Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Mengajak si Kecil Bermain dengan Cermin

Mengajak si Kecil Bermain dengan Cermin

Bermain merupakan sarana yang tepat bagi si Kecil untuk mengenalkannya dengan berbagai pengetahuan baru. Apakah Mum sudah mengajaknya bermain hari ini? Yuk ajak si Kecil bermain dengan cermin untuk mengenal lebih dekat tentang bagian-bagian tubuhnya.

Aktivitas Bersama si Kecil.

  1. Ajak si Kecil untuk duduk di depan cermin besar. Pastikan cermin terpasang dengan sempurna dalam posisi yang stabil dan tidak ada retakan atau bagian yang tajam.
  2. Saat ini konsep cermin masih menjadi hal yang masih baru baginya, karena itu, biarkan si Kecil mengeksplorasi bayangannya untuk beberapa saat.
  3. Ekspresi kagumnya ini sungguh menggemaskan ya, Mum? Setelah si Kecil sudah mulai terbiasa melihat bayangannya, mari manfaatkan permainan ini untuk mengajaknya berkenalan dengan bagian-bagian wajahnya.
  4. Sentuhlah bagian tubuh si Kecil satu per satu sambil menyebutkan namanya masing-masing di depan cermin. Jangan ragu untuk mengulangi nama bagian yang sama berulang kali, agar ia semakin memahaminya.
  5. Jika sudah, mari bermain tebak-tebakan bersamanya. Minta si Kecil untuk menunjukkan bagian wajah yang Mum sebutkan. Berikan tepuk tangan yang meriah setiap kali si Kecil berhasil menjawab tebakan Mum.
  6. Lanjutkan permainan dengan membuat raut wajah yang lucu di depan cermin. Buat dirinya tertawa melihat ekspresi lucu Mum, lalu minta si Kecil untuk membuat raut wajah serupa.
  7. Jangan lupa untuk mengabadikan raut wajahnya yang lucu ini ya, Mum. Kirimkan foto- foto lucu ini untuk Dad yang sedang bekerja di kantor sebagai surprise untuknya
     

Info Pendukung Aktivitas

Konsep bayangan di dalam cermin biasanya baru dapat dipahami si Kecil ketika ia memasuki umur 9 bulan. Untuk mengetahui apakah ia sudah memahami konsep ini, cobalah untuk menaruh boneka di belakang si Kecil ketika ia sedang bermain dengan cermin. Jika ia berusaha mengambil boneka tersebut dengan berbalik ke belakang, berarti si Kecil sudah dapat memahami konsep ini.

Manfaat Bagi Mum

Bermain bersama si Kecil merupakan sarana relaksasi dari kesibukan sehari-hari. Selain menghibur dan menyenangkan, permainan ini juga ikut mempererat kedekatan fisik antara Mum dan si Kecil.

Manfaat Bagi si Kecil

Bermain di depan cermin memiliki banyak keuntungan bagi proses tumbuh kembang si Kecil saat ini. Menurut Whattoexpect.com, permainan ini melatih si Kecil untuk melatih kemampuan penglihatannya serta memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi ekspresi wajahnya. Interaksi si Kecil dengan Mum selama bermain juga ikut membantu proses perkembangan soial dan emosionalnya.

Info Gizi & Nutrisi

Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan si Kecil dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Dalam wawancaranya dengan Health.Liputan6.com, Sekretaris Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Sri Sudaryati Nasar, SpA mengemukakan bahwa si Kecil membutuhkan asupan energi, protein, dan mikroprotein yang bisa didapatkan melalu MP-ASI.

Perkenalannya dengan makanan padat seringkali membuat si Kecil mengalami konstipasi. Untuk itu, cobalah memberikan makanan kaya serat seperti pepaya, buncis, dan buah pir. Ketika si Kecil terkena konstipasi, hindari makanan seperti keju, pisang dan sereal beras yang akan memperlambat proses penyerapan. Pastikan juga si Kecil mendapat asupan nutrisi yang cukup seperti zat besi, seng, kalsium, fosfor, magnesium dan vitamin A agar ia dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.