Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Memahami Kesulitan Belajar pada Anak, Apa Penyebabnya?

Memahami Kesulitan Belajar pada Anak, Apa Penyebabnya?

Kesulitan belajar menjadi fenomena umum yang terjadi pada anak-anak. Jadi, memiliki anak yang mengalami kesulitan belajar bukanlah alasan untuk tidak bahagia memilikinya. Membantu si Kecil mengatasi kesulitannya merupakan hal yang perlu Mums lakukan. Tak hanya membantu si Kecil menemukan dirinya, mengatasi kesulitannya dalam belajar juga bisa membuat Mums meraih kebahagiaan bersamanya.

Jangan pernah menyepelekan kesulitan belajar yang dialami oleh si Kecil. Mungkin hal yang wajar jika sesekali si Kecil mengalami kesulitan dalam mempelajari hal-hal baru dalam hidupnya. Misalnya, saat belajar membaca dan menulis. Namun, jika keluhan kesulitan tersebut cenderung konsisten dan berlanjut, Mums perlu mewaspadai dan mencari tahu penyebab dari kesulitan belajar tersebut. Untuk menjawab persoalan mengenai kesulitan belajar yang dialami oleh si Kecil, Mums bisa simak uraian berikut ini.

Kenapa si Kecil Bisa Mengalami Kesulitan Belajar?

Memahami Kesulitan Belajar pada Anak, Apa Penyebabnya?

Kesulitan atau gangguan belajar lebih banyak ditemukan pada masa anak-anak. Jika dibiarkan, gangguan tersebut bisa berlangsung hingga dewasa. Bentuk gangguan belajar paling umum berkaitan dengan masalah membaca, menulis, menghitung, berpikir, mendengarkan, dan berbahasa. Kesulitan belajar umumnya disebabkan proses pemahaman setiap anak yang berbeda.

Perlu Mums ingat, kesulitan belajar tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan atau motivasi belajar yang rendah. Si Kecil yang mengalami gangguan belajar umumnya memiliki tingkat kecerdasan normal atau bahkan tinggi, ia masih memiliki peluang untuk mendapatkan perkembangan yang sama dengan anak lainnya. Hanya saja, otak si Kecil bekerja dengan cara yang berbeda sehingga menyebabkan ia menangkap dan memproses informasi secara berbeda pula. Maka, proses belajar si Kecil pun membutuhkan kesesuaian dengan bagaimana cara ia memahami dan mempelajari sesuatu.

Ciri-Ciri Kesulitan Belajar pada si Kecil

Memahami Kesulitan Belajar pada Anak, Apa Penyebabnya?

Gangguan belajar pada si Kecil bisa menjadi hal serius jika hal tersebut mulai menghambat tumbuh kembangnya, karena akan terus berdampak hingga ia tumbuh dewasa. Mums perlu mewaspadai jika si Kecil usia 1-5 tahun mengalami kesulitan dalam mengeja dan menemukan kata yang tepat, kesulitan membedakan huruf, bentuk, warna, dan angka. Mums juga memberi perhatian lebih jika ia kesulitan dalam memahami perintah dan melakukan kegiatan sederhana seperti memakai pakaian atau mengikat tali sepatu. Jika gangguan tersebut berlanjut hingga ia berusia 6-12 tahun, si Kecil akan menunjukkan tanda-tanda bahwa ia mengalami gangguan dalam mempelajari hal baru seperti sulit membaca, gangguan menulis dan mengeja, serta kesulitan membaca angka.

Jenis Gangguan Belajar

Memahami Kesulitan Belajar pada Anak, Apa Penyebabnya?

Gangguan atau kesulitan belajar dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kemampuan si Kecil dalam menerima pelajaran, di antaranya:

Gangguan Membaca

Gangguan ini mencakup kesulitan dalam kemampuan dasar membaca dan memahami hubungan antarhuruf serta kata sehingga si Kecil mengalami kendala dalam memahami gagasan kalimat atau paragraf.

Gangguan Berhitung

Jenis gangguan belajar ini memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengurutkan dan menghitung angka. Gangguan ini ditandai dengan kesulitan perhitungan angka dasar serta kesulitan dalam membaca angka pada jam.

Gangguan Menulis

Jenis gangguan menulis ditandai dengan kesulitan secara fisik dalam membentuk tulisan huruf atau angka. Dapat juga berupa gangguan dalam menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan. Ciri-cirinya biasanya si Kecil memiliki tulisan tangan tidak rapi, tulisan ejaan tidak konsisten, serta tidak ada kesinambungan antarkalimat.

Gangguan Informasi Auditori

Jenis gangguan ini terjadi karena otak kesulitan dalam memproses informasi yang masuk melalui telinga. Ciri-ciri umumnya adalah kesulitan membedakan suara atau lafal kata dengan suara lainnya. Si Kecil biasanya akan mudah lupa dalam mengingat informasi yang disampaikan melalui suara. Ia lebih mudah mengingat informasi melalui visual seperti tulisan.

Gangguan Bahasa

Gangguan ini membuat si Kecil mengalami kesulitan untuk memahami bahasa yang diucapkan. Biasanya berkaitan dengan kemampuan menceritakan kembali apa yang telah diucapkan. Ia juga kerap mengalami kendala dalam memahami kata, kalimat, atau arahan.

Mengatasi Gangguan Belajar pada si Kecil

Memahami Kesulitan Belajar pada Anak, Apa Penyebabnya?

Hal pertama yang paling penting dilakukan untuk mengatasi gangguan belajar adalah dengan mendeteksinya sejak dini. Mums dapat mengamati gangguan tersebut dari pola perilaku dan kebiasaan si Kecil saat belajar. Setelah mengetahui jenis gangguan belajar seperti apa yang dialami si Kecil, Mums bisa mulai mencari solusinya. Jika perlu, dapatkan bantuan dari profesional seperti dokter atau psikolog anak agar persoalan tersebut bisa teratasi dengan tepat.

Kesulitan belajar sebenarnya bisa diatasi dengan mengubah gaya belajar anak sesuai kemampuannya dalam menangkap informasi. Ada 3 tipe gaya belajar si Kecil yaitu tipe auditori, visual, dan kinestetik. Jika si Kecil lebih mudah memahami informasi melalui suara, maka tipe gaya belajar auditori sangat tepat untuk mengatasi gangguan belajarnya. Apabila si Kecil lebih mudah menangkap informasi melalui tulisan, gaya belajar visual bisa jadi pilihannya. Sementara gaya belajar kinestetik sangat cocok untuk si Kecil yang aktif bergerak dan sulit berkonsentrasi dengan proses pembelajaran yang serius.

Baca Juga: Bagaimana Cara Merangsang Pembelajaran Anak Kinestetik? Berikut 5 Tipsnya!

Pada prinsipnya, sesuaikan gaya belajar si Kecil dengan kemampuannya agar ia tidak lagi mengalami kesulitan belajar. Selain mengubah gaya belajar, memberikan asupan nutrisi yang cukup dapat membantu meningkatkan kecerdasan otak si Kecil sehingga ia mudah mempelajari dan memahami sesuatu. Mums bisa memberikan Friso Gold 4 untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya. Friso Gold 4 diperkaya berbagai nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Friso dengan teknologi Locknutri, kualitas alami nutrisi akan tetap terjaga sehingga mudah diserap dan dicerna oleh tubuh si Kecil, serta dapat membantunya kuat dari dalam. Selalu penuhi asupan gizi si Kecil agar ia lebih bebas belajar hal baru bersama Mums!