Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Masa Kehamilan, Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan Anak, Kebutuhan Nutrisi Harian, MPASI Anak, 1000 Hari Pertama Usia Anak, Nutrisi Makanan, Susu Terbaik, Makanan Pendamping ASI, Zat Besi, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin A, MIneral, Susu Bernutrisi, Susu Kehamilan, Kehamilan Ektopik, Kelainan Kehamilan, Kondisi Kehamilan, Kesehatan Kehamilan

Memahami Apa Itu Kehamilan Ektopik, Penting untuk Mums!

Menjaga kesehatan ketika masa kehamilan merupakan hal yang wajib, bukan hanya untuk Mums namun juga untuk si Kecil yang ada di dalam perut Mums. Secara rutin, direkomendasikan untuk memeriksakan keadaan kandungan untuk mengetahui perkembangannya. Selain itu, hal ini juga penting untuk segera mengetahui bilamana ada kelainan, misalnya seperti kehamilan ektopik, yang dialami.

Pengertian Kehamilan Ektopik

Memahami Apa Itu Kehamilan Ektopik, Penting untuk Mums!

Mungkin untuk Mums istilah ini sudah tak asing lagi. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar dinding rahim. Hal ini terjadi manakala sel telur yang telah dibuahi menempelkan diri di bagian luar dinding rahim, biasanya pada bagian tuba falopi.

Dalam hal ini, tuba falopi tidak diperuntukkan untuk menopang perkembangan embrio, sehingga sel telur yang tumbuh pada bagian ini tidak dapat tumbuh dengan optimal. Meski jarang, namun kehamilan dengan kondisi ini patut diwaspadai. Di dunia, kasus kehamilan ektopik terjadi pada 1 dari 50 kehamilan yang ada.

Mengapa Hal Ini Terjadi?

Memahami Apa Itu Kehamilan Ektopik, Penting untuk Mums!

Jika melihat penyebab dari kehamilan ektopik sendiri, mungkin dapat disebutkan beberapa poin. Tentu saja, untuk meminimalisir terjadinya kehamilan ini, Mums disarankan untuk secara rutin memeriksakan kondisi kesehatan tubuh dan kehamilan, serta janin. Sehingga ketika terjadi kelainan dapat segera ditangani.

Beberapa penyebab dari kehamilan ini adalah :

  • Terjadinya infeksi atau pembengkakan pada tuba falopi sehingga jalan embrio ke rahim terhambat.
  • Pernah melakukan operasi di area pelvis atau tuba falopi yang membuat area tersebut lengket.
  • Terjadi kecacatan lahir atau tumbuh kembang tak normal yang dialami oleh Mums.
  • Pernah mengalami kehamilan seperti ini sebelumnya.
  • Perawatan kesuburan (seperti misalnya in vitro fertilization atau IVF).
  • Hamil ketika Mums tengah menggunakan KB IUD.

Beberapa hal tersebut dapat memicu terjadinya kondisi kehamilan ektopik, sehingga penting untuk Mums menghindari beberapa hal yang dapat dihindari dari poin-poin di atas. Kehamilan ini juga dapat terjadi ketika usia Mums berada pada rentang 35 hingga 40 tahun, di mana hamil dalam usia ini sebenarnya tidak terlalu direkomendasikan karena resiko kesehatannya cukup besar.

Gejala yang Nampak dan Mums Rasakan

Memahami Apa Itu Kehamilan Ektopik, Penting untuk Mums!

Sebelum bisa dideteksi, biasanya kondisi kehamilan ini akan menunjukkan beberapa gejala yang dapat Mums rasakan secara langsung. Tidak pada usia paling awal kehamilan (katakanlah pada minggu pertama hingga keempat), namun gejala akan muncul pada usia kehamilan 4 hingga 12 minggu. Apa saja gejalanya?

  • Perut terasa sakit di bagian bawah.
  • Keluarnya darah atau cairan berwarna cokelat dari bagian kewanitaan Mums.
  • Rasa sakit di bagian bahu.
  • Ketika buang air, terasa tidak nyaman.
  • Tenaga yang terkuras, mengakibatkan lemas, pusing, hingga pingsan.
  • Rasa mual dan muntah disertai rasa sakit.
  • Terjadinya kram perut.

Gejala kehamilan ini, diluar gejala kehamilan normal yang lain, akan terasa cukup berbeda. Biasanya insting Mums akan mengetahui bahwa ada yang salah ketika Mums mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan yang terjadi di luar rahim ini dapat memicu sakit yang luar biasa ketika bagian tuba falopi pecah, bahkan dapat menyebabkan pendarahan yang parah. Jika ini terjadi Mums harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Kehamilan Ini Perlu Disikapi dengan Bijak

Memahami Apa Itu Kehamilan Ektopik, Penting untuk Mums!

Ketika kehamilan terdeteksi mengalami kondisi ektopik, maka ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan. Secara umum dan ideal, embrio yang berkembang di luar rahim, dalam hal ini di bagian tuba falopi, tidak akan dapat berkembang dengan baik. Jika dibiarkan, justru akan dapat membahayakan kondisi kesehatan Mums. Maka dari itu, penanganannya adalah dengan melakukan pengangkatan embrio dan seluruh jaringannya.

Opsi pertama atas tindakan yang dilakukan adalah dengan dilakukan pemantauan medis. Mums akan mengalami observasi ketat untuk memantau perkembangan embrio. Diharapkan, embrio dapat luruh dengan sendirinya tanpa perlu melakukan operasi.

Kedua, bisa menggunakan obat-obatan. Mums akan diberikan suntikan obat yang cukup keras (methotrexate) yang dapat membantu menghentikan proses kehamilan. Mums harus mendapatkan rekomendasi dari dokter ahli untuk cara kedua ini.

Terakhir, dilakukannya proses operasi. Operasi yang dijalankan adalah Laparoscopy, di mana akan dilakukan pengangkatan embrio serta sel telur yang telah dibuahi, serta bagian tuba falopi yang sudah terinfeksi. Sekali lagi, hal ini perlu rekomendasi dokter ahli agar dilakukan dengan tepat dan sesuai prosedur.

Baca Juga : Belajar Dari Tradisi Persalinan Cina

Melihat penjelasan di atas, tentu Mums tidak ingin mengalami kehamilan ektopik bukan? Berbagai langkah pencegahan dapat dilakukan, dengan menghindari penyebab yang sudah disebutkan pada bagian awal tadi. Tentu, ketika Mums berada dalam masa kehamilan, Mums juga perlu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi serta melakukan aktivitas sehat, misalnya saja yoga. Dengan menerapkan pola hidup sehat, Mums telah berupaya menjaga kondisi si Kecil di dalam perut. Mums juga dapat mengkonsumsi susu kehamilan seperti Frisomum Gold Dualcare+ yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu pastikan kondisi kesehatan Mums dan si Kecil dengan konsultasi ke dokter kepercayaan, agar tumbuh kembang dan kesehatannya dapat tetap terjaga!