Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada si Kecil Sejak Dini!

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada si Kecil Sejak Dini!

Menjaga kebersihan lingkungan tak hanya tanggung jawab Mums sebagai orang dewasa, namun juga si Kecil sebagai anggota keluarga di rumah. Meski porsi tanggung jawabnya berbeda, ada baiknya Mums mulai mengajarkan si Kecil mengenai kebersihan dan keasrian lingkungan sejak dini agar kelak hal tersebut jadi gaya hidup yang dipegangnya hingga dewasa.

Lingkungan yang bersih dan kondusif tak hanya akan baik untuk jangka panjang sebagai kebiasaan sehat, namun juga baik untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil di masa keemasan. Bagaimana tidak? Dengan lingkungan yang bersih, maka resiko infeksi penyakit dapat diminimalisir sehingga fase tumbuh kembang si Kecil tidak terganggu. Tapi bagaimana caranya mengajarkan hal ini pada anak-anak?

Beraktivitas Di Luar Rumah

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada si Kecil Sejak Dini!

Beraktivitas di luar ruangan, misalnya di area halaman belakang atau depan, bisa jadi satu langkah awal untuk mengajarkan si Kecil turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Aktivitas luar ruang juga menjadi saat yang baik memberikan stimulus pada kemampuan motorik kasar, pengamatan, pengenalan hal baru, serta pembiasaan tubuh si Kecil pada mikroorganisme di lingkungan sekitar rumah.

Secara rutin, jika Mums mengajak si Kecil beraktivitas di luar rumah, maka ia akan melihat betapa lingkungan di sekitar rumah bersih dan nyaman digunakan beraktivitas. Sesekali dengan sengaja biarkan si Kecil melihat aktivitas Mums yang sedang membersihkan daun-daun, atau membuang sampah, dan lain sebagainya. Biarkan rasa penasarannya mendorong ia untuk bertaya, dan berikan penjelasan sederhana mengenai hal ini.

Memberikan Contoh

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada si Kecil Sejak Dini!

Cara paling efektif untuk menanamkan kebiasaan pada si Kecil adalah memberikan contoh. Entah untuk kebiasaan apapun, teori atau berdiskusi saja tidak akan memberikan efek seoptimal memberikan contoh secara langsung. Seperti disebutkan pada poin pertama tadi, Mums bisa melakukan hal tersebut dengan beraktivitas seperti biasanya, namun ketika si Kecil ada di lokasi yang sama.

Ketika si Kecil melihat apa yang dilakukan Mums, secara naluriah, ia akan mendekat dan ingin mengetahui hal tersebut. Perlahan, si Kecil akan menirukan gerakan dan aktivitas Mums. Ketika ini terjadi, berarti ia sudah bisa diberikan sedikit tanggung jawab untuk turut serta membersihkan lingkungan. Mulai dari hal kecil, biasakan setiap hari.

Kegiatan Berkebun, Seru dan Edukatif

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada si Kecil Sejak Dini!

Jika Mums memiliki sedikit lahan di bagian depan atau halaman belakang, buatlah kebun kecil yang bisa menambah keasrian rumah Mums. Selain itu, kebun ini juga bisa jadi area pengenalan si Kecil pada makhluk hidup lain serta lingkungan sekitar. Cukup seru lho Mums berkebun bersama si Kecil. Ya, meskipun akan sedikit merepotkan, namun tidak masalah bukan demi stimulus yang optimal?

Banyak sekali stimulus yang bisa diberikan ketika berkebun. Misalnya, cara memegang pot bunga, atau memindahkan tanah dari satu pot ke pot lain, mengajarkan si Kecil bahwa tanaman juga adalah makhluk hidup, melatih kemampuan motorik halusnya dengan menggunakan jari dan indra peraba, dan masih banyak lagi. Selain seru, kegiatan berkebun juga ternyata memiliki sangat banyak manfaat.

Reduce, Reuse, Recycle, Prinsip Sederhana Demi Kebersihan Lingkungan

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada si Kecil Sejak Dini!

Aktivitas menjaga kebersihan lingkungan tak akan lepas dari 3 konsep besar ini. Mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Sederhana, namun benar-benar dapat membawa dampak baik bagi lingkungan. Jika diterapkan dengan benar, maka jumlah limbah yang tidak dapat terurai bisa ditekan seminimal mungkin.

Pertama, prinsip reduce, Mums bisa mengajarkan si Kecil untuk menggunakan kantong kain alih-alih menggunakan kantong plastik satu kali pakai. Bawalah kantong kain ketika berbelanja bersama si Kecil, dan biarkan si Kecil melihat langsung Mums menggunakannya. Terapkan pula pada hal-hal yang lain, yang sekirannya tidak terlalu diperlukan.

Selanjutnya adalah reuse atau penggunaan kembali. Berikan aktivitas pada si Kecil dengan barang-barang yang bisa digunakan kembali dan bukan barang yang langsung dibuang. Misalnya dengan menggunakan kembali kantong plastik yang didapat dari minimarket. Setelah selesai berbelanja, lipat dengan rapi dan bawa ketika bepergian bersama si Kecil.

Terakhir, recycle atau daur ulang. Nah, konsep ini sangat cocok untuk mengajarkan si Kecil bagaimana menjaga kebersihan lingkungan, dengan cara mengolah kembali sampah plastik yang sudah digunakan. Ajak si Kecil untuk membuat karya tangan dari limbah rumah tangga. Ingat, sebelum digunakan pastikan Mums sudah membersihkannya ya. Mums bisa menggunakan kotak susu untuk membuat mobil-mobilan, atau plastik minuman untuk membuat tas, dan lain sebagainya. Pastikan si Kecil turut dalam aktivitas ini, agar ia juga belajar bagaimana menggunakan tangan dan jemari mungilnya. Pada saat yang bersamaan, si Kecil akan terbiasa tidak langsung membuang barang yang sekiranya masih bisa digunakan.

Baca Juga : Melatih Kreativitas Anak Sekaligus Meningkatkan Bonding, Ini 4 Idenya!

Nah itu tadi sekilas beberapa tips mengajarkan menjaga kebersihan lingkungan pada si Kecil. Tidak mudah dan memerlukan waktu yang agak lama memang, namun hasilnya juga akan bertahan lama hingga si Kecil dewasa. Untuk mendukung stimulus yang Mums berikan setiap hari, pastikan juga si Kecil terpenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Berikan makanan bergizi dan padukan dengan Friso Gold 4 untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya. Friso dengan teknologi Locknutri, menjaga kualitas alami nutrisi sehingga lebih mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam, juga mengoptimalkan tumbuh kembangnya!