Lompat ke isi utama
Makanan yang dilarang untuk ibu hamil

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?

Makanan yang dilarang untuk ibu hamil dianggap berbahaya bagi Mums dan janin. Apakah benar demikian? Simak penjelasannya di sini

Saat hamil, banyak Mums yang menghindari beberapa jenis makanan yang dilarang untuk Ibu hamil karena dianggap akan berbahaya bagi tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Namun, apakah hal tersebut memang benar atau justru hanya mitos belaka? 

Sebenarnya memang ada beberapa jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil lho. Bahkan, makanan tersebut bisa dibilang termasuk makanan yang jadi favorit sebagian besar Mums, seperti sushi, steak mentah, dan jeroan. Ketiga jenis makanan yang dilarang untuk Ibu hamil tersebut bisa menghambat pertumbuhan janin dan menimbulkan beberapa komplikasi kesehatan pada Mums jika dikonsumsi secara berlebihan. Mums pasti tidak ingin mengalami komplikasi kehamilan, kan? Untuk itu, sebaiknya Mums mengetahui apa saja jenis makanan lainnya yang dilarang untuk Ibu hamil. Simak penjelasannya di bawah ini, yuk! 

Jenis Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Meskipun saat hamil Mums dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan untuk menambah nutrisi bagi bayi dalam kandungan, tetapi bukan berarti Mums dapat mengonsumsi aneka jenis makanan tanpa mengetahui efek sampingnya. Sebab, ada beberapa jenis makanan yang dilarang untuk Ibu hamil yang bisa meningkatkan risiko penyakit. Nah, berikut adalah beberapa jenis makanan yang dilarang untuk Ibu hamil, di antaranya:

  1. Susu belum dipasteurisasi

    Pasteurisasi merupakan proses pemanasan yang berfungsi untuk membunuh kuman dalam makanan atau minuman tanpa merusak kandungan nutrisi di dalamnya. Maka dari itu, susu yang belum dipasteurisasi termasuk makanan yang dilarang untuk Ibu hamil karena masih mengandung kuman yang dapat memicu risiko berbahaya terhadap kesehatan bayi dalam kandungan. 

  2. Makanan laut yang tinggi merkuri

    Meskipun kaya akan nutrisi dan manfaat, tetapi ada jenis makanan laut yang mengandung merkuri yang cukup tinggi dan termasuk makanan yang dilarang untuk Ibu hamil. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan merkuri sebagai salah satu zat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Merkuri merupakan logam berat yang secara alami terdapat di tanah, air, dan udara. Selain itu, merkuri juga biasanya terdapat dalam limbah pabrik, yang kemudian mencemari air. Kandungan merkuri di dalam air inilah yang akan mengendap di dalam tubuh ikan yang kemudian dikonsumsi oleh manusia.

    Beberapa jenis ikan yang tinggi merkuri di antaranya ikan tenggiri, ikan tuna, ikan hiu, ikan todak, ikan marlin, dan ikan nila. Oleh karena itu, ikan-ikan tersebut termasuk makanan yang dilarang untuk Ibu hamil karena memicu risiko yang berbahaya terhadap kesehatan dan tumbuh kembang janin. Sebagai gantinya, Mums bisa mengonsumsi jenis makanan laut yang kadar merkurinya rendah, seperti ikan salmon, ikan kakap, udang, dan ikan mujair. 

  3. Daging mentah atau setengah matang

    Sebenarnya daging merah dan daging putih merupakan sumber protein hewani berkualitas yang bermanfaat bagi pertumbuhan janin. Lantas, mengapa daging mentah termasuk makanan yang dilarang untuk Ibu hamil? Ini karena daging yang belum matang masih mengandung kuman yang berbahaya. Ketika masuk ke dalam tubuh Ibu hamil, kuman tersebut bisa memicu penyakit, seperti Listeria yang dapat membahayakan janin dan Mums. 

  4. Telur mentah atau setengah matang

    Makanan yang dilarang untuk Ibu hamil selanjutnya yaitu telur mentah atau setengah matang. Sebab, telur mentah mengandung bakteri Salmonella yang bisa memicu infeksi yang membuat ibu hamil mengalami muntah, demam, diare, dan kram perut. Pada beberapa kasus, kram perut akibat infeksi bakteri Salmonella bisa menimbulkan risiko lebih berbahaya, seperti kelahiran prematur. Selain itu, makanan yang dibuat dari telur mentah, seperti mayones segar pun bisa berisiko terkontaminasi oleh bakteri Salmonella. Oleh karena itu, pastikan Mums mengonsumsi telur yang sudah matang secara merata.

    Baca juga: Mitos dan Fakta Makanan Penyubur Kandungan

  5. Jeroan

    Di Indonesia, jeroan jadi salah satu makanan yang disukai sebagian orang. Namun, ternyata jeroan termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil jika dikonsumsi secara berlebihan lho, Mums. Meski pada dasarnya makanan ini mengandung nutrisi, tetapi ibu hamil sebaiknya hanya boleh mengonsumsi jeroan sebanyak satu kali dalam seminggu, dengan porsi secukupnya. Jika ibu hamil terlalu banyak mengonsumsi jeroan, maka dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan janin dan menimbulkan gangguan hati pada Mums. 

  6. Terlalu banyak kafein

    Sebenarnya ibu hamil boleh saja mengonsumsi kafein, tetapi konsumsinya harus dibatasi ya, Mums. Sebab, kafein yang terdapat di dalam kopi, teh, dan cokelat berpotensi mengganggu tumbuh kembang janin. Bahkan, kafein bisa meningkatkan risiko keguguran jika Mums mengonsumsinya secara berlebihan. Oleh karena itu, kafein sering kali disebut sebagai salah satu makanan yang dilarang untuk ibu hamil jika dikonsumsi terlalu banyak. Selama hamil, Mums boleh mengonsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg dalam sehari atau sekitar 2-3 gelas kopi, terutama pada trimester awal kehamilan. 

  7. Alkohol

    Sudah jelas bahwa alkohol merupakan makanan yang dilarang untuk Ibu hamil karena berbahaya bagi kesehatan. Itulah sebabnya, Mums disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan meskipun dalam jumlah kecil. Ini karena alkohol dapat mengganggu tumbuh kembang janin dan meningkatkan potensi keguguran. 

  8. Buah dan sayuran yang tidak dicuci

    Tahukah Mums bahwa buah dan sayuran yang tidak dicuci termasuk makanan yang dilarang untuk Ibu hamil? Ini karena buah dan sayuran yang tidak dicuci terdapat kuman dan parasit yang masih menempel di permukaannya, sehingga bisa menyebabkan infeksi jika kebiasaan tersebut dilakukan terus menerus. Salah satu jenis parasit yang dapat mengontaminasi buah dan sayuran adalah Toksoplasma, yaitu parasit yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan gangguan otak pada janin. 

  9. Sushi

    Bagi Mums yang gemar mengonsumsi sushi dan sashimi, sebaiknya hindari dulu mengonsumsi makanan khas Jepang ini selama kehamilan. Ini karena sushi dan sashimi termasuk dalam daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Di dalam makanan laut yang mentah atau dimasak setengah matang biasanya masih terdapat cacing parasit yang berbahaya bagi janin. Sebagai gantinya, Mums bisa mengolah berbagai jenis makanan laut hingga matang sempurna. 

Itulah beberapa jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Meskipun beberapa di antaranya masih boleh dikonsumsi, seperti jeroan dan kafein, namun Mums tetap harus membatasi konsumsinya dengan tepat. Hindari mengonsumsi makanan dan minuman tersebut secara berlebihan agar mengurangi risiko gangguan kesehatan dan tumbuh kembang bayi dalam kandungan. 

Dibandingkan mengonsumsi makanan yang dilarang untuk ibu hamil, sebaiknya Mums mengonsumsi makanan bergizi yang aman dikonsumsi selama kehamilan, di antaranya daging tanpa lemak yang matang sempurna, ikan salmon matang, ubi, brokoli, bayam, kacang-kacangan, pisang, alpukat, mangga, jeruk, telur matang, dan minum air putih yang cukup. Pastikan Mums mengolah makanan ini dengan tepat, hindari memasak atau memanaskan makanan lebih dari satu kali agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak, sehingga Mums dapat mencerna nutrisinya dengan lebih mudah. 

Mums juga sebaiknya mengonsumsi susu yang diformulasikan khusus ibu hamil dan menyusui dibandingkan susu segar atau susu yang belum dipasteurisasi. Susu khusus ibu hamil sudah pasti kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh Mums dan janin dalam kandungan. Susu Frisomum Gold Dualcare+ bisa menjadi pilihan yang tepat karena mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang si Kecil selama di dalam kandungan sampai setelah lahir. Selain fokus menjaga asupan makanan yang penting selama kehamilan, Mums juga sebaiknya perlu memanfaatkan kalkulator kehamilan untuk mengetahui usia janin dan memperkirakan hari perkiraan lahir, agar lebih siap secara mental dan fisik.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang