Lompat ke isi utama
Manfaat Menirukan Gerakan Binatang Bagi Tumbuh Kembang Si Kecil

Manfaat Menirukan Gerakan Binatang dan Cara Bermainnya

Menirukan gerakan binatang bisa meningkatkan perkembangan otak anak lho. Seperti apa cara bermainnya?

Anak sudah semakin lincah ya, Mums? Saat ini, Mums mungkin sering melihatnya mulai mencoba untuk merangkak dan bergerak aktif ke sana kemari. Untuk melatih kemampuan motoriknya, mari ajak anak untuk bermain dengan menirukan gerakan binatang yang menyenangkan yuk, Mums. 

Baca Juga: Inilah 7 Penyakit Pencernaan Pada Anak, Mums Wajib Waspada!

Cara Bermain Menirukan Gerakan Binatang

  1. Siapkan boneka-boneka binatang yang menggemaskan agar anak tertarik untuk bermain menirukan gerakan binatang ini
  2. Mums juga bisa tambahkan gambar-gambar binatang yang diprint di selembar kertas, lalu gunting sesuai bentuk
  3. Sediakan juga buku bergambar yang di dalamnya terdapat binatang. Ini berguna untuk mengajak anak mengenal jenis binatang, menirukan gerakan binatang tersebut, dan melatih ia untuk rajin membaca
  4. Dengan menggunakan media-media tersebut, mulailah perkenalkan anak dengan berbagai binatang yang ada sambil menirukan gerakan binatang tersebut. Akan lebih baik jika Mums menirukan gerakan binatang secara berulang agar anak semakin mengenali jenis binatang yang dimaksud oleh Mums. 
  5. Anak sudah mengenal binatang-binatang yang Mums peragakan? Sekarang, mari bimbing ia untuk menirukan berbagai gerakan binatang tersebut dengan sendiri. Sebagai contoh, Mums dapat memangkunya sambil menggoyangkan kaki ketika menirukan kuda yang berlari, atau mengangkat anak sambil berkeliling saat menjelaskan tentang burung yang terbang. Selain menyenangkan, kegiatan ini dapat membantunya semakin memahami gerakan setiap binatang tersebut.
  6. Jangan lupa untuk mengabadikan momen saat bermain menirukan gerakan binatang ini ya, Mums. Kegiatan ini tentu akan menjadi kenangan yang indah bagi anak saat ia tumbuh besar nanti.

    Baca Juga: Berbagai Jenis Aneka Minuman Anak-anak

Manfaat Menirukan Gerakan Binatang Bagi anak

Saat bermain menirukan gerakan binatang, Mums sebenarnya juga ikut membantu merangsang daya imajinasi dan kemampuan motorik anak. Psikolog anak dari Alliant International University, Kristi Alexander mengatakan, “Ketika menirukan gerakan binatang dan suara khasnya, Mums juga sebenarnya ikut membuka dunia baru pada daya pikir anak.”

Dengan menirukan gerakan binatang yang diperagakan Mums, kemampuan motorik anak juga akan terlatih. Ia jadi bisa berlatih duduk, melompat dan menangkap sehingga ia pun jadi semakin lincah di masa pertumbuhannya. 

Manfaat Menirukan Gerakan Binatang Bagi Mums

Momen-momen ceria saat bermain di usianya saat ini menjadi kesempatan bagi Mums untuk mempererat ikatan emosional dengan anak. Dengan terus bermain bersamanya, seperti bermain menirukan gerakan binatang, Mums juga bisa mengamati tahap perkembangan anak dalam melewati tahun pertamanya ini. Selain itu, menirukan gerakan binatang sambil menggendong anak juga bisa menjadi olahraga ringan yang baik untuk kembali menyegarkan tubuh Mums lho. Oleh karenanya, permainan menirukan gerakan binatang ini memiliki manfaat yang luar biasa untuk Mums dan anak. 

Baca Juga: Melukis Wajah Baru Anak di Tahun Baru

Optimalkan Kemampuan Motorik dengan Cara Lain

Selain permainan menirukan gerakan binatang, Mums juga dapat mengoptimalkan kemampuan motorik anak dengan cara lain lho. Mums dapat menggabungkan permainan menirukan gerakan binatang ini dengan dongeng atau bernyanyi bersama. Saat bernyanyi bersama anak, pilihlah lagu-lagu dengan nada dan lirik sederhana seperti “Helly Anjing Kecil” sambil menirukan gerakan binatang dan suara anjing. Dengan begitu, kemampuan bahasa anak pun jadi semakin terlatih.

