Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Mitos atau Fakta; Sukrosa Berbahaya Terhadap Tumbuh Kembang Anak?

Mitos atau Fakta; Sukrosa Berbahaya Terhadap Tumbuh Kembang Anak?

Tahukah Mums, kebiasaan dalam memberikan makanan untuk anak sangat berpengaruh terhadap kebutuhan nutrisinya lho. Mums bertanggung jawab dalam memenuhi gizi seimbang yang berperan untuk meningkatkan tumbuh kembang anak. Kebiasaan yang sudah ada sejak kecil ini bisa terbawa hingga anak dewasa. Apabila Mums terbiasa memberikan asupan tidak bergizi, seperti makanan atau minuman yang mengandung sukrosa berlebih, anak akan berisiko mengidap penyakit yang mengganggu kesehatan dan aktivitasnya sehari-hari. Tapi tenang Mums, pemberian sukrosa ini bisa dikurangi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gula alami agar kesehatan si kecil tetap terjaga. 

Pola hidup sehat aktif ini meliputi pemberian gizi seimbang dari makanan utama dan camilan anak, aktif melakukan kegiatan fisik seperti olahraga, memenuhi kebutuhan cairannya dari air putih, dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak, penting bagi Mums untuk mengetahui bahwa dua tahun pertama kehidupan anak merupakan periode emas masa pertumbuhannya karena di periode ini sekitar 80 persen otak dibentuk dan berfungsi. Sehingga, apabila kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi, maka tumbuh kembang anak pun akan terganggu. Meski terlihat mudah untuk menjalani pola hidup sehat aktif, namun dalam praktiknya tidak semudah itu ya Mums? Terutama bagi Mums yang memiliki anak berusia 1-3 tahun, di mana anak-anak sangat menyukai makanan manis karena rasanya yang menggugah selera dan bentuknya beragam, mulai dari permen, cokelat, es krim, kue, donat, dan makanan manis lainnya. 

Banyak orang tua yang membiarkan anak-anak mengonsumsi makanan manis karena menganggap gula bisa jadi salah satu sumber energi agar anak bisa beraktivitas dengan baik. Eits, tapi tunggu dulu Mums, pemberian sukrosa atau gula sejak kecil dengan konsisten dan porsi banyak justru akan berdampak buruk terhadap kesehatan jangka panjang lho.

Mitos atau Fakta; Sukrosa Dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak?

Anak-anak yang berusia di bawah dua tahun dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula atau sukrosa. Mums perlu membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Saat anak berusia 1-2 tahun, pastikan untuk memilih asupan bebas sukrosa, termasuk susu pertumbuhan yang kaya akan nutrisi alami dan tanpa kandungan sukrosa sedikit pun. 

Sedangkan, anak-anak yang berusia dua tahun ke atas hanya boleh mengonsumsi gula tidak lebih dari 25 gram atau setara enam sendok teh dalam sehari. Pastikan untuk membatasi kebutuhan gula dalam makanan atau minumannya. Sebab, banyak penelitian yang membuktikan bahwa anak yang mengonsumsi sukrosa secara konsisten dan berlebihan dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang cukup besar. Akibatnya, tumbuh kembang anak jadi terganggu dan risiko penyakit kronis dapat muncul di masa mendatang. 

Gula alami dan pemanis alami dianggap lebih baik untuk mendukung tumbuh kembang anak. Namun, Mums tetap harus cermat memilih produk yang mengandung pemanis alami dan pemanis buatan. Sebab, banyak makanan yang mengandung gula alami dengan penambahan pemanis buatan lebih banyak, sehingga kadar gulanya semakin banyak. Jika dikonsumsi berlebihan, gula ini akan semakin menumpuk di dalam tubuh dan memicu efek samping berbahaya. Ada beberapa penyakit yang mengganggu tumbuh kembang anak akibat pemberian sukrosa yang berlebihan, di antaranya:

  • Kerusakan gigi

    Sisa gula dari camilan manis akan menempel pada celah-celah gigi dan jika dikonsumsi terlalu banyak akan semakin menumpuk dan menyebabkan pembusukan gigi hingga menjadi rusak. Apabila kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang, si kecil akan mengalami kerusakan gigi secara permanen yang bisa memicu masalah lainnya, seperti infeksi gusi, peradangan, bengkak, dan penyakit mulut lainnya. 

  • Obesitas

    Konsumsi sukrosa berlebihan juga bisa memicu obesitas sehingga mengganggu tumbuh kembang anak di kemudian hari. Jika si kecil terlalu banyak mengonsumsi sukrosa sejak kecil, maka ia akan kecanduan untuk terus mengonsumsi gula hingga beranjak dewasa. Anak-anak yang obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa jika pola makannya tidak diperbaiki. 

  • Penyakit kronis

    Anak yang mengonsumsi sukrosa berlebihan juga bisa berisiko tinggi mengidap penyakit kronis sehingga tumbuh kembang anak pun terganggu. Penyakit kronis yang bisa menyerang tubuh si kecil, antara lain diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, serta penyakit jantung. 

Baca juga: Inilah 7 Penyakit Pencernaan Pada Anak, Mums Wajib Waspada!

Mitos atau Fakta; Sukrosa Membuat Anak Hiperaktif?

Konsumsi sukrosa berlebihan terbukti bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Namun, apakah sukrosa juga bisa membuat anak jadi hiperaktif? Anggapan ini masih diyakini oleh sebagain besar orang tua sejak zaman dahulu hingga saat in. Faktanya, anggapan sukrosa membuat anak jadi hiperaktif hanyalah mitos lho, Mums. 

Melansir laman resmi Medicalnewstoday.com, data ilmiah dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa gula atau sukrosa tidak memberikan pengaruh apapun terhadap perilaku anak hingga membuatnya hiperaktif. Penelitian mengenai hal ini juga pernah dilakukan pada tahun 1995, yang telah diterbitkan oleh JAMA Network. Penelitian tersebut menganalisis temuan 23 percobaan dalam 15 karya ilmiah yang hasilnya menunjukkan sukrosa tidak memberikan efek berlebihan terhadap kemampuan kognitif anak. Peneliti mencatat bahwa setiap anak yang masuk dalam percobaan tersebut menunjukkan efek yang berbeda setelah mengonsumsi gula. Namun, efeknya tidak terlalu signifikan.

Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Berikut beberapa cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak yang bisa Mums lakukan, antara lain:

Konsumsi Asupan yang Bergizi

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak yaitu dengan memenuhi asupan yang bergizi seimbang. Gizi seimbang yang baik untuk anak harus mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Menjalani Pola Hidup Sehat 

Selain memenuhi nutrisi dari dalam, anak harus dibiasakan untuk menjalani pola hidup sehat aktif agar tumbuh kembang anak lebih optimal. Kebiasaan ini bisa Mums terapkan sejak dini agar si kecil bisa terbiasa menjalaninya hingga dewasa. 

Pantau Tumbuh Kembang Anak

Mums perlu memantau tumbuh kembang anak agar asupan nutrisi yang dikonsumsinya tepat dan sesuai kebutuhan. Saat rutin memantau tumbuh kembang anak, Mums jadi lebih tahu nutrisi apa saja yang belum terpenuhi, bagaimana tingkat keaktifan anak, dan seperti apa perkembangan kemampuannya dari hari ke hari. 

Kurangi Asupan yang Mengandung Sukrosa 

Seperti yang Mums ketahui, anak yang berusia di bawah dua tahun sebaiknya tidak diberikan asupan yang mengandung gula atau sukrosa, sebab tumbuh kembang anak berisiko mengalami gangguan jika pemberiannya tidak tepat. Melansir Kompas.com, penelitian membuktikan bahwa anak dengan asupan sukrosa rendah memiliki kualitas pertumbuhan dan asupan nutrisi lebih baik dalam jangka panjang, sekaligus peningkatan tinggi badan 1,5 cm lebih panjang dibandingkan anak yang sering mengonsumsi sukrosa. Mums bisa memberikan si kecil makanan dan minuman yang bebas kandungan sukrosa, seperti susu Friso Gold 3

Susu FRISO Gold 3 dengan kemasan baru tetap hadir dengan nutrisi alami dan bebas sukrosa untuk mendukung tumbuh kembang anak lebih ideal. Walaupun bebas sukrosa, susu FRISO Gold 3 tetap memiliki rasa yang enak. Susu FRISO Gold 3 juga diperkaya dengan kandungan prebiotik, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam. Yuk, saatnya minum susu setiap hari!