Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Penyakit pencernaan

Hati-hati, Ini 9 Penyakit Pencernaan pada Anak

Tahukah Mums bahwa anak-anak sangat rentan mengalami penyakit pencernaan yang akan mengganggu kenyamanan dan kesehatan tubuhnya. Penyakit pencernaan ini bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari pola makan, terkena infeksi, keracunan makanan, gaya hidup yang buruk, dan lainnya. 

Meskipun beberapa penyakit pencernaan terlihat wajar dialami oleh anak-anak, tetapi jika kondisi ini dibiarkan dalam waktu yang lama, maka tumbuh kembangnya pun akan terhambat. Maka dari itu, Mums perlu mengetahui apa saja penyakit pencernaan yang biasa dialami anak-anak, sehingga dapat mencegahnya sejak awal. Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

Penyakit Pencernaan yang Biasa Dialami Anak-Anak

  1. Diare

    Penyakit pencernaan yang paling umum dialami anak-anak adalah diare. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tekstur feses yang cair atau encer, serta frekuensi BAB lebih sering dibandingkan biasanya. Diare yang berkepanjangan berisiko memicu dehidrasi, sehingga Mums harus mencukupi kebutuhan cairan harian si Kecil. Cara mengobati diare yaitu dengan memberikan cairan pengganti untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, serta memberikan obat sesuai petunjuk dokter jika diperlukan. Mums bisa memberikan si Kecil air putih dan cairan rehidrasi oral, yaitu oralit. 

  2. Sembelit atau Konstipasi

    Sembelit juga termasuk penyakit pencernaan yang sering dialami oleh anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi BAB yang jarang dibandingkan biasanya. Penyakit pencernaan ini juga ditandai dengan munculnya rasa nyeri saat BAB, sakit perut, hingga ada darah pada feses. 

    Selain pola makan yang salah, sembelit juga bisa disebabkan karena konsumsi susu yang kurang tepat atau tidak cocok. Susu yang melalui proses pemanasan berlebih bisa menyebabkan saluran pencernaan si Kecil kesulitan untuk mencerna nutrisi di dalamnya.

    Oleh karena itu, sebaiknya Mums memilih susu pertumbuhan yang melalui proses pemanasan satu kali (single process) agar nutrisinya dapat dicerna dengan mudah. Hindari juga memasak atau memanaskan makanan lebih dari satu kali agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak. 

  3. GERD

    Mums, ternyata anak-anak juga bisa mengalami penyakit pencernaan refluks asam lambung atau GERD, lho. Biasanya GERD pada anak dapat terlihat dari beberapa gejala, seperti mual dan muntah saat makan, sakit perut setelah makan, sulit menelan, susah tidur, hingga rewel berkepanjangan. GERD mungkin menyerupai gejala penyakit pencernaan lain, sehingga Mums sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mendiagnosis penyakitnya. 

  4. Radang usus buntu

    Penyakit pencernaan ini terjadi karena adanya peradangan pada usus buntu yang ditandai dengan rasa sakit perut berlebih di bagian bawah sebelah kanan. Selain itu, penderita usus buntu juga mengalami mual dan muntah, serta demam di atas 37,5 derajat celcius. 

    Jika si Kecil mengalami gejala seperti itu, sebaiknya Mums langsung membawanya ke dokter untuk diperiksa lebih detail lagi. Biasanya dokter akan memutuskan, apakah si Kecil hanya perlu obat biasa atau justru harus operasi. 

  5. Gastritis atau radang lambung

    Gastritis merupakan penyakit pencernaan yang terjadi akibat adanya peradangan dan iritasi yang menyebabkan pengikisan lapisan dinding lambung. Umumnya penyakit ini dialami oleh orang dewasa, tapi tidak menutup kemungkinan jika si Kecil juga bisa mengalaminya. 

    Ada beberapa gejala gastritis yang perlu diwaspadai, seperti kesulitan bernapas, mual dan muntah, sakit kepala, rasa tidak nyaman di bagian perut atas, serta fesesnya berwarna hitam bercampur darah.

    Untuk mengobati penyakit pencernaan ini, sebaiknya langsung memeriksakan si Kecil ke dokter ya, Mums. Dengan begitu, dokter akan langsung memberikan obat yang tepat untuk mencegah kambuhnya gastritis pada anak.

  6. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

    IBS termasuk penyakit pencernaan yang lebih sensitif sehingga menyebabkan rasa sakit perut yang lebih ekstrem dibandingkan gangguan pencernaan lainnya. IBS juga ditandai dengan gejala perut kembung, diare, sembelit, kram perut, hingga terdapat lendir pada feses si Kecil. 

    Jika IBS belum terlalu parah, Mums bisa membuat catatan makanan untuk mengetahui makanan atau minuman apa yang memicu IBS, melakukan pola hidup sehat, biasakan si Kecil tidur yang cukup, serta rutin aktivitas fisik seperti olahraga. Namun, jika gejala semakin parah, lebih baik langsung membawa si Kecil ke dokter. 

  7. Keracunan makanan

    Penyakit pencernaan lainnya yang perlu Mums waspadai yaitu keracunan makanan. Kondisi ini lebih sering dialami oleh anak yang berusia di bawah lima tahun. Hal ini karena saluran pencernaan dan kekebalan tubuhnya belum berfungsi optimal. 

    Penyakit pencernaan ini biasanya disebabkan oleh kuman yang masuk ke dalam tubuh si Kecil melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi. Bakteri yang sering menjadi penyebab keracunan makanan adalah E. Coli, Salmonella, dan Listeria. 

    Namun, Mums tidak perlu khawatir karena ada beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan, yaitu dengan perbanyak minum air putih, menyajikan makanan dalam porsi yang kecil, memastikan si Kecil cukup istirahat, dan hindari memberikan obat diare yang sembarangan. Untuk mencegah keracunan makanan, sebaiknya Mums memastikan makanan yang diberikan kepada si Kecil dalam kondisi baik, serta telah dimasak sebaik mungkin, namun tidak berlebihan agar nutrisi alaminya tetap mudah dicerna. 

  8. Penyakit liver

    Liver atau hati berfungsi untuk mencerna makanan dan membersihkan tubuh dari zat beracun. Bila liver mengalami gangguan kesehatan, maka akan muncul penyakit pencernaan pada si Kecil. Penyakit liver tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bayi dan anak-anak. 

    Penyakit liver pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor keturunan, infeksi virus, keracunan, hingga kelainan genetik. Terdapat beragam gejala penyakit liver pada anak. Namun, sebagian anak yang menderita penyakit pencernaan ini tampak sehat atau tidak bergejala, sementara sebagian lainnya akan tampak sakit atau rewel. 

    Mums perlu waspada jika penyakit liver disertai warna mata dan kulit kekuningan, pembengkakan di kaki dan perut, nafsu makan hilang, warna urine gelap, dan feses berwarna putih. Jika si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segeralah bawa ia ke dokter untuk ditangani dengan cepat.

  9. Ambeien 

    Penyakit pencernaan yang satu ini bisa ditandai oleh beberapa gejala yang lebih serius, di antaranya pendarahan pada feses, keluar lendir setelah BAB, si kecil kesakitan saat BAB, tekstur feses keras dan kering. Pertolongan pertama untuk mengatasi ambeien yaitu dengan mengetahui penyebabnya. 

    Jadi, jika ambeien disebabkan oleh diare berkepanjangan, maka si Kecil perlu mendapatkan pengobatan diare. Begitu pula jika keluhan disebabkan oleh sembelit. Namun, ambeien yang sudah parah membutuhkan pengobatan dari dokter. 

Seperti yang Mums ketahui, penyakit pencernaan bisa diatasi sesuai dengan penyebab dan gejala yang dialami si Kecil. Jadi, pastikan Mums mengetahui penyebab dan gejalanya terlebih dahulu sebelum melakukan pertolongan pertama. 

Mums pasti tidak mau si Kecil mengalami penyakit-penyakit di atas, kan? Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menjaga kesehatan saluran pencernaannya dengan benar. Salah satu caranya dengan memberikan asupan nutrisi berkualitas, seperti susu FRISO Gold 3 yang mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak.

Susu FRISO Gold 3 diperkaya juga dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang