Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Kandungan Udang yang Bermanfaat Bagi Kesehatan Si Kecil

Kandungan Udang yang Bermanfaat Bagi Kesehatan Si Kecil

Selain memiliki cita rasa yang lezat, ternyata kandungan udang sangat bermanfaat untuk kesehatan si Kecil lho, Mums. Manfaat dari kandungan udang ini dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil jika dikonsumsi sesuai batas normal. Sementara, untuk sebagian orang, mengonsumsi udang justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya kenaikan kadar kolesterol dalam darah. Seperti yang Mums ketahui, udang termasuk salah satu jenis seafood yang populer dan sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Di balik kepopulerannya itu, penting bagi Mums untuk mengetahui kandungan nutrisi, manfaat, serta resep olahannya untuk mendukung kebutuhan gizi harian si Kecil. 

Apa Saja Kandungan Udang?

Melansir laman resmi healthline.com, dalam setiap 85 gram udang yang matang, terdapat 84 kalori dan 20 gram protein. Kandungan udang juga diperkaya oleh berbagai mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti kalsium, magnesium, fosfor, kalium, dan zinc. Menariknya, kandungan udang berupa lemak ternyata memiliki kadar yang relatif rendah. Berikut ini beberapa kandungan udang beserta manfaatnya untuk kesehatan:

Kandungan Udang: Protein

Kandungan udang yang sangat penting adalah protein. Nutrisi ini sangat dibutuhkan oleh tubuh karena dapat membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan protein yang optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya. Selain itu, asupan protein juga diperlukan untuk pembentukan antibodi, mengangkut zat gizi, serta sebagai sumber energi.

Kandungan Udang: Kalsium

Kandungan udang yang satu ini berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kalsium juga bermanfaat kinerja otot, hormon, fungsi saraf dan kemampuan pembekuan darah. Tahukah Mums bahwa kulit udang pun mengandung nutrisi glukosamin yang berperan dalam pembentukan tulang rawan di persendian.

Kandungan Udang: Omega 3

Sama halnya dengan ikan, udang juga termasuk makanan laut yang mengandung asam lemak omega 3. Selain meningkatkan kecerdasan otak, asam lemak omega 3 juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mencegah radang sendi, mencegah asma, hingga mengurangi risiko penyakit alzheimer.

Kandungan Udang: Vitamin B12

Melansir laman healthline.com, dalam satu ekor udang berukuran sedang terdapat kandungan vitamin B12 sekitar 12%. Kandungan udang yang satu ini berfungsi dalam memproduksi sel darah merah sehingga mencegah terjadinya anemia. Vitamin B12 juga berperan dalam memperlancar metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak dalam sel tubuh agar berlangsung dengan optimal.

Kandungan Udang: Selenium

Kandungan udang yang satu ini termasuk ke dalam mineral yang berperan sebagai antioksidan. Selenium berfungsi untuk mencegah terjadinya peradangan dalam tubuh. Selain itu, peran selenium dalam tubuh juga dapat mencegah kerusakan sel dan penuaan dini akibat radikal bebas.

Kandungan Udang: Yodium

Kandungan udang yang tak kalah penting adalah yodium. Nutrisi ini berperan untuk mendukung kinerja kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon. Kekurangan yodium dapat memicu penyakit gondok, penyakit autoimun, dan meningkatkan risiko penyakit kanker. 

Kandungan Udang: Zat Besi

Zat besi termasuk kandungan udang yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Hemoglobin merupakan protein yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Selain itu, kandungan udang yang satu ini bermanfaat untuk mengatasi anemia, menguatkan otot, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu menjaga kesehatan otak si Kecil. 

Baca juga: Rekomendasi Makanan Sehat untuk Anak, Sudah Coba Mums?

Manfaat Udang Bagi Tumbuh Kembang Si Kecil 

Banyaknya kandungan nutrisi di dalam udang menjadi bukti bahwa makanan laut ini memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Supaya lebih jelas, berikut ini beberapa manfaat udang untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil:

Mencegah anemia

Manfaat udang yang pertama yaitu dapat mencegah dan mengatasi anemia karena udang mengandung vitamin B12, yang berperan dalam produksi sel darah merah, sehingga dapat membantu mencegah penyakit anemia. 

Membantu meningkatkan kesehatan tulang dan gigi

Kandungan kalsium serta fosfor pada udang mampu bekerja secara bersamaan untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat. 

Meningkatkan sistem imun

Udang sangat kaya akan kandungan zat besi yang penting dalam pembentukan energi di dalam tubuh. Kandungan mineral dalam udang juga dapat menguatkan sistem imun tubuh dan berperan sebagai antioksidan yang dapat memerangi radikal bebas. Dengan begitu, daya tahan tubuh si Kecil akan lebih kuat jika mengonsumsi udang secara rutin dalam batas normal, serta diimbangi oleh asupan nutrisi penting lainnya. 

Meningkatkan kecerdasan

Manfaat ini bisa si Kecil dapatkan berkat kandungan asam lemak omega 3 yang ada dalam udang. Selain itu, asam lemak omega 3 juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung si Kecil.

Risiko Makan Udang Secara Berlebihan

Meski rasanya enak dan kandungan nutrisinya berlimpah, namun udang juga bisa memicu risiko berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Berikut ini beberapa risiko mengonsumsi udang yang perlu Mums waspadai:

  • Alergi

    Makanan laut atau seafood bisa menjadi penyebab alergi untuk sebagian orang, tak terkecuali udang. Jika si Kecil memiliki alergi terhadap seafood, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan satu ini ya, Mums. Gejala alergi udang akan ditandai dengan kulit gatal, mual, muntah, sakit perut, pusing, atau bengkak di sekitar wajah.

  • Tersedak

    Meskipun kulit udang mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan, namun Mums harus hati-hati saat memberikannya kepada si Kecil. Sebab, kulit dan ekor udang bisa menyebabkan si Kecil tersedak jika tidak dikunyah dengan baik. Akibatnya, si Kecil akan mengalami penyumbatan pernapasan jika tidak ditangani dengan cepat. 

  • Keracunan Makanan

    Risiko lain saat mengonsumsi udang secara berlebihan adalah keracunan. Kondisi ini dapat terjadi bila udang tidak diolah atau dimasak dengan benar. Udang yang masih kotor atau mentah mengandung bakteri yang bisa berbahaya terhadap kesehatan si Kecil. 

  • Kolesterol Tinggi

    Seperti yang telah disebutkan, mengonsumsi udang secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi dalam tubuh. Sebab, dalam satu porsi kecil udang, terdapat kandungan kolesterol sekitar 200 mg. Banyak ahli yang menganggap jumlah tersebut sudah melebihi batas asupan kolesterol untuk satu hari. Oleh karena itu, Mums perlu memenuhi asupan udang untuk si Kecil sesuai dengan batas normal. 

Resep Olahan Udang

Setelah mengetahui kandungan udang dan manfaatnya untuk tumbuh kembang si Kecil. Kini, saatnya Mums berkreasi membuat olahan udang yang lezat dan sehat. Hindari memanaskan atau mengolah udang dan makanan lainnya lebih dari satu kali agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak ya, Mums.

Tahu Isi Udang

Bahan-bahan:

  • 300 gram udang
  • 1 putih telur
  • 4 tahu kuning ukuran besar atau sedang
  • 1 sdt tepung maizena
  • 1 sdt kecap asin
  • 1 sdt minyak wijen
  • Daun bawang, potong-potong kecil
  • Garam dan merica secukupnya

Cara membuat:

  1. Cuci bersih udang, buang kepala dan kulitnya. Bersihkan kotoran di bagian punggungnya
  2. Haluskan udang, putih telur, garam, dan merica menggunakan food processor atau blender
  3. Cuci bersih tahu, keringkan, dan potong menjadi dua bagian
  4. Sayat sedikit bagian tengah tahu, lalu taburi dengan tepung maizena
  5. Isi tahu dengan campuran adonan udang, lalu kukus selama 5 menit
  6. Campurkan kecap asin, minyak wijen, dan daun bawang untuk dijadikan saus 
  7. Tahu isi udang siap disajikan dengan saus yang lezat

Spaghetti Udang 

Bahan-bahan:

  • 300 gram spaghetti 
  • 100 gram udang
  • 100 gram kacang polong
  • 4 siung bawang putih
  • 200 ml air
  • 1/2 buah lemon
  • 1 buah cabai merah (opsional)
  • Garam dan merica secukupnya
  • Keju parut
  • Daun peterseli

Cara membuat:

  1. Cuci bersih udang, pisahkan daging dengan kepala dan kulitnya. Marinasi dengan perasan air lemon
  2. Iris tipis bawang putih dan iris serong cabai merah 
  3. Rebus spaghetti dengan garam, masak hingga matang dan tiriskan
  4. Tumis bawang putih dan cabai merah hingga harum 
  5. Masukkan udang dan kacang polong, masak hingga matang
  6. Tambahkan garam dan merica, aduk rata dan masak hingga matang
  7. Sajikan spaghetti udang untuk menu makan siang si Kecil 


Selain udang, Mums juga perlu menambahkan nutrisi dari susu pertumbuhan seperti Susu FRISO Gold 4. Susu FRISO Gold 4 menjadi pilihan tepat karena mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. susu FRISO GOLD 4 tetap bernutrisi tinggi karena diperkaya oleh kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang