Lompat ke isi utama
Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada si Kecil Sejak Dini!

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan Anak Sejak Dini

Lingkungan yang bersih dan kondusif tak hanya akan baik untuk jangka panjang sebagai kebiasaan sehat, namun baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Menjaga kebersihan lingkungan tak hanya tanggung jawab Mums sebagai orang dewasa, namun juga anak sebagai anggota keluarga di rumah. Meski porsi tanggung jawabnya berbeda, ada baiknya Mums mulai mengajarkan anak mengenai kebersihan dan keasrian lingkungan sejak dini agar kelak hal tersebut jadi gaya hidup yang dipegangnya hingga dewasa.

Lingkungan yang bersih dan kondusif tak hanya akan baik untuk jangka panjang sebagai kebiasaan sehat, namun juga baik untuk mendukung tumbuh kembang anak di masa keemasan. Bagaimana tidak? Dengan lingkungan yang bersih, maka resiko infeksi penyakit dapat diminimalisir sehingga fase tumbuh kembang anak tidak terganggu. Tapi bagaimana caranya mengajarkan hal ini pada anak-anak?

Beraktivitas Di Luar Rumah

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada anak Sejak Dini!

Beraktivitas di luar ruangan, misalnya di area halaman belakang atau depan, bisa jadi satu langkah awal untuk mengajarkan anak turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Aktivitas luar ruang juga menjadi saat yang baik memberikan stimulus pada kemampuan motorik kasar, pengamatan, pengenalan hal baru, serta pembiasaan tubuh anak pada mikroorganisme di lingkungan sekitar rumah.

Secara rutin, jika Mums mengajak anak beraktivitas di luar rumah, maka ia akan melihat betapa lingkungan di sekitar rumah bersih dan nyaman digunakan beraktivitas. Sesekali dengan sengaja biarkan anak melihat aktivitas Mums yang sedang membersihkan daun-daun, atau membuang sampah, dan lain sebagainya. Biarkan rasa penasarannya mendorong ia untuk bertaya, dan berikan penjelasan sederhana mengenai hal ini.

Memberikan Contoh

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada anak Sejak Dini!

Cara paling efektif untuk menanamkan kebiasaan pada anak adalah memberikan contoh. Entah untuk kebiasaan apapun, teori atau berdiskusi saja tidak akan memberikan efek seoptimal memberikan contoh secara langsung. Seperti disebutkan pada poin pertama tadi, Mums bisa melakukan hal tersebut dengan beraktivitas seperti biasanya, namun ketika anak ada di lokasi yang sama.

Ketika anak melihat apa yang dilakukan Mums, secara naluriah, ia akan mendekat dan ingin mengetahui hal tersebut. Perlahan, anak akan menirukan gerakan dan aktivitas Mums. Ketika ini terjadi, berarti ia sudah bisa diberikan sedikit tanggung jawab untuk turut serta membersihkan lingkungan. Mulai dari hal kecil, biasakan setiap hari.

Kegiatan Berkebun, Seru dan Edukatif

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada anak Sejak Dini!

Jika Mums memiliki sedikit lahan di bagian depan atau halaman belakang, buatlah kebun kecil yang bisa menambah keasrian rumah Mums. Selain itu, kebun ini juga bisa jadi area pengenalan anak pada makhluk hidup lain serta lingkungan sekitar. Cukup seru lho Mums berkebun bersama anak. Ya, meskipun akan sedikit merepotkan, namun tidak masalah bukan demi stimulus yang optimal?

Banyak sekali stimulus yang bisa diberikan ketika berkebun. Misalnya, cara memegang pot bunga, atau memindahkan tanah dari satu pot ke pot lain, mengajarkan anak bahwa tanaman juga adalah makhluk hidup, melatih kemampuan motorik halusnya dengan menggunakan jari dan indra peraba, dan masih banyak lagi. Selain seru, kegiatan berkebun juga ternyata memiliki sangat banyak manfaat.

Reduce, Reuse, Recycle, Prinsip Sederhana Demi Kebersihan Lingkungan

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Ajarkan pada anak Sejak Dini!

Aktivitas menjaga kebersihan lingkungan tak akan lepas dari 3 konsep besar ini. Mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Sederhana, namun benar-benar dapat membawa dampak baik bagi lingkungan. Jika diterapkan dengan benar, maka jumlah limbah yang tidak dapat terurai bisa ditekan seminimal mungkin.

Pertama, prinsip reduce, Mums bisa mengajarkan anak untuk menggunakan kantong kain alih-alih menggunakan kantong plastik satu kali pakai. Bawalah kantong kain ketika berbelanja bersama anak, dan biarkan anak melihat langsung Mums menggunakannya. Terapkan pula pada hal-hal yang lain, yang sekirannya tidak terlalu diperlukan.

Selanjutnya adalah reuse atau penggunaan kembali. Berikan aktivitas pada anak dengan barang-barang yang bisa digunakan kembali dan bukan barang yang langsung dibuang. Misalnya dengan menggunakan kembali kantong plastik yang didapat dari minimarket. Setelah selesai berbelanja, lipat dengan rapi dan bawa ketika bepergian bersama anak.

Terakhir, recycle atau daur ulang. Nah, konsep ini sangat cocok untuk mengajarkan anak bagaimana menjaga kebersihan lingkungan, dengan cara mengolah kembali sampah plastik yang sudah digunakan. Ajak anak untuk membuat karya tangan dari limbah rumah tangga. Ingat, sebelum digunakan pastikan Mums sudah membersihkannya ya. Mums bisa menggunakan kotak susu untuk membuat mobil-mobilan, atau plastik minuman untuk membuat tas, dan lain sebagainya. Pastikan anak turut dalam aktivitas ini, agar ia juga belajar bagaimana menggunakan tangan dan jemari mungilnya. Pada saat yang bersamaan, anak akan terbiasa tidak langsung membuang barang yang sekiranya masih bisa digunakan.

Baca Juga : Melatih Kreativitas Anak Sekaligus Meningkatkan Bonding, Ini 4 Idenya!

Nah itu tadi sekilas beberapa tips mengajarkan menjaga kebersihan lingkungan pada anak. Tidak mudah dan memerlukan waktu yang agak lama memang, namun hasilnya juga akan bertahan lama hingga anak dewasa. Untuk mendukung stimulus yang Mums berikan setiap hari, pastikan juga anak terpenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Berikan makanan bergizi dan padukan dengan Friso Gold 4 untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya. Friso dengan teknologi Locknutri, menjaga kualitas alami nutrisi sehingga lebih mudah diserap tubuh anak dan membantunya kuat dari dalam, juga mengoptimalkan tumbuh kembangnya!