Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Mitos dan Fakta Bayi Sering Kentut, Ketahui Cara Mengatasinya Mums!

Mitos dan Fakta Bayi Sering Kentut, Ketahui Cara Atasinya

Sebagai orang tua yang memiliki bayi baru lahir, mungkin Mums sering merasa khawatir mengenai kesehatan si Kecil. Beberapa pertanyaan yang sering kali muncul biasanya seputar kesehatan pencernaan, bayi sering kentut, bersendawa, dan bayi rewel. Menurut penelitian, bayi justru cenderung lebih sering kentut dibandingkan orang dewasa. Kondisi bayi sering kentut ini disebabkan oleh banyaknya udara yang ia telan saat menyusu, menangis, atau makan. 

Kondisi bayi sering kentut sebenarnya normal, akan tetapi ia akan merasa tidak nyaman karena perutnya kembung. Rata-rata bayi sering kentut sebanyak 13-20 kali sehari. Meski begitu, Mums tetap harus bisa membedakan kondisi bayi sering kentut dalam keadaan normal atau pertanda adanya gangguan pencernaan. Namun sayangnya, banyak sekali mitos mengenai kondisi ini yang sering membuat para Mums salah kaprah. Oleh karena itu, Mums perlu mengetahui fakta mengenai bayi sering kentut untuk mengatasinya dengan tepat.

Mitos dan Fakta Bayi Sering Kentut

Berikut beberapa mitos dan fakta bayi sering kentut yang perlu Mums ketahui agar tidak salah dalam mencegah dan mengatasinya: 

Mitos: Bayi sering kentut selalu disebabkan oleh gangguan pencernaan

Faktanya, tidak semua bayi sering kentut disebabkan oleh gangguan pencernaan. Selain terlalu banyak menelan udara saat menyusu, menangis, atau makan, penyebab lain bayi sering kentut ini disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya:

  • Tergantung apa yang dimakan Mums saat menyusui
  • Tidak menyimpan ASI perah (ASIP) dengan benar
  • Posisi menyusu tidak pas
  • Mencoba makanan padat pertama kalinya
  • Menyusu dari botol 

Mitos: Bayi baru lahir seharusnya tidak rewel, kembung, dan tidak sering kentut

Faktanya, bayi akan merasa tidak nyaman hingga rewel jika perutnya kembung karena gas. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna dan akan terus berkembang, sehingga wajar jika bayi sering kentut. Bila si Kecil rewel karena perutnya kembung, coba baringkan di atas tempat tidur dan gerakan kakinya seperti mengayuh sepeda. Gerakan tersebut dapat membantunya mengeluarkan gas dari dalam perut. 

Mitos: Redakan sakit perut dan bayi sering kentut dengan minyak angin

Faktanya, belum ada bukti klinis mengenai minyak angin dapat meredakan bayi sering kentut akibat perut kembung. Namun, sensasi hangat dari minyak angin atau minyak kayu putih dapat membuat si Kecil merasa lebih nyaman. 

Cara Mengatasi Bayi Sering Kentut

Ada beberapa cara mengatasi bayi sering kentut yang bisa Mums lakukan di rumah. Cara ini bisa membuat si Kecil merasa lebih nyaman dan tidak rewel, antara lain:

  1. Pastikan bayi menyusu dalam posisi yang benar

    Saat menyusu, pastikan posisi kepala si Kecil lebih tinggi dari perut, Mums bisa menggunakan tangan atau bantal untuk menopangnya. Jika si Kecil menyusu menggunakan botol, pastikan posisi botolnya miring ke atas sehingga tidak ada udara yang terjebak di bagian botol dot. 

    Posisi menyusu yang benar membuat susu lebih mudah turun ke lambung dan udara yang tidak sengaja tertelan bisa keluar dengan benar. Selain mengatasi bayi sering kentut, cara ini juga bisa mempermudah ia bersendawa. 

