Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Ini-Panduan-Pemberian-Menu-MPASI-7-Bulan-untuk-Si-Kecil

Panduan MPASI 7 Bulan dan Resepnya yang Bergizi

Mengolah MPASI 7 bulan harus dilakukan dengan cara yang tepat agar kandungan nutrisi di dalamnya tidak hilang dan si Kecil pun bisa mencernanya dengan baik.

Penting untuk Mums mengetahui cara membuat makanan pendamping ASI (MPASI), khususnya MPASI 7 bulan atau ketika bayi memasuki usia 7 bulan. MPASI sendiri sudah diberikan ketika bayi memasuki usia 6 bulan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang semakin besar sehingga hanya mengonsumsi ASI saja tidak akan cukup.

Menurut riset dari World Health Organization (WHO), memasuki umur 6 bulan, kebutuhan akan energi dan nutrisi sang bayi kini sudah melebihi dari apa yang sediakan di dalam kandungan ASI. WHO juga memberi rekomendasi dalam memberikan MPASI kepada bayi.

Menurut WHO, bayi berumur 6 hingga 8 bulan perlu mengonsumsi MPASI 2 hingga 3 kali sehari. Rekomendasi konsumsi tersebut juga mengalami peningkatan seiring dengan tumbuh kembang bayi. Memasuki usia 9 hingga 24 bulan, dianjurkan agar bayi untuk menerima MPASI 3 sampai 4 kali dalam sehari.

Mums juga bisa mulai memberikan camilan sehat kesukaan sang buah hati 1 hingga 2 kali dalam sehari untuk bayi yang sudah menginjak usia 12 hingga 24 bulan. 

Tentunya ada perbedaan pada MPASI yang diberikan saat usia bayi 6 bulan dengan MPASI 7 bulan. Jika tekstur makanan pada MPASI 6 bulan masih halus untuk mencegah risiko tersedak, berbeda dengan MPASI 7 bulan di mana tekstur makanan untuk bayi mulai ditingkatkan sedikit lebih kasar.

Prinsip Dasar MPASI 7 Bulan

Terdapat prinsip dasar dalam memberikan MPASI 7 bulan untuk bayi. Pertama adalah porsi makanan MPASI 7 bulan yang dianjurkan adalah 3 sendok makan atau setengah mangkuk berukuran 250 ml. Pemberian makan bisa dilakukan 2-3 kali dalam sehari dan diselingi cemilan.

Untuk teksturnya, Mums bisa meningkatkan menjadi makanan yang dilumatkan hingga halus (mashed) dan diberikan dengan sendok. Sementara bagi Mums yang memberikan MPASI 7 bulan dengan cara baby led weaning (BLW) harus mendampingi bayi agar terhindar dari risiko tersedak. 

BLW sendiri adalah metode pemberian MPASI dengan cara memberikan bahan makanan langsung digenggam oleh bayi. Tidak jarang orang tua yang memadukan metode pemberian MPASI dengan sendok dan BLW, terpenting Mums harus memastikan bayi makan dengan aman dan mendapat nutrisi yang cukup.

Bahan Makanan untuk MPASI 7 Bulan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan setiap bayi harus sudah diberikan makanan lengkap yang mengandung protein nabati dan hewani sejak usianya menginjak 6 bulan. Oleh karena itu, pada dasarnya, semua bahan makanan dapat Mums olah menjadi MPASI 7 bulan.

Dengan begitu kebutuhan makronutrien dan mikronutrien pada MPASI 7 bulan untuk membantu tumbuh kembang buah hati bisa dipenuhi dengan baik. Mikronutrien sendiri terdiri dari vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan lain-lain. Sedangkan makronutrien terdiri dari karbohidrat, mineral, protein baik nabati dan hewani hingga kandungan lainnya.

Berikut beberapa bahan makanan yang dapat Anda olah menjadi MPASI 7 bulan:

  • Ubi: mengandung banyak vitamin C dan E, serta beta-karoten yang sekaligus dapat dijadikan alternatif pengganti sumber karbohidrat, seperti kentang dan nasi yang cocok untuk menu MPASI 7 bulan si Kecil
  • Daging ayam: selain mudah didapat dan diolah, daging ayam kaya akan protein dan vitamin B12 dan mengandung lemak yang dapat menjadi sumber energi bagi bayi.
  • Ikan: bahan makanan MPASI 7 bulan ini tinggi protein, namun rendah lemak. Daging ikan juga lebih lembut sehingga sangat tepat diperkenalkan pada bayi yang baru belajar mengunyah.
  • Daging merah: mengandung zat besi yang sangat penting bagi tumbuh kembang bayi 6-12 bulan.
  • Kacang polong: makanan MPASI 7 bulan ini mengandung vitamin A dan C, serta asam folat dan vitamin B lainnya.
  • Oats: dapat menjadi sumber energi pada bayi, serta mengandung serat yang dapat menyehatkan usus.

MPASI 7 Bulan hingga 9 Bulan untuk Memperkenalkan Tekstur Perlahan kepada Bayi

Secara umum, prinsip pemberian MPASI 7 bulan hingga 9 bulan sangat penting untuk bayi dalam mulai perlahan memperkenalkan pada tekstur. Mums bisa mulai memperkenalkan makanan lunak yang dihaluskan dan bisa membuat aneka finger foods sebagai varian menu MPASI 7 bulan hingga 9 bulan.

Dikutip dari Parents, dalam bukunya 'Superfoods for Babies and Children', Annabel Karmel menjabarkan jenis makanan yang bisa dijadikan bahan MPASI 7-9 bulan karena kandungan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Daging Domba

Bahan makanan untuk MPASI 7 bulan bisa menggunakan daging domba karena mengandung vitamin B, zinc dan zat besi yang baik untuk bayi.

Ayam

Bahan makan MPASI 7 bulan selanjutnya adalah daging ayam yang memiliki kandungan protein sehingga baik untuk tubuh dan vitamin B12. Dalam daging ayam juga mengandung lemak yang bisa menjadi sumber energi dan protein bagi anak.

Daging Merah

Daging merah bisa menjadi pilihan Mums untuk bahan MPASI 7 bulan-9 bulan. Daging merah memiliki zat besi yang baik untuk tubuh dan paling mudah diserap.

Ikan

Ikan merupakan sumber protein rendah lemak yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Mums bisa mulai memberi anak ikan dengan cara dijadikan puree sebagai bahan makanan untuk MPASI 7 bulan hingga 9 bulan.

Oat

Tidak ada salahnya jika Mums menggunakan oat sebagai bahan untuk MPASI 7 bulan hingga 9 bulan. Oat bisa berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah dan memberi energi dalam jangka lebih panjang. Oat juga kaya serat yang bagus untuk melapisi permukaan usus bayi dan menjaga kesehatan saluran pencernaannya.

Contoh Menu MPASI 7 Bulan

Bahan-bahan makanan di atas bisa Mums olah untuk membuat menu MPASI 7 bulan dalam berbagai kombinasi. Misalnya, Mums memasak nasi merah, ikan kembung, brokoli, kacang polong untuk hari Senin, kemudian pada hari Selasa Mums bisa memberi kombinasi lain berupa ubi, daging ayam, bayam, serta kacang panjang, atau lainnya.

Mums juga bisa menambahkan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, daun jeruk untuk menambah aroma masakan untuk MPASI 7 bulan. Tidak kalah penting pastikan protein hewani seperti daging ayam, daging sapi, telur dimasak hingga matang sepenuhnya.

Resep Bubur Oat Buah

Bahan-bahan:

  • Oat
  • Pisang
  • Blueberry
  • Yogurt tanpa rasa (plain)
  • Susu

Cara memasak:

  1. Tuangkan bubur oat ke dalam panci
  2. masukkan susu, kemudian aduk hingga mengental
  3. Masukkan pisang dan stroberi ke dalam adonan bubur, kemudian aduk sampai matang
  4. Terakhir tuang ke dalam mangkuk dan tambahkan yogurt

Resep Bubur Kari

Bahan-bahan:

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Daging sapi cincang
  • Bayam, tomat
  • Kacang polong
  • Nasi putih

Cara memasak:

  1. Potong bawang merah dan putih, kemudian masukkan ke wajan berisi minyak yang telah dipanaskan bersama dengan daging sapi
  2. Masukkan tomat dan bahan-bahan lainnya, tambahkan air hingga bahan masakan terendam, kemudian masak selama 10 menit
  3. Rebus daging hingga lembut kemudian angkat daging dan campur dengan nasi putih yang dimasak secara terpisah
  4. Buat tekstur bubur kari menjadi puree atau mashed dengan cara disaring atau menggunakan blender

Resep Mashed Potato Chicken 

Bahan-bahan:

  • 3 sdm kaldu ayam segar
  • 1/2 sdm bawang bombai cincang
  • 25 gram daging ayam giling
  • 1 buah kentang, kupas dan cuci hingga bersih. Lalu kukus dan haluskan

Cara memasak:

  1. Panaskan kaldu ayam di wajan anti lengket, tumis bawang bombai hingga layu
  2. Masukkan daging ayam giling. Masak hingga matang (Mums bisa menambahkan sedikit air jika perlu)
  3. Tambahkan kentang halus. Masak kembali dan aduk hingga rata
  4. Sajikan mashed potato chicken sebagai menu MPASI 7 bulan yang lezat dan gurih

Tips Mengolah MPASI dengan Benar

Bagi Mums yang baru memiliki buah hati, pasti mengalami kebingungan saat menyiapkan MPASI yang baik untuk si Kecil. Oleh karena itu, ada beberapa tips mengolah MPASI yang tepat agar nutrisinya tidak hilang, antara lain: 

  1. Cuci bahan makanan dengan air bersih mengalir

    Mums perlu memastikan kebersihan bahan-bahan makanan yang akan dimasak dan dikonsumsi si kecil. Untuk sayur dan buah, sebaiknya dicuci di bawah air mengalir dibandingkan merendamnya. 

  2. Perhatian waktu dan suhu memasak

    Pastikan untuk mengolah MPASI 7 bulan sesuai dengan waktu dan suhu yang tepat. Hindari mengolah MPASI terlalu lama atau memanaskannya lebih dari satu kali karena akan mengurangi nutrisi alami yang ada di dalam bahan masakan.

  3. Perhatikan tingkat kehalusan MPASI

    Saat bayi berusia 7 bulan, Mums perlu membuat MPASI dengan tekstur yang lebih lembut dan disaring dengan sempurna agar si kecil mudah melumat dan mencernanya. 

Dengan mengetahui panduan MPASI 7 bulan ini, diharapkan Mums bisa lebih paham saat mengolah berbagai macam makanan bernutrisi untuk si kecil. Selain membuat MPASI, Mums juga tetap harus memberikan ASI secara rutin untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Susu Frisomum Gold Dualcare+ bisa menjadi pilihan tepat sebagai nutrisi tambahan yang dibutuhkan Mums dan anak. Susu ini diformulasikan untuk ibu hamil dan menyusui dengan kandungan rendah sukrosa, zat besi, kalsium, serta ALA/LA, dan prebiotik yang baik untuk kesehatan tubuh.