Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Mengenali Dispepsia pada Anak, Cermati Gejala yang Muncul Bersamaan

Mengenali Dispepsia pada Anak, Cermati Gejala yang Muncul Bersamaan

Pernahkah Mums mendengar penyakit atau gangguan Dispepsia? Gangguan ini merupakan perasaan tidak nyaman pada perut akibat beberapa hal yang dirasakan pada perut bagian atas. Tidak hanya pada orang dewasa, dispepsia pada anak juga ditemui di beberapa kasus. Tentu saja, layaknya gangguan pada bagian perut yang lain, dispepsia akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat si Kecil menjadi rewel.

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya sedikit menengok akar kata dari dispepsia ini sendiri. Kata dispepsia berakar dari bahasa Yunani dan terdiri dari dua kata. Kata pertama adalah ‘Dys’ yang memiliki arti buruk, dan ‘Peptei’ yang berarti pencernaan.

Gejala gangguan dispepsia pada anak sendiri biasanya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Namun demikian, beberapa gejala yang sering muncul justru dialami jauh-jauh hari sebelumnya. Antara rentang waktu 3 hingga 6 bulan, gejala dispepsia akan muncul. Hal ini sering tidak disadari dan hanya dianggap sebagai gangguan perut biasa.

Perlu diingat Mums, dispepsia merupakan sekumpulan gejala, artinya, gejala yang muncul akibat dispepsia tidak hanya berupa satu gangguan saja namun beberapa sekaligus. Apa saja gejala yang muncul sekaligus ini? Simak penjelasan di bawah ini.

Gejala Dispepsia

Gejala paling umum dari gangguan dispepsia adalah perut si Kecil yang mengalami kembung. Untuk mengenali gejala dispepsia ini, Mums harus cermat melihat apakah kembung yang dialami si Kecil disertai dengan gejala lain. Beberapa gejala yang menyertai kembung antara lain sensasi panas pada dada, atau dikenal dengan heartburn.

Untuk gejala lain yang bisa muncul, di samping kembung dan heartburn, adalah nyeri pada bagian ulu hati, si Kecil sering bersendawa akibat asam lambung, sensasi panas pada perut, sering merasa lapar, nafsu makan menurun akibat rasa tidak nyaman pada perut si Kecil, perut terasa mual, si Kecil merasa cepat kenyang, muntah, regurgitasi hingga penurunan berat badan.

Beberapa gejala di atas tentu sudah Mums pahami sebagai gangguan umum yang terjadi pada anak-anak. Namun demikian, gangguan pada bagian perut umumnya hanya muncul satu per satu sehingga tidak terlalu membawa dampak yang besar untuk si Kecil. Ketika beberapa gejala muncul secara bersamaan, Mums sebaiknya mewaspadai dispepsia pada anak dan segera mengambil langkah tepat.

Penyebab Terjadinya Dispepsia

Gejala atau gangguan dispepsia ini tidak muncul tanpa sebab. Setidaknya ada 3 penyebab yang memicu kemunculan dispepsia pada anak.

  1. Meningkatnya asam lambung, adanya masalah pada aliran makanan yang diproses pada usus, serta adanya luka pada bagian lambung atau usus halus bagian awal.
  2. Jika si Kecil memiliki intoleransi pada laktosa dalam produk susu, dispepsia juga rentan terjadi.
  3. Peradangan pada kantung empedu atau nyeri yang berkaitan dengan kantung empedu atau salurannya. Namun biasanya ini terjadi pada orang dewasa mengingat anak-anak memiliki pola konsumsi makanan yang masih terkontrol.

Yang paling sering terjadi pada anak-anak adalah poin pertama dan kedua. Mengapa demikian? Biasanya hal tersebut terjadi karena memang si Kecil memiliki intoleransi pada laktosa dan jadwal makan yang kurang teratur. Padahal pada masa pertumbuhan, si Kecil memerlukan asupan nutrisi yang tercukupi dengan pola makan yang teratur.

Sikap yang Perlu Mums Ambil

Untuk menyikapi hal ini, sebenarnya cara paling tepat adalah dengan membawa si Kecil ke dokter karena tentu akan mendapat penanganan yang lebih profesional. Namun demikian, untuk langkah pencegahan Mums bisa memastikan si Kecil mendapat asupan nutrisi dari makanan yang bersih dan higienis sehingga memperkecil kemungkinan gangguan pencernaan akibat bakteri jahat yang masuk.

Selain itu, pemenuhan nutrisi pada si Kecil juga akan membantu tubuh si Kecil memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap berbagai gangguan yang datang dari luar. Nutrisi yang masuk akan menjadi bahan utama untuk tumbuh kembang tubuhnya, sehingga ia juga dapat terhindar dari berbagai masalah kesehatan. Mums juga dapat memberikan asupan nutrisi tambahan dengan susu kaya nutrisi.

Dispepsia memang awalnya akan muncul dengan gejala ringan dan tidak terlihat serius. Tapi jika gangguan atau gejala tersebut tidak kunjung hilang selambat-lambatnya dalam kurun waktu 3 bulan, sebaiknya Mums segera membawanya ke dokter. Mungkin Mums bisa memberikan pertolongan pertama untuk gangguan ringan, namun jika sudah terlalu lama, hal ini perlu perhatian serius.

Untuk membantu si Kecil memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan terhindar dari dispepsia pada anak, selalu pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Selain makanan dan minuman yang bernutrisi, Mums juga bisa memberikan Friso Gold 3. Dengan teknologi Locknutri, kualitas alami nutrisi akan terjaga dan lebih mudah diserap tubuh si Kecil. Ini akan membantu si Kecil agar kuat dari dalam. Mums juga dapat berkonsultasi dengan Ahli Nutrisi Alami Friso (ANA) pada situs resmi Friso, terkait berbagai topik nutrisi dan masa tumbuh kembang si Kecil.