Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Ini Perkembangan Janin Saat Hamil 1 Bulan

Ini Perkembangan Janin Saat Hamil 1 Bulan

Ketika Mums tengah hamil 1 bulan, janin di dalam kandungan mengalami perubahan setiap minggunya. Tahap perkembangan janin dalam kandungan umumnya dibagi ke dalam beberapa trimester atau periode tiga bulan. Mari mengenali perkembangan janin dan bayi agar memudahkan Mums mendeteksi gangguan pada kehamilan Mums.

Perkembangan janin di dalam kandungan dimulai setelah pembuahan terjadi. Pembuahan sendiri umumnya baru terjadi dua minggu setelah tanggal menstruasi terakhir dimulai. Menstruasi juga merupakan bagian dari kehamilan walaupun Mums belum bisa dipastikan hamil pada minggu-minggu ini.

Tanggal menstruasi terakhir (Hari Pertama Haid Terakhir/HPHT) Mums kemudian akan digunakan untuk memprediksi tanggal persalinan dengan cara menambahkan 40 minggu dari tanggal menstruasi terakhir.

Di awal masa hamil 1 bulan ini akan ada beberapa perubahan terjadi pada tubuh ibu dan janin. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui tahap perkembangan janin selama trimester pertama dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.

Fase-fase Hamil 1 Bulan

Hamil Minggu ke-1 dan ke-2

Pada minggu pertama akan terjadi pembuahan. Pada minggu ini, setelah telur dan sperma bertemu akan terbentuk jaringan. Jaringan ini terdiri dari 100 sel yang kemudian nantinya terbentuk menjadi janin.

Setelah jaringan membelah dan memperbanyak sel, calon janin akan menempel pada rahim. Pada rahim yang nantinya akan menjadi tempat tumbuh kembang janin.

Pada minggu kedua, sel pada embrio terdiri dari kurang lebih 150 sel. Sel-sel tersebut akan membentuk tiga lapisan, yaitu endoderm, mesoderm, dan ektoderm. Lapisan-lapisan yang dibentuk oleh sel ini akan menjadi organ-organ serta bagian tubuh seperti tulang, jantung, saraf dan organ-organ lainnya dari bayi.

Peristiwa bertemunya sel telur dengan sperma atau fase konsepsi atau biasa terjadi sekitar dua minggu setelah periode menstruasi terakhir dimulai. Dengan kata lain, pada dua minggu pertama usia kehamilan, Moms belum benar-benar hamil namun sudah memasuki tahap persiapan kehamilan.

Hamil Minggu ke-3

Memasuki minggu ke-3 umumnya akan terjadi penyatuan sperma dan sel telur di salah satu tuba fallopi untuk pembentukan zigot. Setelah pembuahan terjadi, zigot akan menuruni tuba falopi menuju rahim kemudian membentuk sekelompok sel yang disebut morula.

Saat kehamilan minggu ketiga ini, embrio menempel pada rahim dengan sempurna. Lapisan paling luar dari embrio, akan membentuk ari-ari. Pada minggu ketiga ini pula organ tubuh seperti otak, jantung, dan pembuluh darah mulai terbentuk.

Hamil Minggu ke-4

Di minggu ke-4 ini disebut dengan fase implantasi yang merupakan proses saat morula berkembang menjadi blastokista, kemudian menanamkan diri ke dalam lapisan rahim yang disebut dengan endometrium. Dalam blastokista, kelompok sel dalam akan menjadi embrio. Sedangkan lapisan luarnya akan membentuk plasenta.

Pada minggu keempat, kaki dan tangan sudah mulai terbentuk. Jantung juga sudah mulai berfungsi dan embrio pada minggu ke-4 berukuran 5 milimeter (mm).

Perubahan yang Terjadi Saat Hamil 1 Bulan

Di usia kehamilan 3 minggu atau hamil 1 bulan, umumnya banyak yang belum menyadari bahwa dirinya hamil karena belum merasakan gejala apa-apa. Namun sebagian dari Mums mungkin akan merasakan peningkatan volume cairan vagina, sedikit kram, serta nyeri punggung hingga sakit kepala.

Saat hamil 1 bulan, rahim Moms mungkin telah mengalami perkembangan ukuran menjadi seukuran lemon. Moms mungkin akan merasa lemas, mudah lelah, payudara terasa membesar dan nyeri, serta lebih sering ingin buang air kecil.

Sekitar 90% wanita hamil merasakan gejala yang dikenal dengan istilah morning sickness atau mual dan muntah di awal masa kehamilan. Gejala yang muncul saat hamil 1 bulan tersebut merupakan tanda bahwa hormon kehamilan dalam tubuh Mums cukup untuk mendukung kehamilan.

Persiapan Saat Hamil 1 Bulan

Sebagian wanita perlu menunggu hingga 2-3 minggu setelah terlambat datang bulan agar kadar hormon kehamilan cukup tinggi untuk dapat terdeteksi, sehingga mungkin perlu mencoba menjalani pemeriksaan kehamilan dengan testpack lebih dari satu kali. Setelah mengetahui positif hamil, sebaiknya Mums dan pasangan segera berkonsultasi kepada dokter kandungan.

Beberapa kasus saat hamil 1 bulan dapat merasakan gejala morning sickness lebih parah dibandingkan yang lain, sehingga tidak mampu melakukan aktivitas normal. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan hal-hal tidak baik seperti depresi hingga mengganggu kesehatan Mums dan janin.

Fenomena mual di awal masa kehamilan atau hamil 1 bulan juga dapat menjadi sangat parah atau dikenal sebagai hiperemesis gravidarum (HG). Situasi ini umumnya ditandai dengan frekuensi muntah yang tinggi, tidak dapat makan dan minum serta penurunan berat badan. HG juga dapat berpengaruh kepada kesehatan bayi. Oleh karena itu jika mual saat hamil 1 bulan yang dirasakan sudah sangat mengganggu segera periksa diri ke dokter untuk mendapat penanganan tepat.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil 1 Bulan

Olahraga juga bisa tetap dilakukan jika gejala morning sickness yang dirasakan tidak terlalu mengganggu Mums di fase hamil 1 bulan. Ada baiknya untuk terus aktif berolahraga agar dapat membuat tubuh tetap bugar, namun perhatikan jenis olahraga yang sesuai di masa kehamilan.

Mums juga harus memerhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi saat hamil 1 bulan karena janin akan ikut mengonsumsi dan mendapat dampak dari semua yang Mums konsumsi. Pastikan untuk menghindari rokok, kafein, obat-obatan terlarang, minuman keras, dan makanan tertentu seperti makanan mentah yang dapat berbahaya bagi janin.

Tidak kalah penting saat hamil 1 bulan adalah mengkonsultasikan semua jenis obat-obatan yang sedang atau akan dikonsumsi, baik obat bebas maupun yang diresepkan. Perubahan gaya hidup, seperti menghindari rokok dan minuman keras, juga berlaku bagi pasangan Mums karena asap rokok yang dihirup ibu hamil dapat berdampak buruk bagi janin.

Jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen asam folat untuk ibu hamil yang juga mengandung zat besi saat hamil 1 bulan. Pastikan pula untuk beristirahat cukup setiap hari karena perubahan dalam rahim dan perubahan fisik ibu hamil saat hamil 1 bulan dapat membuat tubuh cepat lelah.

Agar Mums tetap sehat saat hamil 1 bulan dan perkembangan janin di dalam kandungan tetap terjaga optimal, Mums perlu meningkatkan asupan gizi di dalam tubuh. Perlu diperhatikan, karena saat masuk usia hamil 1 bulan, zat yang terkandung dalam makanan Mums kini sudah terbagi untuk membantu perkembangan janin. Selain itu, agar menjaga calon bayi tetap sehat, secara perlahan Mums perlu meningkatkan berat badan.

Jangan lupa untuk mengonsumsi Frisomum Gold Dualcare+ selama masa kehamilan ya, Mums. Kandungan nutrisi yang lengkap dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian sehingga kondisi tubuh senantiasa terjaga. Semangat selalu menjalani masa kehamilan, Mums!

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang