Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Jadwal Imunisasi si Kecil, dari Lahir Hingga Remaja

Jadwal Imunisasi si Kecil, dari Lahir Hingga Remaja

Memberikan perlindungan dari dalam pada diri si Kecil dapat dimulai sejak saat si Kecil lahir ke dunia ini. Beberapa vaksin misalnya, diberikan pada hitungan jam atau hari saja setelah si Kecil lahir. Selanjutnya terdapat jadwal imunisasi sesuai dengan usia si Kecil. Jadwal ini dikeluarkan secara resmi oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia sebagai rekomendasi pada tahun 2017 lalu.

Imunisasi berasal dari kata immune yang dapat diterjemahkan sebagai kekebalan. Nantinya, imunisasi dilaksanakan dengan menginjeksi zat yang dapat membantu si Kecil membentuk sistem kekebalan tubuhnya penyakit sesuai dengan jenis imunisasi yang diberikan. Di Indonesia sendiri, rekomendasi yang diberikan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia adalah untuk usia nol hingga 18 tahun.

Lalu apa saja jenis imunisasi dan kapan jadwalnya? Menurut tabel yang direkomendasikan, berikut penjelasannya.

Vaksin Hepatitis B

Dikenal juga dengan sebutan HB, diberikan dalam waktu 12 jam setelah si Kecil lahir. Pemberian vaksin ini didahului dengan menyuntikkan Vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. Selanjutnya vaksin ini diberikan pada usia 1 dan 6 bulan. Jika HB yang diberikan merupakan HB kombinasi, maka jadwalnya adalah pada usia 2, 4 dan 6 bulan.

Vaksin Polio

Vaksin polio sendiri juga diberikan ketika si Kecil lahir, dan berturut-turut pada usia 2, 3 dan 4 bulan. Pertama adalah OPV-0 pada saat lahir, kemudian berlanjut hingga OPV-3 ketika usia 4 bulan. Selanjutnya dapat diberikan booster pada usia 18 bulan.

Vaksin BCG

Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan pada si Kecil sebelum memasuki usia 3 bulan. Pemberian vaksin paling optimal adalah pada usia 2 bulan. Jika misal baru diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, Mums harus memastikan si Kecil diberikan uji Tubercullin terlebih dahulu.

Vaksin DTP

Vaksinasi difteri, jenis DTP maupun DTaP diberikan pertama kali ketika usia si Kecil menginjak 6 minggu. Selanjutnya jika Mums memberikan vaksin DTP, vaksinasi kedua dan ketiga diberikan pada usia 3 dan 4 bulan. Sedangkan yang mendapat vaksin DTaP, vaksin kedua dan ketiga diberikan pada usia 6 dan 6 bulan. Saat si Kecil memasuki usia 7 tahun, Mums bisa memberikan booster vaksinasi difteri dengan vaksin Tdap atau Td pada usia 10-12 tahun.

Vaksin Pneumokokus

Dikenal dengan PCV, diberikan pada usia 7 hingga 12 bulan sebanyak 2 kali dengan interval masing-masing 2 bulan. Ketika menginjak usia 1 tahun, kembali diberikan satu dosis lagi. Ketika si Kecil menginjak usia 2 tahun, PCV cukup diberikan sebanyak 1 kali saja.

Vaksin Rotavirus

Rotavirus Monovalen diberikan sebanyak 2 kali, pada usia 6 hingga 14 minggu dan kedua diberikan dengan interval 4 minggu. Batas akhir pemberian vaksin jenis ini adalah pada usia 24 minggu. Untuk jenis Rotavirus Pentovalen diberikan 3 kali, pada usia 6 hingga 14 minggu, lalu diberikan interval 4 sampai 10 minggu, dan terakhir pada usia 32 minggu.

Vaksin Influenza

Diberikan pada usia lebih dari 6 bulan dan diulang setiap tahunnya. Vaksin pertama diberikan ketika si Kecil berusia 9 tahun dan diberikan dua kali dengan interval 4 minggu.

Vaksin Campak

Diberikan untuk kedua kalinya pada usia 18 bulan dan tidak perlu diberikan jika si Kecil telah mendapatkan MMR.

Vaksin MMR/MR

Diberikan setelah mendapatkan vaksin campak pertama pada usia 9 bulan. Vaksin ini kemudian diberikan pada usia si Kecil 15 bulan. Namun jika pada usia 12 bulan si Kecil belum mendapatkan vaksin campak maka vaksin ini dapat diberikan juga.

Vaksin Varisela

Diberikan setelah usia si Kecil menginjak 12 bulan dan periode terbaik pemberiannya adalah pada usia sebelum memasuki sekolah dasar. Jika diberikan ketika si Kecil sudah berusia lebih dari 13 tahun, maka wajib diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 4 minggu.

Vaksin Human Papilloma Virus

Dikenal dengan HPV, diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin HPV Bivalen diberikan sebanyak 3 kali pada usia 0, 1 dan 6 bulan. Untuk HPV Tetravalen diberikan pada usia 0, 2 dan 6 bulan. Jika sudah menginjak usia 10 hingga 13 tahun maka diberikan 2 kali dengan interval 6 sampai 12 bulan.

Vaksin Japanese Encephalitis

Dikenal juga dengan sebutan JE, diberikan ketika si Kecil menginjak usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke area endemis tersebut. Sebagai perlindungan jangka panjang, Mums bisa memberikan booster pada interval 1 atau 2 tahun berikutnya.

Vaksin Dengue

Diberikan pada usia 9 sampai 16 tahun, dengan interval 0, 6 dan 12 bulan.

Keterangan lengkap terkait dengan jadwal imunisasi ini dapat Mums akses secara langsung pada situs Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk mendapatkan update terkini. Perlu dipahami, pemberian vaksin ini tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Untuk mendapatkan jadwal yang lebih komprehensif dan tepat, Mums bisa berkonsultasi dengan dokter anak kepercayaan Mums.

Selamat! Mums beruntung berkesempatan mendapatkan Free Sample dari Friso!

Daftar Sekarang