Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Keamanan Makanan, Tanggung Jawab Orangtua

Keamanan Makanan, Tanggung Jawab Orangtua

Lingkungan rumah terkadang dapat menjadi medan ‘ranjau’ bagi si Kecil. Selain kecelakaan dalam rumah tangga, salah satu alasan umum anak menjalani rawat inap di rumah sakit adalah kurangnya pengawasan keamanan makanan. Karena sistem kekebalan tubuh anak belum sebaik orang dewasa, maka orangtua harus lebih waspada saat memberikan makanan kepada anaknya.

Ketika membeli makanan beku atau bahan masakan segar, segera masukkan ke dalam kulkas setiba di rumah untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Makanan jenis tersebut juga harus dikonsumsi secepatnya, karena menyimpannya di kulkas dalam waktu lama dapat mengurangi kesegarannya. Ingatlah bahwa kunci untuk mencegah keracunan makanan ialah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri!

Selain itu, proses pencucian bahan makanan tergantung pada jenis makanan itu sendiri. Misalnya, sayuran harus dicuci dengan air sebelum dimasak, atau batang sayuran harus dipotong karena residu pestisida cenderung menumpuk di sana. Jika memungkinkan, rendam sayuran di dalam air garam beberapa saat sebelum memasak. Untuk buah-buahan, akan lebih baik jika Mum turut mengupas sedikit bagian buah bersamaan dengan kulit luarnya untuk mengantisipasi pestisida yang meresap kelapisan dalam buah.

Saat membersihkan ikan, pastikan bahwa bagian yang licin dan berdarah telah dibersihkan secara menyeluruh. Ikan laut dapat dibersihkan menggunakan air garam. Untuk daging, sebaiknya buanglah bagian lemak, karena di sana biasanya terdapat sisa tumpukan pestisida. Mum juga dapat memotong daging menjadi potongan-potongan kecil, lalu didihkan selama setengah menit sebelum dimasak. Ini akan membantu membunuh bakteri dan menghilangkan zat kimiawi dalam daging.

Pembersihan makanan untuk membunuh bakteri dan kuman tidak akan berjalan baik jika Mum sendiri tidak higienis. Oleh karena itu, orangtua harus selalu mencuci tangan sebelum memasak, serta melepaskan aksesoris seperti cincin atau jam tangan, sehingga bakteri yang terdapat pada celah-celah kecil di tangan tidak mengkontaminasi makanan. Setelah Mum mengganti popok si Kecil, ingat juga untuk mencuci tangan Mum sebelum kembali menyentuh makanan.

Berkaitan dengan prosedur memasak yang benar, pastikan semua makanan telah dimasak secara menyeluruh. Secara umum, makanan yang dipanaskan hingga 75 °C selama lebih dari satu menit cukup untuk menghilangkan sebagian besar bakteri. Saat memanaskan sup, pastikan sup tersebut telah mendidih sebelum disajikan untuk si Kecil.