Lompat ke isi utama
Reflek pada bayi

Pahami Jenis Reflek pada Bayi Baru Lahir Yuk, Mums!

Reflek pada bayi baru lahir merupakan salah satu pertanda bahwa sistem saraf dan otak buah hati Mums berfungsi dengan baik. Apa saja jenisnya?

Reflek pada bayi baru lahir muncul saat ada stimulus atau rangsangan tertentu yang ia rasakan. Mungkin Mums sudah menyadari beberapa reflek pada bayi, salah satunya yaitu gerakan menggenggam saat Mums meletakkan jari di tangan mungilnya. 

Reflek pada bayi baru lahir atau disebut juga reflek primitif adalah gerakan spontan yang secara alami dilakukan oleh bayi ketika ia mendapatkan atau merasakan rangsangan tertentu pada tubuhnya. Gerakan-gerakan ini muncul sejak bayi lahir dan akan hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia. Lantas, apa saja jenis reflek pada bayi baru lahir yang sering kali muncul? Yuk, kita cari tahu penjelasannya di bawah ini.

Apa Saja Jenis Reflek pada Bayi Baru Lahir?

Penting bagi Mums untuk mengetahui setiap jenis reflek pada bayi baru lahir. Sebab, reflek yang baik menandakan bahwa buah hati Mums dalam kondisi sehat serta memiliki aktivitas saraf dan otak yang bagus. Nah, berikut ini beberapa macam reflek pada bayi baru lahir yang perlu Mums perhatikan, antara lain: 

  1. Reflek menggenggam (grasp reflex)

    Reflek pada bayi yang paling sering dikenali yaitu reflek menggenggam atau grasp reflex. Reflek ini muncul saat jari Mums menyentuh telapak tangan bayi, ia bisa saja langsung menggenggamnya. Umumnya, reflek menggenggam pada tangan akan menghilang saat bayi berusia 5-6 bulan. 

    Gerakan reflek pada bayi ini tidak hanya terjadi pada tangan saja lho Mums, tetapi juga pada kakinya. Saat Mums meletakkan jari di bawah jari kaki bayi, biasanya jari-jari bayi akan menekuk ke arah jari Mums seperti hendak menggenggam. Berbeda dengan tangan, gerakan reflek kaki ini baru akan menghilang saat bayi berusia 9-12 bulan. 

  2. Asymmetric tonic neck reflex 

    Reflek pada bayi yang selanjutnya yaitu asymmetric tonic neck reflex. Reflek ini terjadi saat bayi dalam posisi berbaring dan kepalanya ditengokkan. Jika kepala bayi ditengokkan ke satu sisi, ia akan memanjangkan lengan dan kaki di isi yang sama, dan juga menekuk lengan serta kaki di sisi yang berbeda. 

    Posisi tersebut sering disebut dengan posisi anggar karena serupa dengan posisi pemain anggar saat bermain. Reflek pada bayi ini akan menghilang saat ia berusia 5-7 bulan. 

  3. Reflek Moro

    Reflek Moro sering disebut dengan istilah reflek kejut karena biasanya akan muncul ketika bayi merasa terkejut. Saat terkejut karena suatu hal, misalnya karena suara yang keras atau gerakan yang tiba-tiba, bayi biasanya akan merentangkan kedua tangannya dengan telapak tangan menghadap ke atas, lalu ia akan menariknya kembali. Terkadang, bayi juga akan menangis bila terkejut. Nah, gerakan tersebut merupakan pertanda reflek Moro. 

  4. Rooting reflex 

    Reflek pada bayi yang satu ini terjadi ketika sudut mulut bayi disentuh oleh jari Mums atau suatu benda. Saat mendapatkan rangsangan seperti itu, biasanya bayi akan memutar kepala, membuka mulut, dan siap mengisap mengikuti arah rangsangan tersebut. 

    Reflek pada bayi baru lahir ini bukan gerakan spontan yang tidak mengandung arti lho, Mums. Reflek pada bayi ini merupakan transisi supaya dapat beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan baru. 

    Rooting reflex sangat membantu bayi untuk menemukan payudara Mums atau botol susu ketika ia ingin menyusu. Reflek ini umumnya akan menghilang ketika bayi berusia 4 bulan karena biasanya ia sudah bisa mendapatkan puting susu Mums atau dot botol tanpa kesulitan mencari.

  5. Reflek Babinski

    Reflek pada bayi yang tak kalah penting yaitu reflek Babinski. Reflek ini akan muncul ketika Mums menggoreskan jari ke telapak kaki bayi yang dimulai dari tumit, lalu ke sisi luar telapak kaki, hingga ke bawah ibu jarinya. Bagian ibu jari kaki bayi akan mengarah ke atas dan jari-jari lainnya akan terbuka. Reflek Babinski umumnya akan menetap hingga bayi berusia 2 tahun, tetapi bisa juga menghilang saat usianya 1 tahun. 

  6. Reflek mengisap (sucking reflex)

    Reflek mengisap atau sucking reflex termasuk reflek pada bayi yang perlu Mums perhatikan juga. Ketika bagian langit-langit mulut bayi tersentuh, otomatis ia akan reflek melakukan gerakan mengisap. Reflek ini berguna untuk kemampuan menyusu bayi dan biasanya mulai sempurna saat usianya 36 minggu dalam kandungan. Itulah sebabnya, bayi prematur biasanya cenderung tidak mahir menyusu karena belum memiliki reflek mengisap.

  7. Stepping reflex 

    Reflek pada bayi baru lahir yang lainnya yaitu stepping reflex yang dikenal juga dengan istilah walking atau dance reflex. Sebutan tersebut mengacu pada gerakannya yang menyerupai orang yang sedang berjalan atau menari. Reflek pada bayi ini terjadi ketika tubuhnya diangkat dan kakinya menyentuh permukaan padat, seperti tanah atau lantai. Reflek pada bayi ini akan menghilang setelah ia berusia 3 bulan. 

  8. Tonic labyrinthine reflex

    Untuk melihat bagaimana reflek pada bayi ini bekerja, Mums bisa membaringkan bayi dan angkat kepalanya secara perlahan dengan posisi sedikit lebih tinggi dari tulang belakangnya. Tanpa disadari, kaki dan tangannya akan masuk lebih dekat ke tubuh. 

    Mums juga bisa memosisikan kepala bayi sedikit lebih rendah dari tulang belakang. Kemudian, kaki dan tangannya akan bergerak ke arah luar seperti sedang memukul. Pastikan kepalanya tetap ditahan selama melakukan reflek ini agar tetap aman. 

    Ini merupakan reaksi bayi baru lahir terhadap gravitasi. Berkat reflek jenis ini, bayi dapat beradaptasi dengan bentuk tubuh lurus dari yang semula melingkar saat di dalam kandungan Mums.

Apa yang Terjadi Jika Bayi Tidak dapat Melakukan Reflek?

Seperti yang telah disebutkan, penting bagi Mums untuk mengetahui berbagai jenis reflek pada bayi baru lahir agar dapat memantau tumbuh kembangnya dengan lebih optimal. Sebab, jika buah hati mums tidak mengalami reflek seperti yang telah disebutkan di atas, maka kemungkinan ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya. 

Hal tersebut dapat disebabkan karena adanya trauma saat proses persalinan, efek samping obat-obatan, atau bisa jadi karena penyakit tertentu. Apabila buah hati Mums menunjukkan reflek yang tidak normal atau justru reflek melampaui batas usia normal, maka sebaiknya bawalah ia ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Sebab, dikhawatirkan ia mengalami kelainan pada sistem sarafnya. 

Memantau reflek pada bayi baru lahir memang penting untuk mencegah terjadinya kelainan sistem saraf sejak dini. Namun di samping itu, Mums juga tetap perlu memberikan bayi baru lahir asupan ASI yang cukup dan rutin agar kesehatan sistem saraf dan organ tubuh lainnya berfungsi dengan baik. Sebab, ASI mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh bayi. 

Untuk memberikan ASI yang berkualitas, maka Mums juga harus meningkatkan kualitas ASI dengan cara mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi, salah satunya adalah susu Frisomum Gold Dualcare+ yang diformulasi khusus ibu hamil dan menyusui dengan kandungan nutrisi alami yang tinggi. 

Susu Frisomum Gold Dualcare+ mengandung protein, zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang bayi sejak dalam kandungan hingga masa menyusui. 

 

Disadur dari berbagai sumber dan ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang