obat flu untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi, antara lain:

  • Obat flu untuk ibu hamil: Paracetamol 

    Untuk meredakan rasa sakit dan demam, obat yang dapat dikonsumsi Ibu hamil adalah paracetamol. Meskipun bertujuan untuk menurunkan demam dan meringankan rasa nyeri. Namun, paracetamol juga dapat dijadikan obat flu untuk ibu hamil. Paracetamol merupakan obat flu untuk ibu hamil yang dianggap aman dikonsumsi pada usia kehamilan berapapun. Hingga saat ini, belum ada bukti medis yang menyatakan obat ini dapat membahayakan Mums dan janin. Meskipun demikian, Mums tetap harus mengonsumsi obat flu untuk ibu hamil ini dengan dosis rendah atau sebaiknya konsultasi terlebih dulu dengan dokter. 

  • Obat flu untuk ibu hamil: Dextromethorphan 

    Obat flu untuk ibu hamil ini dapat meredam batuk yang menyertai flu dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan dosis rendah dan jangka pendek. Kendati demikian, penggunaan obat flu untuk ibu hamil ini sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter yang menangani Mums. 

  • Obat flu untuk ibu hamil: Obat antivirus

    Dalam laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), disebutkan pula obat flu untuk ibu hamil yang aman adalah obat antivirus. Obat ini paling efektif diminum dalam kurun waktu 48 jam setelah gejala flu muncul. Selain itu, obat antivirus juga dapat mencegah komplikasi flu serius, seperti pneumonia. 

    Selain ketiga obat flu untuk ibu hamil di atas, sebaiknya Mums tetap harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter supaya mendapat penanganan dan dosis yang tepat. Setelah pemeriksaan, biasanya dokter akan memutuskan apakah Mums memerlukan obat flu untuk ibu hamil atau tidak. Obat flu untuk ibu hamil biasanya dapat bekerja lebih baik jika diberikan dua hari setelah gejala flu saat hamil mulai terasa. Akan tetapi, mengingat Mums sedang hamil, obat ini biasanya akan diberikan setelah gejala flu berlangsung lebih dari 48 jam demi meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

    Baca juga: Usia Kehamilan 1 Bulan

Cara Mencegah Flu Saat Hamil

Mums pasti tidak ingin terkena flu saat hamil, bukan? Apalagi jika harus mengonsumsi obat flu untuk ibu hamil. Untuk mencegah kondisi ini, ada beberapa langkah yang bisa Mums lakukan agar terhindar dari flu saat hamil, di antaranya:

Baca Juga: Vitamin Ibu Hamil yang Penting Untuk Kesehatan Mums dan Janin

  • Lakukan olahraga saat hamil atau yoga hamil
  • Tidak keluar rumah saat udara terlalu dingin, jika harus keluar,pastikan memakai baju yang hangat
  • Tidak berada di bawah hujan karena banyak bakteri dan polusi beterbangan
  • Tidak langsung minum dingin setelah berkegiatan di bawah terik matahari, karena tubuh perlu beberapa saat untuk adaptasi suhu ruang
  • Saat badan mulai terasa tidak fit, segera konsumsi sup ayam hangat karena kaldu ayam sangat baik untuk menambah stamina.
  • Makan buah kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, pepaya, atau stroberi.
  • Saat suhu tubuh meningkat dan terasa lebih hangat segera bersihkan tubuh dan istirahat. Tidur dengan kualitas yang baik bisa memulihkan stamina Mum agar tidak mudah terkena flu saat hamil.
  • Konsumsi vitamin ataupun suplemen saat hamil dengan teratur yang dianjurkan oleh dokter kandungan. Jangan lupa konsultasikan ke dokter kandungan terlebih dahulu jika Mum ingin mengonsumsi suatu makanan untuk memastikan apakah makanan tersebut tidak akan menyebabkan flu saat hamil.