Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Menanamkan Karakter Pada Balita Anda

Menanamkan Karakter Pada Balita Anda

Mendidik anak sejak dini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini memang memerlukan waktu, kesabaran dan kegigihan. Namun, semua itu akan terbayar ketika Mum melihatnya tumbuh dengan karakter yang kuat dan rasa tanggung jawab.

Rasa Memiliki Tanggung Jawab

Mulailah dari hal sederhana sepertimemberikannya tugas-tugas kecil untuk diselesaikan. Mum dapat mencoba contohdi bawah ini:

  • Membersihkan mejanya setelah makan.
  • Mengambil mainannya.
  • Menyamakan kaus kaki.
  • Mematikan televisi atau lampu.

Ituakan menjadi dasar baru mereka untuk berlanjut ketugas yang lebih kompleks. Beberapatugas yang sesuai untuk balita contohnya:

  • Menyiapkan piring (yang tidak mudah pecah), peralatan makandan gelas di atas meja.
  • Menuang sereal kering.
  • Menyimpan baju yang telah diliipat ke dalam lemari.
  • Menahan pintu untuk orang lain
  • Membawa barang yang ringan dari mobil.

Menstimulasi Pikiran Mungilnya

 

Membuat belajar menjadi bagian kehidupan sehari-hari merupakan hal yang baik. Yang perlu Mum lakukan adalah mengenali berbagai kesempatanyang ada di sekitar Mum. Kejadian sehari-hari dapat Mum jadikan kontes seru dan menantang untuk memancing keingintahuan si Kecil. Berikut beberapa contohnya:

  • Biarkan ia mengulang kata-kata Mum dan tunjukkan benda-benda, warna dan bentuk yang berhubungan.
  • Gunakan pertanyaan terbuka dan pertanyaan lanjutan untuk memancing pembicaraan.
  • Permainan yang repetitif akan meningkatkan memori dan perhatian si Kecil.
  • Pusatkan perhatiannya ke dalam zona baru: jika ia menyukai aktivitas luar ruangan, buatkan taman kecil agar ia bisa menanam pohon-pohon kecil.

Jangan lupa untuk memberi si Kecil pujian ketika ia dapat menyelesaikan sebuah tugas. Katakan betapa bertanggungjawabnya ia dalam melakukan tugasnya tersebut. Hal ini dapat membantunya untuk mulai mengerti tanggung jawab dan bahwa ia memiliki peran yang penting dalam keluarga.

Tata Krama dalam Berinteraksi

Terapkan sikap tata krama sejak dini, ketika si Kecil sudah mulai berbicara. Fokuskan pada “magic words”. Katakan padanya kalau kata-kata tersebut memiliki kekuatan rahasia, bahkan kepada orang dewasa. Berikan si Kecil hadiah atau pujian ketika ia mulai mempelajarinya, ini akan memenuhi keinginannya untuk belajar dan menguasai kata-kata baru.

  • “Tolong” – Ketika ia menginginkan sesuatu.
  • “Terima kasih” – Ketika ia diberikan sesuatu.
  • “Permisi” – Untuk mendapatkan perhatian orang lain.
  • “Maaf” – Ketika ia melakukan suatu kesalahan.

Ajari kemudian ingatkan ia terus menerus. Untuk membuat tata kramanya menjadi kebiasaan, Mum harus memberikan si Kecil perhatian dan pujian. Dengarkan ia secara seksama serta tanggapi apa yang ia katakan.

Setelah si Kecil mulai bisa berkomunikasi dan berteman dengan anak-anak lainnya, berikanlah perhatian. Si Kecil akan mulai membentuk identitas dirinya, menjadi diri sendiri dan secara alami mengklaim apa yang menjadi miliknya. Mainan, tempat tidur hingga rumahnya. Hal ini menjelaskan mengapa balita jarang berbagi tanpa sebab.

Membiarkan si Kecil bermain bersama temannya sangat berguna untuk mengajarkan mereka perbedaan antara hak milik dan kepemilikan (tanpa melupakan tata krama!)

Ketika dua balita mulai bertengkar karena sebuah mainan, ajak mereka untuk:

  • Bermain secara bergantian.
  • Meminta izin jika ingin meminjam mainan.
  • Menawarkan pertukaran mainan.

Jangan lupa untuk bersiap memberikan pujian untuk si Kecil ketika ia melakukan suatu hal yang benar. Dengan begitu, anak akan melihat sendiri respon baik dari lingkungannya ketika ia berperilaku baik.

Aktivitas bermain juga dapat menjadi sarana untuk melatih karakternya sedari dini.