Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Inilah 7 Penyakit Pencernaan Pada Anak, Mums Wajib Waspada!

Inilah 7 Penyakit Pencernaan Pada Anak, Mums Wajib Waspada!

Mums, apakah sistem pencernaan si Kecil sudah cukup sehat? Perlu Mums ketahui bahwa sistem pencernaan si Kecil masih belum sempurna dan akan terus berkembang serta menyesuaikan dengan asupan yang ia konsumsi setiap hari. Oleh karena itu, lebih baik Mums memperhatikan kesehatannya sejak dini agar si Kecil terhindar dari penyakit pencernaan. Pasalnya, sistem pencernaan memegang peranan penting dalam kesehatan tubuh secara keseluruhan lho, Mums. Bisa dibayangkan jika si Kecil mengalami penyakit pencernaan, maka kesehatan organ tubuh lain pun akan terganggu. 

Penyakit pencernaan pada anak sering kali tidak langsung terdeteksi. Biasanya si Kecil lebih sering rewel, menangis, dan mengatakan sakit perut tanpa dapat menjelaskan rasa sakitnya secara detail. Bila kondisi ini terjadi, banyak pula Mums yang menganggap si Kecil hanya mengalami sakit perut biasa. Padahal, jika penyakit pencernaan tidak ditangani lebih cepat, bisa berbahaya terhadap kesehatan si Kecil lho, Mums. Nah, di artikel ini Mums akan mengetahui apa saja jenis penyakit pencernaan yang biasa dialami si Kecil agar bisa melakukan penanganan lebih cepat. 

Penyakit Pencernaan Pada Anak

Umumnya, sistem pencernaan anak dapat mengalami gangguan atau penyakit karena tiga hal, yaitu infeksi kuman, bakteri, atau virus, kelainan sistem pencernaan, atau konsumsi makanan yang memiliki efek alergi pada tubuh si Kecil. Berikut jenis penyakit pencernaan pada anak dan cara mengobatinya:

Diare

Diare merupakan penyakit pencernaan yang paling sering dialami anak. Diare ditandai dengan kondisi feses si Kecil yang cair atau encer dan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit, gangguan kekebalan tubuh, alergi, toksin, hingga obat-obatan tertentu. 

Penyakit pencernaan ini bisa menyebabkan anak dehidrasi karena cairan di dalam tubuh terus berkurang. Jika dibiarkan, diare karena dehidrasi ini bisa berisiko merusak organ ginjal lho, Mums. Oleh karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan si Kecil agar tubuhnya tidak dehidrasi.

Cara Mengobati Penyakit Pencernaan Diare

Cara mengobati diare di rumah dapat dilakukan dengan memberikan cairan pengganti untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Mums bisa memberikan si Kecil air putih dan cairan rehidrasi oral, yaitu oralit. Perlu diketahui, air putih saja tidak cukup untuk mengobati dehidrasi akibat diare lho, Mums. Ini karena air putih tidak memiliki kandungan elektrolit seperti glukosa, natrium, serta kalium seperti yang terkandung dalam oralit. Selain itu, Mums juga bisa berikan asupan prebiotik sebagai pertolongan pertama. Kandungan prebiotik juga terdapat dalam Susu Friso Gold 3 yang bisa membantu proses penyembuhan si Kecil saat diare. Selain itu, Susu Friso Gold 3 juga memiliki kandungan vitamin A, C, dan E yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya lagi diare pada anak. Kandungan zinc, zat besi, dan selenium yang terkandung juga mendukung daya tahan tubuh anak secara alami. Friso dengan teknologi Locknutri, menjaga kualitas nutrisi alami sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam. Namun, jika cara tersebut tidak efektif, sebaiknya Mums langsung bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sembelit atau Konstipasi

Sembelit atau konstipasi merupakan penyakit pencernaan yang ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang jarang. Saat si Kecil mengalami sembelit, biasanya ia hanya buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu, serta feses yang keluar pun bertekstur keras. Sembelit atau konstipasi juga ditandai dengan nyeri saat buang air besar, sakit perut, hingga ada darah pada feses. Penyakit pencernaan ini umumnya disebabkan oleh perubahan pola makan, kurang minum, kurang mengonsumsi makanan berserat, dan tidak dibiasakan BAB setiap hari.

Cara Mengobati Penyakit Pencernaan Sembelit

Cara pertama untuk mengobati sembelit adalah degan menambah konsumsi makanan berserat serta mencukupi kebutuhan cairan si Kecil. Mums juga perlu mengajarkan si kecil untuk rutin BAB setiap hari agar sistem pencernaannya sehat. Jika si Kecil masih mengalami sembelit, sebaiknya Mums langsung bawa ke dokter untuk ditangani secara tepat. 

Baca juga: 3 Cara Mudah Mengatasi Sembelit Pada Anak

GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung juga dapat terjadi pada anak-anak lho, Mums. Penyakit pencernaan ini terjadi akibat asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Pada anak-anak, GERD biasanya terjadi karena adanya tekanan dari bawah kerongkongan atau otot kerongkongan yang melemah. GERD dapat dipicu karena intoleransi makanan, kelainan anatomi lambung, kurangnya aktivitas fisik, hingga stres. 

Mums perlu mengetahui gejala GERD yang biasa terjadi pada anak di antaranya panas di bagian atas dada (heartburn), sakit menelan, sendawa berlebihan, sering batuk, mual, dan gejala refluks akan semakin terasa saat tidur. 

Cara Mengobati Penyakit Pencernaan GERD

Saat si Kecil menunjukkan gejala GERD, sebaiknya Mums tidak perlu khawatir karena ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:

  • Tinggikan kepala si Kecil saat tidur dengan dua bantal
  • Jangan biarkan si Kecil langsung tidur setelah makan
  • Lebih baik makan sedikit tapi sering 
  • Tidak memberikan porsi makanan secara berlebihan
  • Kurangi makanan yang digoreng dan berlemak, serta hindari minuman bersoda
  • Olahraga teratur

Selain cara di atas, Mums juga bisa periksa kondisi si Kecil ke dokter untuk menghindari GERD yang lebih parah. 

Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa merupakan penyakit pencernaan yang disebabkan karena tubuh tidak dapat memproses laktosa secara optimal di dalam usus halus. Gejalanya berupa perut kembung, diare, sakit perut, muntah, hingga fesesnya berbau asam. Umumnya gejala ini muncul saat si Kecil alergi terhadap laktosa. 

Cara Mengobati Penyakit Pencernaan Intoleransi Laktosa

Cara mengobatinya dengan mengetahui penyebab utama si Kecil mengalami intoleransi laktosa. Pasalnya, intoleransi laktosa pada anak cukup beragam, tidak bisa menyamakan penyebabnya secara pasti. Untuk mencegah penyakit ini, Mums bisa membuat catatan makanan atau food diary khusus si Kecil agar mengetahui jenis makanan yang dikonsumsi, waktu makannya, serta gejala yang timbul setelah mengonsumsi makanan tersebut. Jika penyakit ini masih berlanjut, lebih baik Mums bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan penanganan lebih tepat ya!

Radang Usus Buntu

Penyakit pencernaan ini terjadi karena adanya peradangan pada usus buntu yang ditandai dengan rasa sakit perut berlebih di bagian bawah sebelah kanan. Selain itu, penderita usus buntu juga mengalami mual dan muntah, serta demam di atas 37,5 derajat celcius. 

Cara Mengobati Penyakit Pencernaan Radang Usus Buntu

Jika si Kecil mengalami gejala seperti itu, sebaiknya Mums langsung membawanya ke dokter untuk diperiksa lebih detail lagi. Biasanya dokter akan memutuskan, apakah si Kecil hanya perlu obat biasa atau justru harus operasi. 

Gastritis atau Radang Lambung

Gastritis merupakan penyakit pencernaan yang terjadi akibat adanya peradangan dan iritasi yang menyebabkan pengikisan lapisan dinding lambung. Umumnya penyakit ini dialami oleh orang dewasa, tapi tidak menutup kemungkinan jika si Kecil juga bisa mengalaminya lho, Mums. Ada beberapa gejala gastritis yang perlu diwaspadai, seperti kesulitan bernapas, mual dan muntah, sakit kepala, rasa tidak nyaman di bagian perut atas, serta fesesnya berwarna hitam bercampur darah.

Cara Mengobati Penyakit Pencernaan Gastritis

Untuk mengobati gastritis sebaiknya langsung memeriksakan si Kecil ke dokter ya, Mums. Dengan begitu, dokter akan langsung memberikan obat yang tepat untuk mencegah kambuhnya gastritis pada anak. Selain itu, Mums juga perlu memberikan makanan bernutrisi tinggi, air putih yang cukup, serta biasakan si Kecil melakukan aktivitas fisik agar daya tahan tubuhnya kuat. 

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS termasuk penyakit pencernaan yang lebih sensitif sehingga menyebabkan rasa sakit perut yang lebih esktrem dibandingkan gangguan pencernaan lainnya. IBS juga ditandai dengan gejala perut kembung, diare, sembelit, kram perut, hingga terdapat lendir pada feses si Kecil. 

Cara Mengobati Penyakit Pencernaan IBS

Jika IBS belum terlalu parah, Mums bisa membuat catatan makanan untuk mengetahui makanan atau minuman apa yang memicu IBS, melakukan pola hidup sehat, biasakan si Kecil tidur yang cukup, serta rutin aktivitas fisik seperti olahraga. Namun, jika gejala semakin parah, lebih baik langsung membawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan ya, Mums.

Penyakit pencernaan ini bisa Mums cegah sedini mungkin dengan memperhatikan kandungan gizi dan nutrisi harian si Kecil. Pastikan anak selalu mendapatkan nutrisi dari sumber makanan yang sehat sehingga penyakit pencernaan tidak mengganggu proses tumbuh kembangnya dan si Kecil bisa beraktivitas lebih aktif, serta Mums juga tidak akan khawatir lagi.