Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Mengalami Kondisi Bayi Kuning, Apa yang Harus Dilakukan?

Mengalami Kondisi Bayi Kuning, Apa yang Harus Dilakukan?

Bayi kuning bisa terjadi karena berbagai hal. Wajarnya, hal ini bukanlah satu hal yang serius dan tubuh si Kecil bisa pulih dalam hitungan hari. Namun demikian, ketika tubuhnya menjadi kuning juga bisa disebabkan oleh sesuatu yang serius dan perlu penanganan medis profesional. Tentu Mums perlu paham benar apa perbedaan dua kondisi ini agar dapat mengambil sikap yang tepat.

Perbedaan Kondisi Bayi Kuning yang Wajar dan Berbahaya

Mengalami Kondisi Bayi Kuning, Apa yang Harus Dilakukan?

Kondisi bayi kuning sendiri disebabkan oleh kelebihan unsur kuning di dalam tubuh si Kecil, atau biasa disebut dengan bilirubin. Ketika si Kecil baru lahir, kadar sel darah merah cenderung tinggi hingga memicu tubuh memproduksi unsur ini untuk menghancurkan sel darah merah yang sudah tua dan tidak lagi berfungsi optimal. Unsur kuning ini sebenarnya sudah ada sejak si Kecil berada dalam kandungan, dan akan dikeluarkan melalui plasenta.

Ketika si Kecil lahir, yang kemudian bertugas mengeluarkan unsur kuning adalah hati. Namun karena organ ini belum dapat berfungsi normal, maka biasanya bilirubin akan dikeluarkan melalui buang air kecil dan buang air besar. Kondisi ini yang disebut dengan bayi kuning wajar dan akan berangsur-angsur membaik dalam tempo kurang lebih satu minggu.

Kondisi lain dimana bayi kuning perlu diwaspadai adalah karena kondisi kuning dapat menjadi indikasi si Kecil mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius. Misalnya saja, terjadinya sepsis, infeksi virus atau bakteri, terjadinya pendarahan internal, kerusakan organ hati, gangguan saluran empedu, kekurangan enzim, serta adanya masalah pada sistem pencernaan si Kecil. Untuk kondisi ini, Mums harus peka terhadap gejala yang ditunjukkan bersamaan dengan warna kuning yang muncul di telapak tangan, kaki, dan air seni si Kecil.

Gejala Kondisi bayi Kuning yang Harus Diwaspadai

Mengalami Kondisi Bayi Kuning, Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika kondisi kuning yang dialami si Kecil hanya berlangsung dalam waktu kurang lebih satu minggu saja, Mums tidak perlu cemas. Namun demikian ketika kondisi kuning yang muncul disertai beberapa gejala berikut ini, sangat disarankan agar Mums membawa si Kecil ke dokter guna mendapatkan penanganan lebih serius. Gejalanya adalah sebagai berikut.

  • Munculnya demam.
  • Si Kecil muntah.
  • Kemampuan menghisap si Kecil buruk ketika menyusu.
  •  
  • Sulit bangun tidur.
  • Bagian leher dan tubuh melengkung ke belakang.
  • Kulit menguning.
  • Si Kecil menjadi rewel dan gelisah.

Gejala-gejala di atas bisa saja merupakan tanda bahwa kondisi kuning yang dialami si Kecil lebih buruk dan harus segera mendapat penanganan medis. Pasalnya ketika gejala ini muncul dan si Kecil tak kunjung diberi penanganan serius, ada kemungkinan terjadi kerusakan permanen pada organ dalam si Kecil. Bukan bermaksud menakut-nakuti, hanya saja, dengan mengetahui gejala dan indikasinya diharapkan Mums bisa lebih peka dan mengambil sikap yang tepat.

Langkah untuk Mencegah Terjadinya Kelebihan Kadar Bilirubin

Mengalami Kondisi Bayi Kuning, Apa yang Harus Dilakukan?

Sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan beberapa langkah sederhana. Selain tentu memberikan penanganan medis ketika si Kecil sudah mengalami kondisi bayi kuning dengan melakukan fototerapi, Mums dapat mencegah kenaikan kadar bilirubin dengan memberikan asupan ASI yang cukup. Seperti mungkin Mums pahami bahwa ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk si Kecil selama 6 bulan pertama kehidupannya, karena dapat mencukupi kebutuhan nutrisi dan membantu membentuk daya tahan tubuh sekaligus menunjang tumbuh kembang organ dalam si Kecil.

Untuk ASI yang diberikan, intensitasnya bisa cukup sering, antara 8 hingga 12 kali dalam waktu satu hari. Jumlah ini dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh si Kecil untuk tumbuh dan berkembang, serta melawan gangguan kesehatan yang muncul di awal usianya.

Salah satu hal yang paling mudah diperhatikan, dan bisa menjadi tanda bahwa kondisi bayi kuning yang dialami si Kecil bukan sekedar kondisi wajar adalah bagian kulit si Kecil yang tidak menjadi normal setelah usianya 3 hari. Tempo waktu ini menjadi acuan umum, jadi jika kondisi kuning mulai memudar setelah 3 hari, maka kondisi ini adalah hal wajar. Jika kondisi kuning tak juga membaik setelah 3 hari, atau bahkan memburuk, segera konsultasikan dengan dokter kepercayaan Mums.

Baca Juga : Anak Sering Sakit Perut? Jangan Lengah dan Kenali Indikasinya [5 Penyebab Utama]

Menyikapi kondisi bayi kuning sebaiknya dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. Sebab seperti Mums baca pada artikel ini, kondisi ini bisa saja merupakan kondisi wajar dan di waktu yang sama bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan yang serius. Tidak ada salahnya melakukan langkah preventif dan terus mengamati perubahan yang terjadi. Jadi jika terasa ada yang janggal, Mums bisa secara langsung mengambil sikap yang diperlukan.

Kondisi bayi kuning akan banyak tertolong dengan asupan ASI yang berkualitas. Tentu, untuk menyediakan ASI yang berkualitas, Mums juga memerlukan asupan nutrisi yang baik. Selain mengkonsumsi makanan padat nutrisi, Mums juga dapat menambahkan Frisomum Gold Dualcare+ selama masa kehamilan dan menyusui. Kandungan nutrisi lengkap dapat menunjang pemenuhan kebutuhan nutrisi harian Mums, sehingga tubuh tetap terjaga dan produksi ASI bisa mencukupi kebutuhan si Kecil.