  2. Bantu bayi bersendawa

    Penting bagi si Kecil untuk bersendawa setelah menyusu agar gas di dalam tubuhnya berkurang. Cara terbaik untuk membantu si Kecil bersendawa adalah dengan mengusap atau menepuk punggungnya secara lembut. Lakukan cara ini sambil menggendong si Kecil di pundak atau merebahkannya di pangkuan Mums. Bila tak kunjung bersendawa, baringkan si Kecil di kasur dalam posisi telentang selama beberapa menit, lalu ulangi lagi langkah tadi. 

  3. Pijat lembut perut bayi

    Cara selanjutnya yang bisa Mums lakukan adalah dengan membaringkan si Kecil di kasur dalam posisi telentang, lalu pijat lembut perutnya, setelah itu gerakkan tungkai atau kakinya seperti sedang mengayuh roda sepeda. Langkah-langkah tersebut bisa mengatasi bayi sering kentut dan dapat mengeluarkan gas di dalam tubuhnya dengan baik. 

  4. Lakukan gerakan olahraga ringan untuk bayi

    Untuk memudahkan membuang gas berlebih di dalam tubuh bayi, cobalah Mums gerakkan kaki si Kecil seperti bersepeda. Caranya, telentangkan si Kecil di atas kasur dalam posisi telentang, lalu pegang kedua kakinya, kemudian gerakkan dengan lembut secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda. Gerakan ini bisa jadi pilihan untuk mengatasi bayi sering kentut dan mengurangi ketidaknyamanan pada perutnya untuk mendorong gelembung udara keluar melalui usus. 

Bayi sering kentut memang bukan suatu kondisi yang berbahaya. Namun, Mums tetap harus waspada karena kondisi ini juga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan pada si Kecil, terutama jika bayi sering kentut disertai dengan gejala-gejala berikut ini:

  • Demam dengan suhu 38 derajat celsius atau lebih.
  • Sangat rewel dan sulit ditenangkan meski Mums sudah melakukan langkah-langkah di atas.
  • Tampak mengalami kesakitan di beberapa bagian tubuhnya.
  • Bayi sering kentut disertai tidak buang air besar.
  • Si Kecil muntah-muntah, perutnya sangat keras, dan rewel.
  • Terdapat darah di feses saat si Kecil buang air besar.

Jika bayi sering kentut disertai gejala-gejala di atas, segeralah bawa ia ke dokter untuk ditangani dengan cepat dan tepat. Sebab, gejala tersebut merupakan pertanda adanya gangguan pencernaan si Kecil. Jangan membiarkan kondisi ini berlarut-larut karena kesehatan pencernaan bayi berpengaruh terhadap kesehatan tubuhnya secara keseluruhan. 

Nutrisi Tepat untuk Kesehatan Pencernaan Bayi

Mums perlu mengetahui cara menjaga kesehatan pencernaan si Kecil. Sebab, pencernaan yang sehat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Selain itu, gangguan pencernaan bisa berdampak pada daya tahan tubuh si Kecil. Kondisi bayi sering kentut akibat gangguan pencernaan sebaiknya dicegah sejak awal agar terhindar dari masalah kesehatan bayi.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil, Mums perlu memerhatikan asupan nutrisi yang ia konsumsi. Untuk bayi berusia 0-6 bulan dianjurkan untuk mengonsumsi ASI eksklusif tanpa ada tambahan apapun. Sebab, ASI sudah mengandung gizi yang lengkap untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Oleh karena itu, Mums perlu menjaga kualitas ASI dengan mengonsumsi Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, nukleotida, dan prebiotik untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan Mums, memenuhi kebutuhan gizi Mums dan si Kecil, serta sebagai tambahan nutrisi agar tumbuh kembang si Kecil lebih ideal. Saat si Kecil sudah berusia di atas enam bulan, Mums sudah bisa memberikannya Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan kandungan nutrisi yang seimbang agar pencernaannya tetap sehat. Selain itu, Mums juga harus memastikan kebersihan lingkungan dan tubuh si Kecil, mencukupi kebutuhan cairan, serta menjalani pola hidup sehat aktif agar terhindar dari berbagai penyakit.