Lompat ke isi utama
Kebutuhan Vitamin D

Inilah Kebutuhan Vitamin D Per Hari Bagi Si Kecil

Si Kecil harus memenuhi kebutuhan vitamin D per hari agar kesehatan tulang, otak, kulit, dan rambutnya terjaga. Apa saja sumber vitamin D terbaik?

Kebutuhan vitamin D per hari setiap orang harus dipenuhi secara optimal karena memiliki manfaat yang dibutuhkan oleh tubuh. vitamin D merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk pembentukan tulang, menjaga kesehatan jantung, otak, dan otot. Sebenarnya kebutuhan vitamin D per hari bisa si Kecil dapatkan dari beberapa jenis makanan, seperti ikan, kuning telur, dan jamur, yang disertai dengan paparan sinar matahari pagi. Namun, berdasarkan riset South East Asian Nutrition Survey (SEANUTS) tak sedikit pula anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin D.

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan vitamin D Per Hari untuk si Kecil

vitamin D merupakan sebuah vitamin larut lemak yang diproduksi di kulit ketika terpapar sinar matahari. vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium dan fosfat dalam tubuh. Mums pasti sudah tahu bahwa kebutuhan vitamin D per hari harus dipenuhi untuk pembentukan dan kesehatan tulang. Selain itu, ternyata vitamin D juga memiliki manfaat lain untuk mencegah terjadinya infeksi pada tubuh si Kecil. Melansir laman resmi healthline.com, beberapa penelitian terbaru menemukan bahwa kebutuhan vitamin D per hari yang terpenuhi secara tepat dapat melindungi tubuh dari infeksi mikroba dengan tiga mekanisme, di antaranya menguatkan ikatan antar sel, meningkatkan, serta memperkuat sistem imun tubuh. 

Tak hanya itu, kebutuhan vitamin D per hari yang terpenuhi juga dapat meningkatkan produksi antioksidan yang dapat mendukung peran vitamin C sebagai antimikroba. Oleh karenanya, banyak ahli yang menganjurkan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan vitamin D per hari agar terhindar dari berbagai virus berbahaya.

Berapa Kebutuhan vitamin D Per Hari untuk Si Kecil?

Kebutuhan vitamin D per hari bisa ditentukan sesuai dengan usia dan kebutuhan masing-masing orang. Untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, kebutuhan vitamin D per hari harus dipenuhi secara tepat agar mendukung tumbuh kembangnya lebih optimal.

Para ahli merekomendasikan anak-anak yang berusia di atas 1 tahun untuk memenuhi kebutuhan vitamin D per hari lebih dari 600 IU. Melansir laman resmi Kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan anak-anak agar mendapat paparan sinar matahari pagi sejak terbit sampai jam 09.00 pagi dan sore hari jam 15:00 sampai matahari terbenam. Durasinya cukup 10 sampai 15 menit, sebanyak 3 kali dalam seminggu untuk mengaktifkan vitamin D dalam tubuh, sehingga bisa memenuhi kebutuhan vitamin D per hari. 

Meskipun sinar matahari dapat mengaktifkan vitamin D dalam tubuh, namun terlalu sering terkena paparan sinar matahari pun tidak baik untuk kesehatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan durasi berjemur sekitar 5-15 menit dengan intensitas sebanyak 2-3 kali seminggu tanpa menggunakan tabir surya demi mencukupi kebutuhan vitamin D per hari. 

Paparan radiasi Ultraviolet (UV) berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit terbakar, kanker melanoma, dan heat stroke (sengatan panas berlebih). Selain itu, kebutuhan vitamin D per hari bisa Mums optimalkan dengan cara mengonsumsi ikan, hati sapi, kuning telur, minyak ikan, dan jamur. 

Sumber vitamin D yang Baik untuk Si Kecil

Seperti yang Mums ketahui, selain dari paparan sinar matahari, kebutuhan vitamin D per hari bisa Mums dapatkan beberapa jenis makanan, di antaranya: 

Ikan Salmon

Ikan salmon termasuk makanan yang dapat mendukung kebutuhan vitamin D per hari bagi si Kecil. Salmon termasuk jenis ikan yang memiliki banyak nutrisi, seperti protein, lemak, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B3, selenium, kalsium, kalium, dan natrium. Selain penting untuk kesehatan tulang, ikan salmon juga bermanfaat untuk menunjang perkembangan otak, baik untuk kesehatan jantung, kulit, rambut, serta mengatasi depresi. 

Ikan Sarden

Jenis ikan lainnya yang dapat mendukung kebutuhan vitamin D per hari adalah ikan sarden. Di balik rasanya yang gurih, ikan sarden mengandung banyak nutrisi, seperti protein, karbohidrat, vitamin B12, vitamin E, zat besi, kalsium, magnesium, kalium, dan zinc. Oleh karena itu, sarden bermanfaat untuk melindungi fungsi otak, menjaga kesehatan jantung, membangun dan memelihara otot tubuh, dan menjaga kesehatan tulang.

Baca juga: Mitos atau Fakta; Sukrosa Berbahaya Terhadap Tumbuh Kembang Anak?

Ikan Tuna

Kebutuhan vitamin D per hari bisa dipenuhi dengan mengonsumsi ikan tuna sesuai dengan batas normal. Ikan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan si Kecil, di antaranya mendukung perkembangan otak, meningkatkan metabolisme tubuh, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, serta mencegah anemia. Manfaat ini bisa si Kecil dapatkan berkat kandungan nutrisi yang beragam, seperti protein, asam lemak omega 3, vitamin B, vitamin D, kalsium, fosfor, kalium, zinc, selenium, dan kolin. 

Hati Sapi

Meskipun mengandung vitamin D dalam jumlah yang sedikit dibandingkan ikan, namun hati sapi bisa mendukung kebutuhan vitamin D per hari si Kecil lho. Namun, Mums tetap harus membatasi asupan hati sapi sesuai batas normal. Sebab, hati sapi mengandung kolesterol yang cukup tinggi, jika dikonsumsi secara berlebihan bisa berbahaya terhadap kesehatan. 

Kuning telur

Selain jenis ikan dan hati sapi, kuning telur juga termasuk makanan yang kaya akan vitamin D dan bermanfaat untuk kesehatan si Kecil. Meskipun bergizi, namun Mums tetap harus membatasi asupannya karena dalam satu telur mengandung sekitar 200 mg kolesterol. Mums perlu menyeimbangkan asupan nutrisi harian si Kecil dengan makanan sehat lainnya ya. 

Minyak Ikan Kod

Kebutuhan vitamin D per hari bisa dioptimalkan juga dengan mengonsumsi minyak ikan kod. Selain kaya akan vitamin A dan asam lemak omega 3, minyak ikan kod mengandung vitamin D yang cukup tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan si Kecil. Pastikan mengonsumsi minyak ikan kod sesuai batas normal dan tidak berlebihan ya, Mums. 

Jamur 

Jamur merupakan jenis sayuran penghasil vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh. Ini karena jamur mengandung pro-vitamin yang bernama ergosterol. Ergosterol akan membantu jamur untuk mensintetiskan vitamin D2 ketika terkena paparan sinar matahari. Namun sayangnya, kandungan ini tidak ditemukan pada jamur yang dikembangbiakan di dalam ruangan. 

Sinar matahari dan beragam makanan di atas merupakan sumber vitamin D yang harus dipenuhi secara seimbang untuk mendukung kesehatan tubuh si Kecil. Selain itu, Mums juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin D si Kecil dari susu pertumbuhan yang kaya akan nutrisi. Salah satu yang bisa jadi pilihan Mums adalah susu FRISO Gold 4 yang mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. Dengan kemasan baru, susu FRISO Gold 4 tetap bernutrisi tinggi, diperkaya pula dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang