Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Mengenali Campak pada Bayi, Poin-Poin Ini Wajib Dipahami

3 Jenis Campak pada Bayi yang Perlu Dipahami

Campak merupakan satu penyakit yang cukup membuat Mums di Indonesia resah. Terlebih campak pada bayi. Campak pada bayi cukup mengganggu karena menghadirkan dampak yang akan membuat si Kecil menjadi susah makan, demam, bahkan mengalami gangguan kesehatan lain. Ini mengapa pemahaman mengenai campak harus Mums miliki. Well, setidaknya untuk gejala dan cara pencegahannya.

Sebelum membahas mengenai gejala dan pencegahan untuk campak pada bayi, Mums juga perlu memahami bahwa setidaknya terdapat 3 jenis campak yang dikenal hingga saat ini. 3 jenis campak tersebut adalah campak pada bayi (roseola infantum), campak rubeola, dan campak Jerman (rubella).

Sekilas Mengenai 3 Jenis Campak

Mengenali Campak pada Bayi, Poin-Poin Ini Wajib Dipahami

Jenis Campak pada Bayi

Salah satu jenis campak pada bayi yang cukup umum dikenal dengan sebutan roseola infantum. Campak pada bayi yang satu ini menyerang si buah hati pada usia 6 sampai 12 bulan. Sama seperti kedua campak pada bayi lainnya, jenis pertama ini menular melalui udara atau cairan tubuh penderita campak yang terkena ke tubuh si Kecil, baik melalui bersin atau cara lainnya.

Campak rubeola

Jenis campak pada bayi lainnya bisa disebabkan oleh virus rubeola. Ketika virus ini terlepas ke udara, masa hidupnya adalah sekitar dua jam. Jadi resiko untuk tertular campak ini akan meningkat ketika berada satu ruangan dengan penderita campak tersebut.

Campak Jerman

Gejala yang ditimbulkan lebih ringan daripada campak rubeola pada poin kedua, namun yang patut diwaspadai adalah masa inkubasi virus. Jika dua campak sebelumnya cenderung singkat, maka campak Jerman baru akan berkembang setelah 14 sampai 21 hari pasca terinfeksi.

Sebenarnya ketiga campak ini bisa dicegah penularannya dengan beberapa cara sederhana, dan mungkin kebanyakan dari Mums sudah menerapkan cara-cara ini.

Gejala yang Muncul pada si Kecil

Mengenali Campak pada Bayi, Poin-Poin Ini Wajib Dipahami

Secara umum, gejala ketiga jenis campak di atas sebenarnya tak jauh berbeda. Hanya saja, masa inkubasi virus di dalam tubuh serta tingkat keparahan gejalanya sedikit berbeda. Misalnya, pada campak rubeola masa inkubasi akan berlangsung sekitar 10 sampai 12 hari, baru kemudian muncul gejala-gejala lain. Pada campak Jerman, masa ini berlangsung selama 14 sampai 21 hari tergantung daya tahan tubuh si Kecil.

Untuk gejala campak pada bayi sendiri, yang paling terlihat adalah demam yang dialami si Kecil. Suhu tubuh meningkat hingga 39 derajat atau 39,5 derajat Celcius, dan berlangsung setidaknya selama 3 sampai 5 hari. Nafsu makan yang biasanya besar juga berangsur turun, dan ia akan mengalami pilek. Ruam akan muncul setelah demam mulai turun (kisaran waktu 5 hari), dan akan mereda dalam waktu sekitar 3 hari. Jika pada tempo tersebut ruam tidak kunjung hilang, direkomendasikan agar membawa si Kecil ke dokter.

Untuk campak rubeola dan campak Jerman lebih sering terjadi pada orang yang lebih dewasa, dan gejalanya cukup mirip. Demam yang tinggi (sampai pada suhu tubuh 40 derajat Celcius), batuk dan pilek, sensitivitas cahaya pada mata meningkat, muncul ruam, dan tubuh nyeri. Untuk memastikan jenis campak apa yang diderita, Mums bisa segera memeriksakannya ke dokter kepercayaan Mums.

Pencegahan yang Dapat Mums Lakukan

Mengenali Campak pada Bayi, Poin-Poin Ini Wajib Dipahami

Karena merupakan infeksi virus, maka campak pada bayi bisa diminimalisir resikonya dengan menggunakan vaksin yang sudah tersedia (vaksin MMR). Namun demikian agar langkah pencegahan bisa dilakukan dengan lebih efektif, Mums dapat melakukan langkah-langkah berikut.

  • Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah beraktivitas, buang air, dan sebagainya.
  • Memastikan pakaian bersih ketika akan melakukan interaksi dengan si KEcil.
  • Hindari daerah rawan penularan campak sebelum si Kecil diberi vaksin (MMR diberikan pertama kali pada saat usia si Kecil 9 bulan, lalu diberikan lagi pada usia 15 bulan, dan terakhir pada umur 5 tahun).

Lalu Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Campak?

Mengenali Campak pada Bayi, Poin-Poin Ini Wajib Dipahami

Pada skenario terburuk dimana si Kecil terjangkit virus campak, Mums tidak perlu panik. Menjaga ketenangan adalah langkah awal yang sangat diperlukan. Selain memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui jenis campak yang menyerang, Mums juga dapat melakukan langkah awal berikut ini.

  • Membuat kamar si Kecil nyaman dengan memastikan sirkulasi udara dan suhu yang cukup sejuk.
  • Memandikan si Kecil dengan air hangat untuk menjaga suhu tubuh,
  • Memastikan asupan cairan si Kecil tercukupi agar tidak terjadi dehidrasi.
  • Lakukan pengompresan untuk menurunkan demam (bukan dengan obat penurun panas tubuh anak).
  • Jangan membawa si Kecil keluar rumah hingga si Kecil benar-benar pulih.

Cukup klasik memang cara penanggulangan yang bisa dilakukan, namun cara ini terbukti efektif untuk lekas mengembalikan kesehatan si Kecil. Kunjungi dokter kepercayaan Mums untuk memastikan jenis campak dan obat apa yang paling tepat diberikan pada si Kecil.

Baca Juga : Kenali 7 Jenis Vaksin Untuk Anak Usia 1 Tahun

Mengatasi campak pada bayi di rumah

Dalam mengatasi campak pada bayi, sebetulnya ada beberapa cara yang bisa Mums lakukan di rumah. Penanganan campak pada bayi di rumah ini bisa dilakukan oleh Mums sambil mengawasi perkembangan kesehatan si buah hati. Meskipun begitu, Mums harus tetap bisa berkomunikasi kepada dokter anak untuk berkonsultasi menemukan cara meredakan campak pada bayi secara efektif. Jika dirasa belum membaik, Mums bisa langsung minta bantuan dokter lakukan penanganan secara tepat dan cermat. Berikut adalah langkah penanganan campak pada bayi yang bisa Mums lakukan di rumah dengan cepat.

  1. Penuhi asupan cairan

    Salah satu gejala campak pada bayi adalah hadirnya demam yang membuat buah hati tidak nyaman. Salah satu risiko demam yang berlangsung lama akibat campak pada bayi adalah dehidrasi. Pasalnya, saat suhu tubuh meningkat secara signifikan, kebutuhan cairan tubuh si kecil pun ikut meningkat. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk terus menjaga asupan cairan si kecil. Selain itu, konsumsi air yang cukup juga akan dapat meredakan tenggorokan bayi yang gatal akibat gejala campak pada bayi. 

  2. Redakan demam

    Setelah Mums telah menjaga asupan cairan si kecil dengan baik, Mums bisa coba meredakan demam agar mengatasi campak pada bayi. Untuk meredakan demam cara awal Mums bisa lakukan kompres menggunakan air suam kuku atau air hangat. Letakan kompres air suam kuku di bagian lipatan bayi tubuh bayi, sekitar ketiak dan selangkangan. Lakukan secara bertahap 5 hingga 10 menit sekali agar tubuh dapat menyesuaikan suhu secara alami. Jika dirasa kurang efektif, Mums bisa berikan si kecil ibuprofen atau parasetamol yang sudah dilarutkan ke dalam air. Namun pastikan Mums terlebih dahulu lakukan konsultasi kepada dokter sebelum memberikan obat.

  3. Vaksinasi campak

    Vaksinasi campak mungkin bukan jadi cara penanganan campak pada bayi secara langsung. Meskipun begitu, pemberian vaksin campak pada bayi akan meningkatkan sistem imun tubuh si kecil, sehingga buah hati dapat terhindar dari risiko yang membahayakan dari campak pada bayi. Dianjurkan bagi Mums untuk segera melakukan vaksinasi campak pada bayi setelah 6 hari dari masa penyembuhan si kecil. 

Serangan virus campak pada bayi memang menjadi satu hal yang harus Mums perhatikan dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, gangguan kesehatan pada usia awal kehidupan si Kecil bisa membawa dampak buruk pada fase tumbuh kembang yang selanjutnya. Ketika masa menyusui, pastikan si Kecil mendapat asupan ASI berkualitas. Mums bisa menerapkan pola hidup sehat dan makan makanan bernutrisi untuk mendukung hal ini. Lengkapi juga asupan nutrisi yang Mums perlukan dengan Frisomum Gold Dualcare+, yang khusus diformulasikan untuk mencukupi nutrisi harian selama Mums hamil dan menyusui. Berikan yang terbaik untuk si Kecil, dan lihat ia tumbuh dengan optimal!