Lompat ke isi utama
Mitos Penyubur Kandungan

Mitos dan Fakta Makanan Penyubur Kandungan

Selama kehamilan, Mums pasti sering mendengar mengenai hal-hal yang harus dilakukan atau dihindari oleh Ibu hamil, salah satunya mengenai mitos makanan penyubur kandungan. Ada banyak anggapan yang menyebut bahwa beberapa jenis makanan tertentu bisa membuat Mums cepat hamil dan meningkatkan kesuburan. Namun faktanya, anggapan tersebut cukup keliru karena hanya mitos belaka. Oleh karena itu, penting bagi Mums mengetahui fakta-fakta di balik makanan penyubur kandungan agar kesehatan Mums dan calon buah hati tetap terjaga hingga persalinan tiba. 

Mitos Makanan Penyubur Kandungan

Berikut ini beberapa mitos dan fakta mengenai makanan penyubur kandungan yang perlu Mums ketahui: 

  1. Taoge

    Banyak mitos yang menganggap bahwa taoge atau kecambah merupakan makanan penyubur kandungan, sehingga tak sedikit pula Mums yang sering mengonsumsi taoge agar cepat hamil. Padahal, anggapan tersebut hanya mitos yang kebenarannya belum dibuktikan oleh penelitian. Faktanya, taoge memang memiliki manfaat menyuburkan, tetapi sejauh ini efeknya baru ditemukan pada kesuburan pria. Sebab, taoge mengandung antioksidan, yaitu salah satu senyawa yang dapat membantu melindungi sel-sel dalam tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Melansir laman resmi medicalnewstoday.com, kandungan antioksidan yang banyak dalam tubuh dapat membantu melindungi kualitas sperma pria. 

    Mitos mengenai taoge sebagai makanan penyubur kandungan ini kemungkinan beredar karena nutrisi yang terkandung dalam kacang hijau. Kacang hijau diketahui mengandung vitamin B9 (asam folat), yaitu salah satu nutrisi yang sangat diperlukan bagi wanita yang berencana hamil. Asam folat ini nantinya akan dimanfaatkan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan janin lebih optimal. 

    Namun sayangnya, baru ada penelitian yang menjelaskan tentang manfaat kacang hijau dibandingkan taoge. Selain belum terbukti manfaatnya untuk kandungan, Mums justru perlu berhati-hati jika hendak mengonsumsi taoge secara berlebihan selama hamil. Sebab, taoge rentan terkontaminasi dengan bakteri karena tumbuh di lingkungan yang lembap. Oleh karena itu, Mums harus mencuci taoge hingga bersih dan dimakan dalam kondisi matang. 

  2. Daun singkong

    Daun singkong juga sering disebut-sebut sebagai makanan penyubur kandungan yang sangat baik dikonsumsi oleh Ibu hamil. Padahal, anggapan tersebut hanyalah mitos yang keliru. Faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa daun singkong merupakan makanan penyubur kandungan dan memiliki manfaat agar Mums bisa cepat hamil. Melansir laman resmi medicalnewstoday.com, penelitian menunjukkan bahwa tanaman singkong memiliki sifat antiradang yang dapat digunakan untuk gangguan kesehatan tertentu, seperti demam dan diare. 

    Meskipun daun singkong bukan makanan penyubur kandungan, tetapi sayuran jenis ini boleh dikonsumsi oleh Ibu hamil asalkan tidak berlebihan. Sebab, daun singkong memiliki manfaat untuk Ibu hamil, seperti mencegah anemia, mencegah gangguan kesehatan pada janin, hingga meningkatkan sistem imun tubuh. Pastikan Mums mengonsumsi daun singkong sesuai dengan batas normal. Ini karena mengonsumsi daun singkong secara berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah naik dan kolesterol meningkat. 

    Selain itu, konsumsi daun singkong berlebihan juga bisa meningkatkan asam lambung, terutama bagi Ibu hamil yang memiliki gangguan saluran pencernaan. Senyawa pada daun singkong yang bersifat sianida bisa menekan dinding lambung dan menyebabkan sakit perut, mual, hingga muntah. Hindari mengonsumsi daun singkong dalam keadaan mentah ya, Mums. Pastikan daun singkong untuk Mums saat hamil diolah hingga matang. Sebab, sama seperti singkong, bagian daunnya pun mengandung racun hidrogen sianida jika dikonsumsi secara mentah. 

    Baca juga: Tahap Perkembangan Janin di Setiap Minggu

  3. Kurma

    Kurma juga cukup dikenal sebagai makanan penyubur kandungan. Namun, ternyata anggapan tersebut hanya mitos belaka lho, Mums. Faktanya, penelitian yang diterbitkan pada Journal of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan bahwa kurma tidak memiliki potensi sebagai makanan penyubur kandungan. Oleh karena itu, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui manfaat kurma untuk kesuburan selama masa kehamilan. 

    Meskipun begitu, kurma tetap memiliki banyak manfaat untuk kesehatan Ibu hamil, terutama kurma muda segar yang berwarna kuning atau disebut juga kurma ruthob. Dibandingkan kurma berwarna cokelat pada umumnya, kurma muda memiliki lebih banyak air dan lebih sedikit gula, sehingga dipercaya lebih bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya membantu memperlancar proses persalinan. Selain itu, kurma muda juga dapat mengontrol kadar gula darah, mencegah sembelit, dan menangkal radikal bebas. 

    Itulah beberapa mitos makanan penyubur kandungan yang membuat sebagian Mums keliru. Pastikan Mums mengetahui fakta di baliknya sebelum mengonsumsi makanan penyubur kandungan secara berlebihan. Sebab, jika lima makanan di atas dikonsumsi melebihi batas normal, maka akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Selain itu, Mums juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai makanan apa saja yang wajib dikonsumsi. Sebab, nantinya dokter akan memberikan penjelasan sesuai dengan kondisi kesehatan Mums masing-masing.

    Sebenarnya, para ahli masih memperdebatkan kaitan antara makanan dengan kehamilan karena kenyataannya ada wanita yang bisa hamil walau tidak rutin mengonsumsi makanan penyubur kandungan. Namun, sebagian ahli menganggap bahwa pada sebagian kasus wanita yang sulit hamil, ada kemungkinan asupan gizi yang lebih baik dapat membantu meningkatkan kesuburan. Sebab, apa yang Mums makan turut memengaruhi tubuh Mums sendiri. 

Makanan yang Dianjurkan untuk Meningkatkan Kesuburan 

Berikut ini beberapa jenis makanan penyubur kandungan yang bisa Mums konsumsi sesuai batas normal, di antaranya:

  • Daging

    Daging sapi dan daging ayam rendah lemak termasuk makanan penyubur kandungan yang dianjurkan untuk Mums konsumsi. Selain tinggi protein, daging tersebut kaya akan nutrisi yang baik untuk kandungan, salah satunya adalah zat besi. Namun, Mums juga tidak dianjurkan mengonsumsi daging secara berlebihan. Pastikan mengolah daging sesuai batas normal dan dimasak dengan matang. 

  • Ikan

    Ikan mengandung asam lemak omega 3 yang dapat mengoptimalkan kinerja reproduksi wanita. Nutrisi ini bisa Mums temukan pada ikan salmon, tuna, sarden, dan lainnya. Sama seperti daging, pastikan Mums mengonsumsi ikan sesuai batas normal dan seimbangkan dengan makanan bergizi lainnya agar kesehatan Mums dan janin tetap terjaga dengan baik. 

  • Kacang-kacangan

    Jika Mums tidak suka ikan, Mums bisa mendapatkan manfaat asam lemak omega 3 dari kacang-kacangan. Makanan penyubur kandungan jenis ini juga lebih rendah lemak dan kalori dibandingkan daging. Menurut para ahli, mengonsumsi protein hewani dan nabati bisa meningkatkan kesuburan Mums. Beberapa jenis kacang yang bisa dikonsumsi di antaranya kacang almond, kacang polong, kacang kenari, kacang tanah, kedelai, dan lainnya. 

  • Karbohidrat kompleks

    Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti tawar gandum, sereal biji-bijian utuh, dan sejenisnya juga bisa menjadi makanan penyubur kandungan lho, Mums. Makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh memiliki nutrisi penting untuk kesuburan seperti vitamin B, antioksidan dan zat besi. 

    Baca juga: Pentingnya Milestone Bayi untuk Pantau Tumbuh Kembang Si Kecil

  • Susu

    Selain baik bagi kesehatan tulang, susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt termasuk makanan penyubur kandungan. Selama masa kehamilan dan menyusui, Mums bisa mengonsumsi susu Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang si Kecil. 

  • Makanan yang mengandung zinc 

    Zinc merupakan salah satu nutrisi yang dapat meningkatkan produksi sel telur yang berkualitas. Oleh karena itu, makanan yang mengandung zinc termasuk makanan penyubur kandungan yang bisa Mums konsumsi. Sumber makanan yang mengandung zinc di antaranya tiram, telur, produk susu, biji-bijian, kurma, daging sapi, dan daging ayam. 

Satu hal yang tak kalah penting, pastikan Mums mengolah berbagai jenis makanan di atas secara sehat dan tepat. Hindari memasak dan memanaskan makanan lebih dari satu kali agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak.

Seperti yang telah disebutkan, meskipun belum terbukti ada makanan penyubur kandungan yang secara signifikan dapat meningkatkan kesuburan dengan maksimal, tetapi mengonsumsi makanan-makanan di atas sesuai batas normal tentunya dapat membuat Mums lebih sehat dan siap saat masa kehamilan. 

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang