Lompat ke isi utama
kenali-penyebab-baby-blues-dan-cara-mengatasinya_IaZj6cTI9C

Hati-hati, Ini Penyebab Baby Blues dan Cara Mengatasinya

Baby blues yang tidak ditangani dengan tepat bisa membahayakan nyawa bayi. Untuk itu, Mums perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasinya di sini

Di balik kebahagiaan atas kelahiran buah hati, tak sedikit pula Mums yang merasakan baby blues. Kondisi yang ditandai dengan rasa gelisah, resah, serta cemas berlebihan membuat ibu merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, kondisi baby blues yang lebih parah bisa berbahaya terhadap keselamatan bayi. Untuk itu, penting bagi Mums memahami seluk beluk seputar baby blues agar dapat mengatasinya dengan tepat. 

Apa itu Baby Blues Syndrome?

Baby blues adalah perubahan mood yang terjadi pada ibu yang baru melahirkan, serta tumbuhnya perasaan negatif terhadap bayi mereka setelah melakukan proses persalinan. Sekitar 70-80% ibu baru secara mengejutkan mengalami perubahan mood yang drastis ini.

Baby blues syndrome adalah suatu hal yang biasanya sulit dihindari, beberapa gejala baby blues seringkali terjadi secara mendadak di empat atau lima hari setelah kelahiran bayi. Seberapa cepat kemunculan gejala baby blues seringkali dipengaruhi bagaimana Mums melahirkan si Kecil.

Beberapa gejala baby blues membuat Mums merasa sedih berlebihan dan dan ingin menangis tanpa alasan, bisa juga berupa ketidaksabaran diri, memiliki perasaan kurang nyaman, cemas, sulit tidur, hingga perubahan mood secara tiba-tiba. 

Sering juga baby blues syndrome ditandai dengan rasa takut untuk menjadi ibu yang baik. Gejala-gejala ini bisa berlangsung paling lama 1 sampai 2 minggu setelah kelahiran bayi. Apakah Mums memiliki gejala di atas? Atau Mums pernah mengalami sindrom baby blues?

Baca Juga: Bintik Merah pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Gejala Baby Blues Syndrome 

  • Mengalami gangguan perubahan suasana hati yang menyebabkan Mums menangis dan merasa sedih yang berlebihan. 
  • Emosi labil, mudah tersinggung, suasana hati yang buruk sehingga mudah marah dan muncul rasa takut yang tidak beralasan, misalkan melihat feses bayi yang berubah warna, sering menyusui namun bayi tetap menangis, dan Mum bingung harus melakukan apa.
  • Merasa kelelahan, sulit tidur dan sering sakit kepala.
  • Merasa kurang percaya diri dan muncul kecemasan, padahal bayi sedang baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Mengalami baby blues adalah hal yang umum dialami oleh Mums usai melahirkan selama kurang lebih 2 minggu. Namun demikian, jika gangguan ini dibiarkan berlanjut dapat memberikan efek yang negatif bagi Mums dan bayi. Untuk itu, Mums disarankan mengatasi hal ini dengan tepat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah:

  • Melakukan persiapan melahirkan mulai dari fisik, mental, dan materil. Mums bisa baca buku tentang maternity selama Mums hamil, ataupun baca buku tentang persiapan melahirkan dan menyusui. Saat Mums siap dengan kehadiran si buah hati, maka rasa cemas pasca melahirkan tidak akan membuat Mums merasa tertekan atau depresi, tetapi justru merasa bahagia.
  • Mencari banyak informasi seputar persalinan penting dilakukan sebelum melahirkan, agar Mums tidak “kaget” saat mulai merawat bayi. Bicarakan dengan dokter mengenai cara merawat sekaligus menjaga kesehatan si Kecil.

Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir?

Ketika Mums tahu cara dan siap merawat si kecil, maka kemungkinan mengalami baby blues syndrome pun dapat dihindari setelah melahirkan. Jangan lupa juga untuk orang tua mempelajari atau bertemu dengan dokter laktasi sebelum melahirkan si Kecil, agar Mums tidak stres atau depresi dan memicu sindrom ini dikarenakan urusan ASI atau menyusui.

  • Berbagi beban bersama pasangan adalah cara terbaik untuk menghindari baby blues. Bicarakan masalah merawat si kecil serta berbagi tanggung jawab dengan pasangan atau anggota keluarga lainnya dapat meringankan beban Mum, baik secara fisik maupun psikis.
  • Jangan terlalu mendengarkan dan mencerna bulat-bulat apa yang orang lain atau keluarga katakan tentang bagaimana ‘buruknya’ Mums mengasuh si Kecil, terkadang, "gangguan" komentar dari orang-orang ini yang justru membuat Mums merasa tidak memberikan yang terbaik untuk si Kecil.

Padahal, yang dibutuhkan si Kecil hanyalah Mums yang happy, dan pastinya apapun yang Mums lakukan untuk si Kecil adalah yang terbaik.

  • Berbagi pengalaman dengan ibu-ibu lain melalui komunitas online ataupun dengan sahabat dan keluarga yang juga seorang ibu, jangan malu ataupun ragu bercerita karena dengan hanya bercerita, Mums akan merasa lebih percaya diri untuk mengurus si Kecil dan juga tidak merasa sendirian.
  • Memperhatikan pola makan dan istirahat secara cukup agar kondisi tubuh selalu sehat, jika pasangan ada di rumah, bisa meminta tolong untuk bergantian menjaga si Kecil kemudian Mums bisa istirahat atau me time sejenak.
  • Berusaha untuk selalu berpikiran positif adalah kunci untuk terhindari dari sindrom baby blues

Banyak orang yang menyamakan baby blues adalah depresi pasca melahirkan. Keduanya memang mirip secara gejala, bahkan hampir semua gejala baby blues muncul ketika seseorang mengalami depresi pasca melahirkan. Bedanya, depresi pasca melahirkan ditandai dengan kelalaian Mums dalam mengasuh si Kecil. Inilah mengapa sindrom ini butuh penanganan yang lebih lanjut.

Baca Juga: 11 Kado untuk Ibu Melahirkan yang Bermanfaat

Penyebab Baby Blues

Sebenarnya hingga saat ini masih belum diketahui apa yang jadi faktor utama penyebab sindrom baby blues terjadi. Namun teori-teori berikut ini dianggap berhubungan dengan gejala yang timbul ketika seseorang mengalami sindrom baby blues, penyebab sindrom baby blues adalah:

  • Perubahan hormon

    Faktor hormon dianggap sebagai faktor utama penyebab baby blues pada seorang ibu baru. Ketika hormon menurun, air susu pun terproduksi secara masif. Kelelahan yang terjadi akibat sindrom baby blues biasanya disebabkan karena nutrisi ibu sebagian besar dialokasikan oleh tubuh menjadi ASI sehingga nutrisi untuk diri sendiri jadi berkurang drastis. Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah karena mengalami perubahan tersebut.

  • Rasa cemas yang berlebihan

    Ketidaksiapan mental juga menjadi faktor penyebab baby blues yang dialami oleh ibu baru. Dari yang semula wanita karir biasa, harus berubah menjadi seorang ibu yang wajib perhatian pada si Kecil. Transisi dari wanita menuju ibu inilah yang menumbuhkan kecemasan berlebihan pada sosok ibu baru. Selain itu, sulit istirahat akibat rasa cemas berlebihan ini semakin menambah ketakutan tersebut.

  • Kurang tidur

    Siklus tidur bayi yang baru lahir masih belum teratur sehingga menyebabkan sebagian besar Mums harus terjaga di malam hari dan menyita banyak waktu tidur mereka. Kurangnya waktu tidur secara terus menerus akan membuat Mums kelelahan dan tidak nyaman. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya baby blues. 

Cara Mengatasi Baby Blues

  1. Cukupi waktu istirahat dan tidur

    Sebisa mungkin cukupilah waktu istirahat Mums. Bila tidur malam dirasa kurang, sekedar tidur siang sudah lebih dari cukup. Baby blues adalah hal yang dapat pelan-pelan hilang jika Mums cukup beristirahat, jangan biarkan hal ini membuat Mums mengalami depresi atau postpartum depression lebih lanjut.

  2. Jangan bebani diri

    Mums mungkin masih kaget dengan tanggung jawab baru sebagai ibu yang baru melahirkan. Namun, sebaiknya jangan memaksakan diri Mums untuk mengerjakan segalanya sendiri. Kerjakanlah apa yang sanggup Mums kerjakan. Bila Mums merasa kewalahan dalam melakukan tanggung jawab baru sebagai ibu, baik dalam mengurus buah hati atau pekerjaan rumah lainnya, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang-orang terdekat yang dipercaya.

  3. Olahraga secara rutin

    Untuk membantu menenangkan pikiran dan membuat tubuh lebih rileks, Mums juga dianjurkan untuk melakukan olahraga atau aktivitas fisik secara rutin. Seperti yang Mums ketahui, olahraga tak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga mental. 

    Olahraga tidak hanya dapat mengalihkan perhatian dan kekhawatiran yang Mums rasakan, tetapi juga membantu meningkatkan mood dan kualitas tidur. Maka dari itu, Mums bisa menyempatkan berolahraga di rumah dengan bantuan video dari YouTube atau kelas olahraga online. 

    Baca juga: Kapan Bayi Bisa Tengkurap? Berikut Penjelasannya 

  4. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

    Makanan juga bisa membantu mengontrol suasana hati Mums lho. Sebaiknya Mums mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menghindari makanan tinggi karbohidrat sederhana, seperti sirup, kue kering kemasan, dan roti putih. Makanan tersebut diduga dapat memperparah mood swing yang dialami oleh ibu baru. 

  5. Berbagi cerita

    Mums juga dianjurkan untuk bersosialisasi dengan ibu baru lainnya agar dapat bertukar cerita mengenai perasaan yang dialami. Namun, bila ini dirasa berat, Mums bisa memulai dengan menceritakannya kepada suami atau kerabat terdekat. 

Selain dengan beberapa cara di atas, Mums juga bisa meluangkan waktu selama beberapa hari untuk me time sebagai salah satu cara mengatasi gejala baby blues yang Mums rasakan. 

Apa itu Postpartum Depression?

Dalam memahami baby blues, Mums akan menemukan kalimat postpartum depression. Namun, apa sebenarnya postpartum depression dan mengapa memiliki keterkaitan dengan baby blues? Postpartum depression atau yang lebih dikenal dengan istilah depresi pasca melahirkan adalah merupakan kondisi ketika gejala baby blues tidak mereda ketika Mum telah melakukan persalinan. 

Postpartum depression ini biasanya akan menghadirkan rasa khawatir yang cukup besar. Rasa kekhawatiran tersebut sering kali membuat ibu merasa putus asa dan kurang yakin sebagai seorang ibu. Jika terus berlarut, maka Mum akan harus menghadapi risiko tidak adanya ikatan dengan bayi. 

Jika mengalami gejala depresi pasca melahirkan ada baiknya Mum langsung segera konsultasi kepada psikolog atau psikiater. Jika tidak, bisa saja akan mendapatkan penanganan medis yang lebih serius akibat kondisi kejiwaan yang terguncang. Bahkan hingga mengalami halusinasi dan delusi

Risiko Baby Blues

Secara umum, baby blues akan hilang ketika proses persalinan telah terjadi. Biasanya gejala atau dampak baby blues pada Mum akan mulai berkurang intensitasnya dalam waktu yang singkat. Meskipun lumrah, Mum perlu tetap menjaga kondisi kesehatan mental setelah melahirkan. 

Alangkah baiknya jika Mum mencoba untuk berkonsultasi kepada psikolog terkait pengalaman yang Mum rasakan saat mengalami baby blues. Konsultasi yang Mum lakukan bisa meminimalisasi hadirnya postpartum depression lebih lanjut. Perlu dipahami bahwa postpartum depression dapat memengaruhi tumbuh kembang bayi. 

Pasalnya. postpartum depression yang berkembang dari baby blues bisa mengganggu ikatan emosional antara Mum sebagai ibu dan bayi. ikatan emosional ini merupakan bagian penting demi menjaga perkembangan bayi, karena ikatan emosional dibutuhkan agar Mum dapat merawat si kecil sepanjang waktu. Ikatan emosional tersebut bisa Mum bangun dari hal-hal yang umum, seperti memberi susu, mengganti popoknya, dan memeluk bayi. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 2 Bulan: Ini Stimulasi yang Harus Dilakukan

Semakin dekat ikatan tersebut, anak juga akan merasa lebih tenang jika berada di dalam pelukan Mum. Namun dengan hadirnya postpartum depression akan ada risiko bayi tidak mendapatkan perawatan yang maksimal. Bahkan bisa saja Mum tidak ingin untuk mengurus si kecil dalam waktu yang sulit untuk ditentukan. 

Jika postpartum depression akibat baby blues ini berlanjut, maka semakin besar juga risiko yang akan hadir untuk pertumbuhan bayi dari hari ke hari. Risiko tersebut bisa saja membuat bayi mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan Mum. Bahkan hubungan yang renggang tersebut dapat bertahan hingga waktu yang lama dan anak pun cenderung malas jika harus dekat-dekat ibunya. 

Padahal jalinan ikatan yang dibangun antara ibu dan anak sangat diperlukan agar si kecil lambat laun dapat belajar untuk mempercayai kehadiran orang lain. Tidak hanya itu, berikut adalah risiko yang akan hadir akibat postpartum depression yang berkelanjutan

  • Memiliki masalah tidur
  • Terhambat dalam perkembangan fisik maupun mental
  • Risiko mengidap kolik lebih tinggi
  • Tumbuh menjadi anak yang pendiam atau pasif
  • Perkembangan keterampilan menjadi lebih lambat dibandingkan dengan bayi lain.

Sudah tahu kan, Mum, tentang apa itu baby blues dan bagaimana cara mengatasinya? Mungkin saat ini Mum sedang menunggu kedatangan si Kecil yang waktu kelahirannya sudah menghitung hari. Sudahkah Mum melengkapi nutrisi hamil dengan Frisomum Gold Dualcare+?

Frisomum Gold Dualcare+ yang diperkaya dengan ALA, LA, nukleotida, asam folat, kalsium, dan zat besi yang baik untuk melindungi Mums dan janin dari dalam. Yang tak kalah istimewa, susu Frisomum Gold Dualcare+ juga diproduksi dengan single process, di mana susu tidak dipanaskan secara berlebih, sehingga kualitas nutrisinya tetap terjaga dan dapat mudah dicerna tubuh. Jadi, Mums bisa merasakan manfaat dari susu premium dengan rasa vanila yang lezat ini secara optimal.