Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Obesitas Pada Anak, Kondisi Kesehatan yang Harus Mums Waspadai!

Obesitas Pada Anak, Kondisi Kesehatan yang Harus Mums Waspadai!

Melihat anak yang memiliki badan lebih berisi dibandingkan anak-anak seusianya memang menggemaskan. Namun, kondisi ini perlu Mums waspadai karena bisa jadi pertanda obesitas pada anak. Obesitas merupakan kondisi berat badan yang sangat berlebih akibat penumpukan lemak di dalam tubuh. Obesitas pada anak disebabkan karena berbagai faktor, namun yang paling sering terjadi karena pola hidup yang tidak sehat. Sebagai contoh, anak yang gemar mengonsumsi makanan tinggi gula atau sukrosa, makanan cepat saji, minuman bersoda, dan sangat jarang melakukan aktivitas fisik bisa berpotensi mengalami obesitas pada anak. Jika tidak ditangani dengan cepat, obesitas pada anak bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. 

Obesitas pada anak masih menjadi masalah yang kurang mendapat perhatian dari orang tua. Banyak orang tua yang belum paham dampak obesitas pada anak di masa mendatang. Bahkan, Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) memprediksi pada tahun 2020 terdapat sekitar 60 juta anak Indonesia mengalami obesitas. 

Namun perlu Mums ketahui, tidak semua anak yang memiliki berat badan berlebih (overweight) mengalami obesitas. Biasanya, untuk menentukan obesitas pada anak perlu pemeriksaan indeks massa tubuh yang dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Oleh karenanya, Mums perlu berkonsultasi dengan dokter jika melihat tanda-tanda si kecil mengalami obesitas karena berat badannya di atas rentang normal anak seusianya.

Obesitas Pada Anak Tanda Malnutrisi

Mums, tahukah bahwa malnutrisi itu bukan sebatas kekurangan nutrisi saja. Lebih dari itu, malnutrisi juga merupakan kondisi kelebihan nutrisi di dalam tubuh yang menyebabkan obesitas pada anak. Permasalahan obesitas pada anak bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula tambahan atau sukrosa sejak kecil. Penelitian membuktikan bahwa anak yang mengonsumsi sukrosa secara konsisten dan berlebihan dapat menyebabkan peningkatan gula darah dan berat badan yang cukup besar. Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak:

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Sukrosa

    Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti makanan tinggi sukrosa dapat menyebabkan obesitas pada anak. Apalagi jika kebiasaan ini berlangsung seiring bertambahnya usia, maka anak pun akan cenderung mengalami ketagihan atau kecanduan sukrosa. Akibatnya, kadar gula darah dan berat badan akan mengalami peningkatan, hingga memicu munculnya penyakit jangka panjang. Kondisi ini bisa dihindari sejak sekarang dengan mengurangi asupan tinggi sukrosa pada anak. 

  2. Jarang Bergerak

    Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat ditambah kurangnya aktivitas fisik sehari-hari menyebabkan terjadinya obesitas pada anak. Sebab, kalori yang masuk secara berlebih perlahan akan terus menumpuk di dalam tubuh dan tidak diimbangi dengan kalori yang dibakar. Akibatnya, penumpukan kalori ini berubah menjadi lemak. Oleh karenanya, si kecil harus aktif melakukan kegiatan fisik seperti olahraga agar tubuhnya sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya seperti obesitas pada anak. 

  3. Faktor Keturunan

    Meski bukan jadi faktor utama, namun keluarga yang memiliki riwayat penyakit obesitas bisa menjadi penyebab anak-anak mengalami obesitas pula. Faktor keturunan ini berkaitan dengan metabolisme tubuh anak yang lebih lambat.

  4. Faktor Psikologis Anak

    Untuk sebagian orang, makan menjadi solusi atau pelarian dalam menghadapi suatu masalah atau kondisi stres yang sedang terjadi. Biasanya, banyak pula anak-anak hingga orang dewasa yang lebih memilih makanan tinggi sukrosa, cepat saji, minuman bersoda, dan lainnya untuk melampiaskan stres secara berlebihan. 

Cara Mencegah Obesitas Pada Anak 

Obesitas pada anak bisa dicegah sejak awal dengan menyeimbangkan asupan nutrisi serta menjalani pola hidup sehat dan aktif. Berikut beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk menghindari obesitas pada anak, antara lain:

  1. Seimbangkan Asupan Nutrisi

    Untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak, Mums perlu memenuhi asupan nutrisi dari protein, karbohidrat, lemak baik, vitamin, dan mineral secara seimbang setiap harinya. Makanan yang berprotein berfungsi untuk membentuk dan menjaga kesehatan jaringan sel tubuh, sebagai sumber energi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan fungsi organ tubuh agar bekerja secara optimal. Mums bisa mencukupi makanan sumber protein dari susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahnya. Selain makanan berprotein, Mums perlu memenuhi kebutuhan karbohidrat untuk anak. Pilihlah karbohidrat kompleks untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak. Ada banyak makanan yang mengandung karbohidrat selain nasi putih, seperti beras merah, gandum, pisang, jagung, ubi, kacang merah, kentang, dan lainnya. Selain itu, penting juga untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral supaya terhindar dari obesitas pada anak. Vitamin dan mineral banyak sekali fungsinya untuk kesehatan tubuh, salah satunya bisa menurunkan berat badan anak dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. 

    Baca juga: Cara Penuhi Gizi Seimbang Anak Sesuai Panduan Kemenkes RI

  2. Terapkan Pola Hidup Sehat Aktif

    Mencukupi asupan nutrisi sudah Mums lakukan, Nah sekarang saatnya terapkan pola hidup sehat aktif dengan membiasakan si kecil melakukan olahraga secara rutin, kurangi ngemil, serta membatasi si kecil untuk menonton TV atau bermain gadget. Untuk menjalani pola hidup sehat aktif ini memang susah-susah gampang, Mums. Sebab, orang tua harus memberikan contoh terlebih dahulu agar anak mau mengikutinya secara rutin. Oleh karena itu, Mums perlu bekerja sama dengan suami agar pola hidup sehat aktif bisa dijalani hingga jangka panjang demi menghindari obesitas pada anak dan kesehatan keluarga pun tetap terjaga. 

  3. Atur Pola Tidur Anak

    Pola tidur yang tidak teratur bisa menjadi penyebab obesitas pada anak, terutama bagi anak yang sudah memasuki usia sekolah. Mums perlu memantau waktu tidur si kecil agar ia bisa istirahat dengan cukup dan berkualitas. Selain itu, pastikan untuk menentukan jam makan utama si kecil tidak berdekatan dengan jam tidurnya agar ia tidak terbiasa tidur sesaat setelah makan. 

  4. Motivasi Anak 

    Bila obesitas pada anak sudah terjadi, Mums perlu memotivasi anak untuk mengubah pola makannya menjadi lebih sehat. Motivasi juga perlu Mums tunjukkan saat anak mau mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan menjalani olahraga secara rutin. Dengan begitu, si kecil pun merasa lebih semangat karena mendapat pujian serta perhatian dari Mums. 

    Peran Mums sebagai orang tua sangat berpengaruh dalam mengatasi obesitas pada anak. Apabila Mums sudah melakukan cara pencegahan di atas namun obesitas pada anak tetap terjadi, sebaiknya konsultasi dengan dokter gizi agar mendapat penanganan yang lebih tepat dan mengurangi risiko berbahaya terhadap kesehatan si kecil. 

Selain cara di atas, Mums bisa melakukan pencegahan obesitas pada anak dengan memberikan asupan bergizi tanpa kandungan sukrosa seperti susu FRISO Gold 3 yang membantu meningkatkan nutrisi untuk si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan asupan sukrosa rendah memiliki kualitas pertumbuhan dan asupan nutrisi lebih baik dalam jangka panjang, sekaligus peningkatan tinggi badan 1,5 cm lebih panjang dibandingkan anak yang sering mengonsumsi sukrosa. 

Susu FRISO Gold 3 dengan kemasan baru tetap hadir dengan nutrisi alami dan bebas sukrosa untuk mendukung tumbuh kembang anak lebih ideal. Walaupun bebas sukrosa, susu FRISO Gold 3 tetap memiliki rasa yang enak. Susu FRISO Gold 3 juga diperkaya dengan kandungan prebiotik, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil dan membantunya kuat dari dalam.