Satu hal yang perlu diperhatikan, biasanya saat anak sedang bermain menirukan gerakan binatang, ia akan sering tergoda untuk menghisap jempol atau jarinya. Hal tersebut sebenarnya wajar ditemui di usianya saat ini, Mums. Selain untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan di masa pertumbuhan gusinya, kebiasaan anak ini bisa jadi dilakukan untuk memberikan rasa tenang pada dirinya. Dokter Gigi Spesialis Anak dari Just4Kids Pediatric Dentistry, Dr. Wendy Tang mengemukakan bahwa menghisap tangan merupakan cara anak untuk mengeksplorasi melalui mulutnya. Namun, bukan berarti hal ini bisa terus Mums biarkan ya. Sebaiknya Mums hentikan kebiasaan anak menghisap jempol atau jarinya sebelum ia berusia 4 tahun agar tidak merusak pertumbuhan gigi anak.

Jika anak sudah terlihat bosan dengan permainan menirukan gerakan binatang ini, Mums bisa menyiasatinya dengan menghadirkan kegiatan menyenangkan lain, seperti:

  1. Permainan genggam-tarik

    Biasanya, gerakan tangan bayi mulai terlihat di usia tiga bulan. Nah, Mums bisa membantu anak merangsang indra perabanya dengan cara bermain genggam & tarik jari. Cara bermainnya cukup mudah, berikan jari Mums untuk digenggam anak, begitu ia merasakan sebentar jari Mums, pelan-pelan tarik jari Mums dari genggamannya. Sebagai alternatif, Mums juga dapat menggunakan mainannya untuk digenggam dan ditarik. Meskipun sederhana, permainan ini dapat melatih kemampuan motorik anak lho, Mums.

  2. Permainan bersuara

    Jika anak sudah memasuki usia empat bulan, biasanya ia akan lebih peka terhadap suara. Untuk itu, Mums bisa menggantungkan atau menaruh mainan bersuara di dekat wajah anak. Cara bermain ini dapat membantu anak untuk memperkuat otot leher, kepala, dan tangannya. Menurut situs HealthyChildren.org, permainan ini penting karena bayi akan berusaha untuk meraih mainan yang berisik itu. Saat itulah, anak mengembangkan kemampuan motoriknya. Tak hanya itu, permainan bersuara juga dapat melatih konsentrasi anak lho, Mums. 

  3. Belajar tengkurap

    Tahukah Mums, ternyata posisi tengkurap efektif untuk melatih kemampuan motorik anak lho. Biasanya bayi sudah mulai bisa berguling ketika memasuki usia tiga bulan. Kemampuannya akan semakin berkembang seiring bertambahnya usia. Saat bayi tengkurap, ia akan menggerakkan seluruh tubuhnya, misalnya menendangkan kaki dan mendongakkan kepala. Jika ia sudah terlihat kuat untuk tengkurap, Mums bisa meletakkan anak dalam posisi tengkurap, namun tetap harus dalam pengawasan Mums agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. Mums juga dapat menaruh mainan atau benda favorit anak tak jauh dari wajahnya agar ia bisa mencoba menggapai mainan tersebut.

  4. Belajar duduk

    Ketika bayi bisa menggerakkan kepala naik-turun, Mums sudah mulai bisa mengajarkannya posisi duduk. Biasanya anak sudah bisa melakukannya ketika memasuki usia 4-6 bulan. Posisi duduk dapat melatih kemampuan motorik anak, terutama untuk melatih sejumlah otot di bagian punggung dan perut. Mulailah dengan meletakkan anak dalam posisi duduk. Berikan tangan Mums untuk digenggam agar ia bisa menyeimbangkan tubuhnya. Lalu, pelan-pelan letakkan tangan anak di lantai, sehingga ia belajar untuk menopang sendiri berat tubuhnya. Awalnya, anak mungkin tidak akan bertahan lama dalam posisi tersebut. Namun, jika sudah terlatih, anak cenderung mencoba posisi tersebut sendiri.

Selain aktivitas fisik di atas, Mums perlu mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan memberikan nutrisi berkualitas setiap harinya. Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyarankan agar bayi di 6 bulan pertama kehidupannya, lebih baik diberikan ASI eksklusif dengan rutin. ASI memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Sebab, ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya di usia tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk selalu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu khusus ibu menyusui seperti Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan anak. 

Baca Juga: Pilihan Makanan Bayi sebagai MPASI, Mana Favorit anak?

Setelah anak berusia 6 bulan ke atas, Mums sudah dapat menambah asupan nutrisinya dengan memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan lezat. Pastikan untuk mengolah MPASI sesuai dengan usia anak ya, Mums. Sebab, saluran pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang ia konsumsi. Pastikan MPASI tersebut mengandung protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang seimbang agar tumbuh kembang anak lebih ideal.