Lompat ke isi utama
kapan-bayi-bisa-melihat

Umur Berapa Bayi Bisa Melihat? Ini Tahapannya

Saat bayi lahir, Mums pasti sudah tidak sabar ingin merasakan momen ditatap oleh si Kecil kan? Beberapa saat setelah bayi lahir, ia memang bisa membuka matanya, namun bukan berarti bayi langsung bisa melihat dengan jelas wajah Mums dan sekitarnya ya. Bayi yang baru lahir akan belajar melihat seperti layaknya belajar berjalan dan berbicara.

Lalu, umur berapa bayi bisa melihat? Penglihatan bayi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan usianya. Bayi akan belajar memfokuskan mata, menggerakan bola mata, mengoordinasikan penglihatannya, hingga belajar mengolah informasi dari apa yang ia lihat untuk dicerna oleh otak. 

Dilansir dari Stanford Children’s Health, umur berapa bayi bisa melihat tidak bisa Mums tentukan sesaat ketika bayi lahir. Pasalnya, tepat saat bayi lahir, biasanya ia hanya mengenali warna hitam dan putih, serta sedikit nuansa abu-abu. Namun, perkembangan umur berapa bayi bisa melihat sebenarnya sudah bisa Mums ketahui sejak bayi berusia 4-12 bulan. Meskipun begitu, Mums juga perlu memahami perkembangan penglihatan bayi sejak lahir hingga usia 3 bulan. 

Perkembangan penglihatan ini berperan penting dalam tumbuh kembang bayi. Ini karena bayi lebih dulu memperoleh informasi dari apa yang ia lihat, sebelum akhirnya belajar merangkak, duduk, dan kemampuan lainnya. Oleh karena itu, Mums perlu mengetahui umur berapa bayi bisa melihat agar langsung sigap bila ada gangguan atau penyakit pada mata yang bisa mengganggu penglihatannya. Meskipun begitu, Mums perlu ingat bahwa tidak semua bayi sama, sehingga waktu kapan bayi bisa melihat atau umur berapa bayi bisa melihat dengan jelas pun akan berbeda sesuai dengan tahap perkembangan usia antara satu bayi dengan bayi lainnya. 

Umur berapa bayi bisa melihat dengan Jelas?

Bayi Baru Lahir Hingga 1 Bulan

Umur berapa bayi bisa melihat? Apakah di rentang usia ini sudah ada bayi yang bisa melihat dengan jelas? Jawabannya, bayi baru lahir belum bisa melihat dengan jelas ya, Mums. Umumnya, bayi hanya bisa melihat dengan samar-samar benda yang berjarak sangat dekat dengan matanya, yaitu sekitar 20-30 cm saja. Jarak ini merupakan jarak antara mata bayi dengan wajah Mums saat menyusui ASI. Karena pandangannya masih samar atau kabur, Mums pasti sering melihat si Kecil menerawang ke sana kemari karena matanya belum fokus melihat satu benda.

Penglihatannya akan terus meningkat seiring sel saraf pada retinanya yang berkembang. Dalam beberapa minggu, seiring retinanya berkembang, pupil bayi pun semakin melebar. Saat usia satu bulan, kedua mata bayi semakin berkoordinasi dan mengalami perkembangan yang cepat untuk melihat cahaya, meskipun begitu, kapan bayi bisa melihat pun masih belum terlalu fokus ya, Mums. 

Bayi Usia 2-4 Bulan

Mums pasti penasaran, di rentang usia ini umur berapa bayi bisa melihat dengan jelas? Saat bayi berusia 2 bulan, mata bayi belum dapat fokus pada suatu benda yang jarak pandangnya lebih dari 20-25 cm. Walaupun bayi sudah mulai fokus melihat pada suatu benda, namun ia belum mampu mengalihkan matanya dari satu benda ke benda lain dengan cepat. Pada usia 2 bulan, Mums mungkin memperhatikan kedua mata bayi tampak tidak berkoordinasi dengan baik sehingga terlihat seperti mata juling. Bila kondisi ini terjadi, Mums tidak perlu khawatir karena mata juling cukup normal dialami bayi yang masih berusia 2 bulan. Namun, jika kondisi ini terjadi secara terus menerus, sebaiknya Mums bawa si Kecil ke dokter mata agar mendapat penanganan yang tepat. 

Pertanyaan umur berapa bayi bisa melihat dengan jelas pun terjadi di usia tiga bulan. Saat ini penglihatan bayi sudah mulai mengikuti benda bergerak dengan jarak yang dekat di depan matanya. Jika Mums menggerakan benda di depan mata si Kecil, biasanya ia langsung mencari fokus benda tersebut dan berkoordinasi dengan lengannya untuk mencoba meraih benda dengan tangannya. Selain fokus mencari tahu kapan bayi bisa melihat, Mums juga perlu mengajaknya berbicara sambil membawa benda-benda berwarna cerah di depan matanya. Tujuannya, agar penglihatan si Kecil dapat saling berkoordinasi dan mengirimkan informasi ke otak secara perlahan. 

Bayi Usia 5-8 Bulan

Perkembangan selanjutnya umur berapa bayi bisa melihat terlihat di usia 5 bulan, yang ditandai dengan gerakan mata serta koordinasi mata dan tubuh makin berkembang. Pada usia ini, bayi sudah mulai bisa melihat dengan cara memperkirakan jarak dekat atau jauh benda tersebut. Lebih lanjut, kapan bayi bisa melihat dan membedakan warna-warna juga pasti jadi pertanyaan Mums. Saat usia 5 bulan, bayi juga sudah bisa melihat warna gelap hingga terang, meskipun sensor penglihatan terhadap warna belum sensitif seperti orang dewasa ya, Mums. Bahkan, bayi yang berusia 5 bulan sudah bisa melihat benda secara tiga dimensi. Koordinasi antara mata dan tangan yang semakin baik membuatnya ingin berusaha meraih benda yang menurutnya menarik. 

Memasuki usia 8 bulan, penglihatannya semakin berkoordinasi karena dibantu dengan kemampuannya untuk merangkak. Oleh karena itu, bayi yang lebih cepat merangkak hingga berjalan, biasanya lebih cepat mengkoordinasikan antara mata, tangan, dan bagian tubuh lainnya. Di usia ini pun kemampuan bayi melihat warna-warna semakin tajam. 

Bayi Usia 9-12 Bulan

Saat mengamati proses perkembangan kapan bayi bisa melihat dengan sangat jelas, Mums juga sebaiknya bisa berkonsultasi dengan dokter mata untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan dan mengetahui sejauh mana ketajaman mata bayi. Idealnya, di usia 9 bulan ini bayi sudah dapat menggunakan mata dan tangannya secara bersamaan. Bahkan, di usia ini bayi juga biasanya sudah bisa mengambil benda kecil di lantai seperti remah-remah makanan, walaupun ukurannya cukup kecil dan sering luput dari perhatian Mums. Oleh karena itu, Mums perlu lebih waspada terhadap benda-benda kecil yang ada sekitar bayi karena bisa saja ia langsung memasukkan benda tersebut ke dalam mulutnya. Saat berusia 12 bulan, bayi mulai aktif merangkak dan belajar berjalan, kemampuan ini sangat baik untuk meningkatkan koordinasi mata dan tangannya. 

Perkembangan kapan bayi bisa melihat ini dapat Mums ketahui dari rentang usia yang telah dijelaskan di atas. Namun, perlu diingat kembali bahwa perkembangan tiap bayi akan berbeda ya, Mums. Oleh karena itu, jika Mums khawatir dengan perkembangan si Kecil, Mums bisa berkonsultasi dengan dokter atau bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini agar menstimulasi penglihatan si Kecil lebih optimal.

Cara Menstimulasi Penglihatan Si Kecil

Setelah mengetahui umur berapa bayi bisa melihat, selanjutnya Mums perlu mengetahui juga bagaimana cara stimulasi penglihatan bayi dengan langkah mudah di bawah ini:

  • Biasakan ajak si Kecil berkomunikasi sejak ia lahir. Mums bisa mengajaknya mengobrol meskipun si Kecil belum paham apa yang dimaksud oleh Mums, namun hal ini dapat merangsang kemampuannya dalam mendeteksi perubahan ekspresi wajah orang-orang di sekitarnya.
  • Ajak si Kecil bermain cilukba, terutama saat si Kecil memasuki usia 4 bulan. Cara ini berguna untuk membantu koordinasi gerakan mata dan tangannya.
  • Tunjukkan benda-benda atau mainan dengan warna gelap hingga cerah. Biasanya si Kecil tertarik dengan benda yang berwarna-warni sehingga ia bisa lebih aktif mengasah ketajaman penglihatannya.

Menjaga Kesehatan Mata Anak

Setelah memahami umur berapa anak bisa melihat, Mums tentu harus menjaga kesehatan mata si kecil karena mata merupakan jendela dunia. Dengan mata yang sehat, perkembangan anak juga akan berjalan dengan optimal.

Memberikan Makanan Bergizi

Mums disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung Vitamin A dan omega 3 karena kedua nutrisi tersebut dibutuhkan untuk menunjang perkembangan mata janin di dalam kandungan. Ketika si Kecil telah lahir, MUms juga perlu memberikan makanan yang mengandung vitamin dan omega 3.

Memeriksa Kesehatan Mata Anak

Memeriksa kesehatan mata si Kecil sejak usianya menginjak 6 bulan sangat disarankan untuk Mums lakukan. Selain itu, lakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap 2 tahun sekali. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk menjaga kesehatan mata anak, tapi juga mencegah dan menangani gangguan mata yang mungkin diderita anak. Pasalnya, semakin cepat terdeteksi, diharapkan gangguan mata yang diderita anak akan semakin cepat untuk teratasi.

Membatasi Penggunaan Gadget

Kemajuan teknologi di masa kini telah membuat kehidupan tak bisa terlepas dari gadget. Namun, Mums perlu membatasi penggunaan gadget pada anak dengan memberi batasan waktu anak bermain gadget. Misalnya, dalam satu hari si Kecil hanya punya waktu 1 jam untuk memainkan gadget.

Aturan seperti ini penting untuk diterapkan oleh Mums karena penggunaan gadget yang berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan mata anak. Beberapa di antaranya seperti mata kelelahan, gangguan ketajaman penglihatan, hingga mata menjadi kering. Kesehatan mata si Kecil juga perlu didukung dengan beristirahat yang cukup.

Memberikan Contoh yang Baik

Ketika Mums ingin membuat larangan kepada anak, pastikan bahwa Mums juga bisa memberikan contoh yang nyata kepada si Kecil. Anak-anak adalah masa di mana mereka memiliki kemampuan terbaik dalam mencontoh perilaku orang-orang di sekitarnya.

Ambil contoh ketika Mums melarang anak untuk menonton TV terlalu dekat, maka Mums harus bisa memberikan contoh kepadanya. Begitupun ketika Mums menganjurkan untuk memakan makanan sehat seperti buah, sayuran, maka Mums harus bisa memberikan contoh nyata agar si Kecil bisa melakukannya dengan optimal.

Batasi Terlalu Lama Ada di Dalam Ruangan

Hal ini bisa Mums lakukan untuk mencegah terjadinya rabun dekat atau miopi karena anak terlalu sering bermain di dalam ruangan. Namun, Mums juga harus memerhatikan untuk melindungi anak dari sinar UV dengan membiasakan si Kecil mengenakan topi atau kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya siang hari.


Sekarang Mums sudah mengetahui umur bayi bisa melihat dan bagaimana cara menstimulasinya, bukan? Ajak si Kecil bermain dan rangsang kemampuan visualnya dengan memberikan berbagai mainan edukasi anak yang memiliki bentuk serta warna menarik. Selain mainan, Mums juga perlu menambah nutrisi harian si Kecil dari makanan yang dikonsumsinya, seperti susu Friso Gold 3 yang berperan sebagai tambahan nutrisi untuk tumbuh kembang si Kecil agar lebih optimal. Yang istimewa, Friso Gold 3 ini diformulasikan dengan teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam.