Lompat ke isi utama
keringat dingin

Kepala Bayi Sering Berkeringat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apakah kepala bayi sering berkeringat itu normal? Apa saja penyebab, dampak, dan cara mengatasi kondisi ini? Ketahui faktanya di sini

Banyak permasalahan seputar si Kecil yang belum diketahui oleh para orang tua, salah satunya kondisi kepala bayi sering berkeringat. Mungkin sebagian Mums akan khawatir jika melihat kondisi buah hatinya yang seperti ini. 

Supaya Mums tidak khawatir berlebihan, ada beberapa tanda kepala bayi sering berkeringat yang dianggap normal dan tidak. Jika si Kecil baru lahir, sebenarnya kondisi ini muncul karena bayi baru lahir hanya memiliki kelenjar keringat di bagian kepala sehingga jika terjadi peningkatan suhu di sekitarnya, maka yang berkeringat hanyalah bagian kepala saja. 

Ditambah lagi bayi lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur daripada terjaga. Belum lagi aktifitas menyusui yang akan membuat area kepala menempel ke dada ibu yang memberi rasa hangat dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Namun, ada pula kondisi lain yang menyebabkan kepala bayi sering berkeringat. Apa saja penyebabnya? Simak informasi lengkapnya berikut ini, yuk! 

Apa yang terjadi jika kepala bayi sering berkeringat?

Hal yang mengkhawatirkan mungkin terjadi jika keringat berlebihan dan terjadi terus menerus yang juga disertai dengan perubahan suhu tubuh bayi. Jika ini terjadi, maka Mums harus khawatir karena hal ini bisa jadi indikasi sleep apnea, yaitu gangguan tidur pada bayi yang membuat pernapasan terhenti selama tidur. 

Hal tersebut akan menyebabkan otak tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Hal sederhana yang bisa Mums lakukan jika mendapati kepala bayi sering berkeringat adalah mengecek suhu tubuh dan memastikan suhu ruangan dalam keadaan normal. 

Idealnya suhu ruangan bayi sekitar 26 derajat celcius. Setelah itu kenakan pakaian yang tipis dan selimut yang tebal. Pakaian yang tidak nyaman juga mempengaruhi bagaimana kepala bayi sering berkeringat atau tidak.

Pada kondisi tertentu, beberapa bayi sangat berkeringat saat tidur malam. Sebenarnya ini adalah hal yang wajar sehingga orang tua tidak perlu khawatir saat melihat kepala bayi sering berkeringat.

Setelah melakukan hal sederhana seperti memastikan suhu ruangan dalam keadaan normal dan mengenakan pakaian longgar dan tipis tapi bayi masih berkeringat juga, maka Mums perlu menindaklanjutinya karena bisa jadi kepala anak berkeringat saat tidur yang muncul terus menerus adalah pertanda bahaya yang dialami oleh si Kecil. 

Normalkah jika kepala bayi sering berkeringat saat tidur?

Keringat dingin

Jika Mums mendapati kepala bayi sering berkeringat justru pada tidur malam hari, tampaknya ini adalah bagian dari perkembangan tubuh yang wajar. Memang, bayi lebih mudah berkeringat saat tidur karena beberapa alasan. 

Pertama, bayi masih memiliki sistem saraf yang belum berkembang sempurna, sehingga pengendalian keringat belum optimal. Kedua, berkaitan dengan siklus tidur bisa jadi pemicu kepala bayi sering berkeringat. Bayi yang mengalami tahap tidur paling nyenyak akan mengeluarkan keringat lebih banyak dibandingkan tahapan tidur sebelumnya. 

Alasan lainnya adalah bayi akan mengeluarkan keringat yang aktif hanya di bagian kepala saja,sedangkan di bagian tubuh yang lain belum optimal. Jadi pada kondisi yang normal, kepala bayi sering berkeringat apalagi di malam hari adalah hal yang wajar. 

Tapi ada kondisi tertentu yang membuat kondisi kepala anak sering berkeringat menjadi tanda bahaya bagi si kecil. Tentu diikuti oleh gejala dan tanda-tanda lainnya yang bisa diidentifikasi oleh Mum.

Apa dampak yang mungkin terjadi saat kepala bayi berkeringat?

Sebenarnya sangat mudah untuk mengidentifikasi apakah kepala bayi sering berkeringat adalah kondisi normal atau membahayakan. Lihat saja pada ruangan yang sama, apakah Mums merasa panas atau tidak?

Jika Mums merasa kepanasan dan berkeringat, maka bayi pasti merasakan hal yang sama. Jika bayi merasa kepanasan dan berkeringat padahal suhu ruangan dalam keadaan normal, berarti Mums bisa mengidentifikasi ia apakah mengalami kesulitan bernapas, berat badan menjadi turun, nafsu makan berkurang, dan kulit menjadi kering, maka Mums bisa langsung membawanya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada beberapa kasus, kepala bayi sering berkeringat adalah gejala dari beberapa penyakit berbahaya di bawah ini. Tentu Mums perlu melihat gejala-gejala tambahan yang ditampakkan bayi dalam kesehariannya.

  1. Sleep apnea

    Kondisi anak sering berkeringat di kepala bisa jadi penyebab sleep apnea. Sleep apnea biasanya terjadi pada bayi prematur. Kondisi ini adalah berhentinya napas secara tiba-tiba selama kurang lebih 20 detik. Hal ini akan mempengaruhi kepala bayi sering berkeringat dibandingkan dengan bayi lainnya. Kondisi sleep apnea ini bisa diidentifikasi dari warna kulit yang tampak kebiruan dan juga keringat berlebih terjadi sepanjang malam saat tidur.

  2. Jantung Kongenital

    Masalah jantung kongenital ini bisa diidentifikasi pada kepala bayi sering berkeringat. Jika Mums mendapati bayi berkeringat berlebihan saat melakukan aktifitas sederhana, bisa jadi ini adalah gejala yang mungkin ditimbulkan. 

    Masalah jantung ini biasanya merupakan bawaan saat proses kehamilan dimana perkembangan jantung tidak sempurna. bayi-bayi yang memiliki masalah jantung ini didapati sering berkeringat lebih banyak daripada bayi seusianya. Hal ini dikarenakan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah agar kondisi tubuh menjadi normal.

  3. Hiperhidrosis

    Kondisi hiperhidrosis adalah kondisi pada kepala bayi sering berkeringat saat berada di ruangan yang dingin seperti ruangan ber-AC. Tubuh akan mengeluarkan keringat berlebih untuk mempertahankan suhu tubuh normalnya. 

    Meski ini dianggap tidak berbahaya, tapi lambat laun seiring dengan bertambahnya usia bayi, perlu pengelolaan keringat yang baik agar tubuh bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Namun terkadang hal ini membawa kekhawatiran tersendiri bagi orang tua karena merupakan kondisi yang tidak umum jika seseorang tetap berkeringat di ruangan yang dingin.

  4. Sudden Infant Death Syndrome

    Mungkin kondisi yang satu ini adalah momok yang paling ditakuti oleh orang tua ketika mendapati kepala bayi sering berkeringat. SIDS ini adalah kondisi ketika bayi berusia di bawah satu tahun meninggal mendadak tanpa sebab yang tidak bisa dipastikan. 

    Tubuh bayi akan mengalami overheating atau panas berlebih yang biasanya terjadi pada tidur malam. Panas berlebih yang dirasakan bayi akan membuatnya tidur lebih dalam sehingga sulit dibangunkan.

Bagaimana cara mengatasi kepala bayi sering berkeringat?

Meski dianggap normal, tapi para orang tua tetap bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah kepala bayi sering berkeringat. Baiknya selalu pastikan suhu ruangan dalam keadaan normal sesuai dengan kebutuhan. Mums bisa jadi indikatornya untuk merasakan apakah suhu di dalam ruangan yang sering ditinggali bayi sudah nyaman atau terasa panas.

Jika kamar tidak memiliki ventilasi yang cukup, bisa jadi pemicu ruangan yang panas. Kemudian pastikan bayi tidak dehidrasi saat tidur malam atau ketika beraktifitas harian. Konsumsi air yang cukup akan membuat metabolisme tubuh berjalan baik.

Pemahaman tentang kepala bayi sering berkeringat ini memang dibutuhkan untuk orang tua sehingga tidak panik dan khawatir jika kondisi bayi dan lingkungan sekitarnya normal. Mums perlu waspada jika keringat berlebih sudah mempengaruhi aktivitas dan kesehatannya sehingga penanganan dokter sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemungkinan buruk yang ditimbulkan dari bayi yang sering berkeringat di kepala.

Selain memperhatikan kondisi kepala bayi sering berkeringat atau tidak, Mums juga perlu memantau kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil secara keseluruhan. Bagi bayi yang masih berusia 0-12 bulan, sebaiknya Mums tetap memberikan ia ASI secara rutin. 

Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk meningkatkan kualitas ASI dengan Frisomum Gold Dualcare+ agar dapat memenuhi kebutuhan gizi harian bayi lebih optimal. Susu Frisomum Gold Dualcare+ merupakan susu yang mengandung nutrisi yang mudah dicerna dan mendukung kesehatan pencernaan Mums karena melalui proses pengolahan satu kali (single process), mengandung prebiotik Inulin-FOS dan probiotik Bifidobacterium animalis subs. lactis HN019. 

Selain itu, susu Frisomum Gold Dualcare+ juga mengandung protein, zat besi, kalsium, ALA/LA, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan sampai masa menyusui. Di samping susu Frisomum Gold Dualcare+, Mums juga perlu mencukupi asupan nutrisi dari makanan bergizi seimbang lainnya, serta menjalani pola hidup sehat dan aktif. 

 

Disadur dari berbagai sumber dan ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang