Lompat ke isi utama
Kolik Pada Bayi

Kolik pada Bayi, Inilah Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kolik pada bayi termasuk kondisi yang sering dialami bayi baru lahir dan sering kali membuat Mums khawatir. Kolik merupakan kondisi ketika bayi menangis hingga berjam-jam dan sulit untuk ditenangkan. Meskipun kolik pada bayi bukan termasuk gangguan kesehatan yang berbahaya, namun kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan si Kecil. 

Biasanya kolik dialami oleh bayi yang berusia 2 minggu sampai 4 bulan. Sebenarnya kondisi ini bisa mereda seiring dengan pertambahan usia si Kecil. Akan tetapi, Mums tetap harus mengetahui apa saja tanda, penyebab, dan cara mengatasi kolik pada bayi. Selain itu, kondisi ini juga bisa Mums cegah lebih awal agar si Kecil tidak mengalami kolik. 

Tanda Kolik pada Bayi

Kolik pada bayi dianggap sebagai kondisi yang normal, sehingga Mums tidak perlu khawatir secara berlebihan. Selain tangisan yang tak kunjung berhenti, ciri-ciri kolik pada bayi juga terlihat ketika si Kecil menangis sambil mengepalkan kedua tangannya, menarik lutut ke perut, wajahnya memerah, hingga melengkungkan punggung. Selain mengetahui ciri-ciri tersebut, penting bagi Mums untuk mengetahui perbedaan bayi yang menangis karena kolik dan mana yang bukan. Tanda-tanda yang sering ditemukan saat bayi mengalami kolik, antara lain:

  • Bayi menangis selama tiga jam per hari
  • Bayi menangis lebih dari tiga kali dalam seminggu
  • Bayi menangis lebih dari tiga minggu 

Namun, Mums harus hati-hati jika si Kecil mengalami kolik dengan disertai tanda-tanda lain yang cukup mengkhawatirkan. Berikut ini tanda-tanda yang harus Mums waspadai:

  • Bayi telah berusia lebih dari 4 bulan
  • Suara tangis bayi bernada tinggi
  • Badan bayi akan terkulai saat hendak diangkat atau digendong
  • Pola buang air kecil dan buang air besar tidak normal
  • Bayi tidak memiliki nafsu makan
  • Berat badan bayi tidak bertambah
  • Beberapa bagian kulit bayi terlihat pucat atau membiru
  • Ubun-ubun bayi terlihat menonjol
  • Bayi terlihat kesulitan bernapas

Jika si Kecil mengalami tanda-tanda di atas, segeralah bawa si Kecil ke dokter agar dilakukan penanganan medis yang lebih tepat. Mums juga perlu memastikan bahwa tangisan si Kecil tidak disebabkan oleh alergi karena kondisi ini pun harus dikonsultasikan dengan dokter. 

Penyebab Kolik pada Bayi

Sebenarnya penyebab kolik pada bayi belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kemungkinan yang diduga menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Ini karena saluran pencernaan bayi masih belum sempurna. Selain itu, kolik pada bayi diduga disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Gangguan pencernaan pada bayi
  • Terlalu banyak gas di dalam saluran pencernaan
  • Terlalu kenyang 
  • Kondisi bayi yang lahir prematur
  • Asam lambung yang naik ke atas
  • Alergi makanan yang mengandung protein tertentu

Tak hanya itu, pada bayi yang tidak atau belum mendapatkan ASI karena berbagai alasan, kolik bisa disebabkan oleh pemberian susu formula yang tidak tepat. Selain itu, kolik pada bayi juga bisa terjadi karena si Kecil berada dalam lingkungan yang membuatnya tidak nyaman, misalnya ruangan yang terlalu dingin atau panas. Meskipun si Kecil akan menangis dalam waktu yang lama, tetapi kondisi ini akan membaik dengan sendirinya. Maka dari itu, biasanya dokter hanya menyarankan agar Mums menenangkan dan membuat si Kecil lebih nyaman. 

Cara Menenangkan Bayi yang Kolik

Saat si Kecil mengalami kolik, sebaiknya Mums tidak perlu panik karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat di rumah. Berikut hal-hal yang dapat Mums lakukan saat menghadapi kolik pada bayi, antara lain:

  • Pijat perut si Kecil dengan lembut
  • Gendong si Kecil selama dia menangis
  • Mandikan si Kecil dengan air hangat
  • Gendong si Kecil dalam gendongan kain atau selimut
  • Berikan senandung atau suara lembut seperti “sshhh...ssshhh..” 
  • Dengarkan lagu pengantar tidur yang menenangkan
  • Letakkan si Kecil pada bouncer atau kursi goyang khusus bayi 

Melansir laman resmi mayoclinic.org, cara lain saat mengatasi kolik pada bayi yaitu dengan memberikan si Kecil probiotik tetes. Cara ini berdasarkan tinjauan penelitian terbaru yang menyebut bahwa probiotik cukup aman dan efektif dalam mengurangi kolik pada bayi. Namun, sebaiknya Mums konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menerapkan metode tersebut. 

Perlu Mums ketahui, saat si Kecil mengalami kolik, hindari mengguncang tubuhnya terlalu keras dan cepat. Bukannya meredakan tangisan si Kecil, cara ini justru berisiko membahayakan kesehatan si Kecil karena bisa memicu terjadinya shaken baby syndrome, yaitu sekumpulan gejala yang terjadi ketika bayi merasakan guncangan terlalu keras pada kepala. Shaken baby syndrome mungkin terjadi tanpa sengaja, namun akibatnya bisa fatal lho, Mums. Oleh karena itu, pastikan mengayunkan si Kecil dengan pelan dan nyaman. 

Tips Mencegah Kolik pada Bayi

Meskipun kolik pada bayi dianggap sebagai kondisi yang wajar, namun alangkah lebih baiknya jika Mums melakukan pencegahan dari awal agar si Kecil terhindar dari kondisi ini. Berikut ada beberapa hal yang dapat Mums lakukan untuk mencegah kolik pada bayi, di antaranya: 

  1. Posisi tegak ketika si Kecil menyusu

    Posisi menyusui yang salah kemungkinan besar menjadi salah satu penyebab kolik pada bayi lho. Pastikan Mums untuk memosisikan si Kecil dengan tegak saat sedang menyusu agar udara yang ikut tertelan saat ia menyusu menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan posisi si Kecil membungkuk. 

  2. Rutin menyendawakan si Kecil 

    Setelah si Kecil selesai menyusu, sebaiknya Mums langsung menyendawakan si Kecil sambil menepuk-nepuk punggungnya secara perlahan. Cara ini berguna agar tidak banyak gas yang masuk ke dalam lambung si Kecil. Jika tidak, maka hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya kolik pada bayi. 

  3. Susui si Kecil sebelum lapar

    Menyusui si Kecil saat ia sedang lapar justru akan membuat lebih banyak udara tertelan olehnya. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kolik pada bayi, sebaiknya Mums perlu menyusui si Kecil sebelum ia merasa lapar. 

  4. Lakukan pijatan lembut pada tubuh si Kecil

    Melakukan pijatan lembut pada tubuh si Kecil juga bisa mencegah terjadinya kolik. Sebab, bayi diketahui bisa merasa tenang dan rileks saat mendapatkan sentuhan secara langsung. Memijat si Kecil juga mampu membuatnya tubuhnya beristirahat dan tidur lebih nyenyak. Cara pencegahan ini bisa Mums mulai dengan memijat secara perlahan menggunakan bantuan lotion, minyak zaitun, atau minyak telon di bagian punggung, dada, wajah, serta perut. Memijat bayi pada bagian perut dapat mengurangi ketegangan akibat perut kembung. Untuk bagian perut, Mums bisa memijatnya dengan gerakan memutar searah jarum jam secara perlahan.

  5. Hindari konsumsi makanan pemicu alergi 

    Kemungkinan penyebab kolik pada bayi juga bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh Mums. Apabila si Kecil memiliki alergi makanan tertentu, maka Mums sebaiknya hentikan konsumsi makanan pemicu alergi tersebut. Jika terlihat ada perubahan, maka dapat dipastikan si Kecil mengalami alergi yang menyebabkan kolik. 

Dalam mengatasi kolik pada bayi, Mums juga perlu memerhatikan kualitas ASI yang diproduksi. Demi meningkatkan kualitas ASI, Mums dapat melakukan pola makan yang sehat, salah satunya dengan memerhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Mums juga bisa tambahkan asupan nutrisi harian dengan minum Susu Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan si Kecil.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang