Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Kenali Jenis-jenis Alergi pada Bayi dan Penyebabnya

Kenali Jenis-jenis Alergi pada Bayi dan Penyebabnya

Alergi pada bayi menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dikeluhkan. Alergi pada bayi sering terjadi lantaran sistem kekebalan tubuh bayi yang masih lemah. Alergi pada bayi sendiri adalah reaksi sistem kekebalan tubuh bayi terhadap zat asing yang dihirup, disuntikkan, tertelan, atau bahkan tersentuh.

Alergi pada bayi juga disebabkan karena tubuh bayi memerlukan proses penyesuaian untuk mengenali apa yang akan dikonsumsi dan hal-hal di sekitar lingkungannya.

Penyebab Alergi pada Bayi

Sebelum membahas lebih lanjut tentang jenis-jenis alergi pada bayi, Mums juga harus mengetahui faktor penyebab alergi pada bayi. Faktor genetik sering memainkan peran penting dalam terjadinya alergi pada bayi.

Jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka bayi dapat berisiko mengalami alergi hingga 70%. Faktor selanjutnya yang sering menjadi penyebab terjadinya alergi pada bayi yaitu makanan dan lingkungan. Namun, alergi sebab lingkungan lebih jarang ditemui daripada alergi karena makanan.

Terdapat beberapa makanan makanan yang paling sering menyebabkan alergi pada bayi seperti kacang, susu, telur, kerang, dan ikan. Adapun, alergi yang disebabkan oleh lingkungan biasanya terjadi saat si kecil menginjak usia 18 bulan. Pada usia ini, anak bisa menunjukkan alergi terhadap benda-benda yang ada di dalam maupun di luar ruangan.

Faktor penyebab lain alergi pada bayi berikutnya bisa dikarenakan gigitan serangga yang bikin kulit membengkak, gatal, dan memerah. Lalu ada obat-obatan dan bahan kimia tertentu, seperti detergen, yang bisa menyebabkan alergi pada bayi. Terkadang, bahan kimia tertentu pada produk bayi, seperti popok bayi sekali pakai, juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi.

Jenis-jenis Alergi pada Bayi

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi secara abnormal terhadap pemicu alergi. Riset yang terbit pada jurnal Clinical and Experimental Allergy menemukan, penyebab alergi pada anak juga terjadi akibat adanya faktor genetik.

Penelitian tersebut memaparkan jika seseorang yang memiliki hubungan darah dengan orang yang sensitif terhadap pencetus alergi tertentu, maka risiko alergi orang tersebut akan muncul.

Alergi pada Bayi- Alergi Makanan

Reaksi alergi pada bayi karena makanan bisa muncul pada lebih dari satu jenis makanan. Makanan seperti kacang-kacangan, telur, ikan, kedelai, kerang, hingga gandum juga bisa memicu alergi pada bayi.

Dalam riset yang diterbitkan pada jurnal International Journal of Environmental Research and Public Health, penyebab alergi pada bayi dalam bentuk makanan atau minuman memengaruhi hingga 10% bayi di berbagai negara. Gejala alergi makanan yang biasanya muncul pada bayi bisa berupa batuk, sakit perut, diare, gatal-gatal, muntah, hidung meler, sulit bernapas, pembengkakan bibir atau lidah.

Alergi pada Bayi- Alergi Musiman

Alergi pada bayi selanjutnya bisa berupa alergi musiman. Pada musim tertentu bayi bisa lebih rentan terkena alergi yang disebut dengan rinitis alergi. Gejala yang dapat muncul, yaitu bersin, mata berair, batuk, hidung beringus, dan sakit telinga.

Alergi pada Bayi- Alergi Bahan Kimia dan Obat-obatan

Alergi bahan kimia bisa disebabkan karena deterjen, sabun, ataupun popok yang digunakan untuk keperluan bayi karena adanya bahan kimia yang terkandung dalam produk tersebut. 

Oleh karena itu, Mums, sangat dianjurkan memilih produk yang aman untuk bayi karena kulit mereka masih sensitif.

Kemudian ketika bayi sakit, Mums mungkin memberi antibiotik agar mereka bisa cepat sembuh. Namun, antibiotik ternyata merupakan obat yang paling sering menyebabkan alergi. Selain antibiotik, masih terdapat pula obat lain yang dijual bebas bisa memicu terjadinya alergi.

Jika setelah mengonsumsi obat tertentu bayi menunjukkan reaksi alergi, seperti batuk, ruam, gatal atau bahkan pembengkakan, maka bayi berpotensi mengalami alergi obat.

Cara Mengecek Alergi pada Bayi

Alergi sendiri merupakan hal yang wajib dan harus Mums antisipasi. Baik itu alergi ringan hingga alergi yang cukup berat dan layak untuk dikhawatirkan. Di sinilah pentingnya cek alergi untuk si kecil.

Perlu diingat ya, Mums, dapat melakukan cek alergi pada si kecil di usia berapapun, akan tetapi cek alergi yang dilakukan pada kulit umumnya tidak dianjurkan untuk dilakukan pada si kecil yang berusia di bawah usia 6 bulan.

Untuk lebih jelas, berikut ini adalah macam-macam cek alergi yang dapat Mums lakukan beberapa cara perlu juga dilakukan dengan konsultasi dokter, ya: 

Cek darah

Cek darah yang dilakukan untuk cek alergi pada si kecil serupa dengan cek darah lainnya. Sampel darah si kecil akan dikirim ke laboratorium untuk diuji. Dalam satu pengambilan sampel bisa menguji beberapa alergi dan tidak beresiko terhadap reaksi alergi. Bisanya hasil akan keluar dalam beberapa hari. 

Melalui tes ini nantinya akan mengukur antibodi yang ada dalam darah si kecil yang lebih spesifik untuk berbagai macam alergen seperti makanan. Jika tinggi levelnya maka semakin tinggi pula kemungkinan si kecil mengalami alergi

Skin Prick Test

Cek alergi yang kedua ini dilakukan dengan cara memberikan setetes alergen dengan menyuntikkannya menggunakan jarum sehingga alergen dapat masuk ke kulit. Biasanya pengujiannya dilakukan di bagian dalam atau belakang lengan. Tes ini kerap dianggap sebagai cek alergi standar pada bayi yang bisa dilakukan di usia berapapun setelah si kecil berusia lebih dari 6 bulan. 

Patch Test

Cek alergi yang satu ini adalah patch test. Cek alergi ini dilakukan jika Mums melihat si kecil mengalami gatal-gatal yang menyerang kulitnya. Melalui cek alergi inilah kita dapat melihat apakah alergen menyebabkan iritasi kulit. Caranya adalah, alergen dimasukkan kedalam patch yang nantinya akan ditempelkan di atas kulit lengan atau punggung si kecil selama 48 jam. Tes ini dapat Mums lakukan dengan menggunakan 2- sampai 30 alergen. 

Mengeliminasi Makanan

Biasanya ,makanan yang paling umum membuat alergi adalah, susu, telur, kacang tanah, ikan dan kerang. Salah satu rekomendasi untuk cek alergi adalah dengan mengeliminasi makanan-makanan yang sekiranya secara umum dapat mengakibatkan alergi pada si kecil. Hal ini dapat Mums lakukan selama seminggu atau lebih untuk mengawasi reaksi alergi tersebut

Tes Tantangan Makanan 

Cek alergi ini nantinya dapat menentukan apakah si kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Pada satu waktu hanya satu makanan ya Mums yang dapat diujikan. Selama satu hari si kecil akan diberikan jumlah makanan tertentu secara teratur serta cek perkembangannya untuk mengetahui reaksi yang ada. 

Mengenali gejala dan jenis-jenis alergi pada bayi menjadi sangat penting untuk Mums. Namun, Mums juga tetap perlu berikan ASI secara rutin sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan bayi menjelang usia 1 tahun. Demi menjaga kualitas ASI serta kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh Mums dalam menjaga tumbuh kembang bayi, jangan lupa untuk minum Susu Frisomum Gold Dualcare+ yang memiliki kandungan zat besi, kalsium, serta ALA/LA, dan prebiotik untuk menjaga kesehatan pencernaan Mums dari sembelit atau konstipasi.

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang