Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Penyebab stunting

Kenali Penyebab Stunting dan Cara Mencegahnya

Penyebab stunting menjadi hal yang harus Mums perhatikan pada tumbuh kembang si Kecil. Stunting sendiri merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang bisa terjadi pada anak. Penyebab stunting bisa diketahui sehingga Mums bisa melakukan berbagai langkah pencegahan yang bisa dilakukan bahkan sejak masa kehamilan.

Stunting merupakan kondisi yang menyebabkan anak memiliki perawakan pendek. Stunting bisa disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, hingga kurangnya asupan nutrisi selama masa kehamilan hingga si Kecil berusia 2 tahun. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Sementara UNICEF mendefinisikan stunting sebagai persentase anak usia 0 hingga 59 bulan dengan tinggi badan di bawah minus 2 standar deviasi (untuk kategori ringan dan sedang) dan minus 3 standar deviasi (untuk kategori berat) yang diukur dengan standar pertumbuhan anak dari WHO. Tidak hanya pertumbuhan yang terhambat, stunting pada anak juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. 

Stunting menjadi sangat penting untuk dicegah, hal ini disebabkan karena dampak stunting yang sulit untuk diperbaiki dan dapat merugikan masa depan anak.

Penyebab Stunting

Gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan anak menjadi faktor utama yang menjadi penyebab stunting pada anak. Ibu yang tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi, sehingga menyebabkan buah hatinya turut kekurangan nutrisi. 

Penyebab Stunting: Kurangnya Asupan Gizi Selama Masa Kehamilan

Dalam keterangannya, WHO menyebutkan bahwa sekitar 20% penyebab stunting bisa terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini disebabkan karena ibu hamil yang kekurangan asupan bergizi sehingga nutrisi yang diterima oleh janin menjadi cenderung sedikit. Hal ini membuat pertumbuhan kandungan bisa terhambat dan berpotensi terus berlanjut hingga setelah kelahiran. Penting untuk Mums memerhatikan dan memastikan mendapat asupan gizi yang memadai selama masa kehamilan.

Penyebab Stunting: Sanitasi yang Buruk

Selain gizi buruk yang jadi penyebab stunting, lingkungan kehidupan pun ternyata bisa berpotensi menjadi penyebab stunting yang di antaranya adalah sulit air bersih dan sanitasi yang buruk. Bila anak tumbuh di lingkungan dengan sanitasi dan kondisi air yang tidak layak, hal ini dapat memengaruhi pertumbuhannya. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan juga merupakan salah satu faktor penyebab stunting. 

Penyebab Stunting: Infeksi Berulang

Terjadinya infeksi sangat erat kaitannya dengan pengetahuan dalam cara menyiapkan makanan yang bersih dan bergizi, serta sanitasi di tempat tinggal. Penggunaan air yang tidak bersih untuk masak atau minum disertai kurangnya ketersediaan kakus merupakan penyebab terbanyak terjadinya infeksi. Kedua hal ini bisa meninggikan risiko anak berulang-ulang menderita diare dan infeksi cacing usus (cacingan).

Sakit infeksi yang berulang pada anak bisa disebabkan oleh imunitas yang tak bekerja maksimal. Ketika imunitas anak tidak berfungsi baik, maka risiko terkena berbagai jenis gangguan kesehatan, termasuk stunting , menjadi lebih tinggi. Karena stunting adalah penyakit yang rentan menyerang anak, ada baiknya Mums selalu memastikan imunitas buah hati terjaga sehingga terhindar dari infeksi.

Penyebab Stunting: Kekurangan Gizi dalam Waktu Lama

Penyebab stunting berikutnya adalah kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran). Pemberian ASI menjadi hal yang penting dan akan memberikan perlindungan terhadap infeksi pencernaan. Selain itu, penyebab stunting juga bisa dikarenakan kualitas MPASI-nya tidak mencukupi kebutuhan si Kecil ketika berusia 6 bulan ke atas.

Pencegahan Stunting pada Anak

Menurut data Riskesdas tahun 2018 yang dilansir dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah penderita stunting di Indonesia mengalami penurunan. Tetapi langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan, apa sajakah caranya? 

Memenuhi Kebutuhan Gizi Sejak Hamil

Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk pencegahan stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.

Rutin Memeriksa Kehamilan

Rutin melakukan kontrol kandungan ke bidan atau dokter kandungan untuk mengetahui tumbuh kembang janin. Di masa sekarang ini dokter dan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai macam perangkat medis yang didukung oleh teknologi yang canggih untuk membantu para ibu hamil memantau kondisi janin mereka. Tidak ada salahnya memanfaatkan teknologi ini dengan baik untuk memastikan janin tumbuh dan berkembang dengan baik sebagaimana mestinya.

Beri ASI Eksklusif Sampai Bayi Berusia 6 Bulan

Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting atau menjadi pencegahan stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

Berikan MPASI Sehat

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk pencegahan stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

Berikan MPASI setelah bayi berusia 6 bulan dengan tekstur makanan yang ditingkatkan sesuai usia bayi. Mums juga sudah mulai dapat memberikan asupan tambahan seperti bubur bayi yang dapat membantu memenuhi asupan anak.

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Studi yang dilakukan di Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut. Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Sekarang Mums semakin paham mengenai penyebab stunting dan cara pencegahannya, bukan? Untuk membantu si Kecil kuat dari dalam, dibutuhkan asupan gizi dari susu FRISO Gold 3 yang mengandung nutrisi alami tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. FRISO Gold 3 juga diperkaya dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam. Yuk, saatnya minum susu setiap hari! 

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang