Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Panduan Jam Tidur Bayi yang Normal Sesuai Usianya

Panduan Jam Tidur Bayi yang Normal Sesuai Usianya

Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Terutama ketika si Kecil masih berusia 0-12 bulan, kebutuhan jam tidur bayi masih sangat tinggi. Mengenai jam tidur bayi, bayi menghabiskan separuh dari harinya untuk tidur. 

Siklus tidur bayi belum normal, terkadang bisa terlelap di siang hari dan terjaga di malam hari. Nah, jam tidur bayi sendiri akan terus mengalami perubahan selama tahun pertama kehidupannya.

Adapun, bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang dari orang dewasa. Hal ini diperlukan untuk mendukung perkembangan mental dan fisik mereka. Waktu tidur yang cukup punya peran penting pada perkembangan kognitif buah hati, yaitu kemampuan berpikir, memahami, dan mengelola informasi, hingga belajar bahasa.

Oleh karena itu bukan tanpa alasan jika bayi memang dianjurkan banyak tidur. Selain mempunyai manfaat untuk merangsang tumbuh kembang otak si Kecil, hormon pertumbuhan pun dikeluarkan ketika bayi tidur.

Jam Tidur Bayi Berdasarkan Usia

Jam tidur bayi bervariasi tergantung pada usianya. Saat si Kecil tumbuh, total jam tidurnya akan berangsur berkurang dengan jam tidur di malam hari meningkat. Agar bayi mendapat waktu tidur yang sesuai dengan kebutuhannya, Mums harus tahu berapa lama sebenarnya jam tidur bayi dan waktu tidur yang dibutuhkan oleh bayi.

Orang dewasa umumnya membutuhkan 7-8 jam sehari untuk tidur. Sementara bayi membutuhkan jam tidur yang lebih lama. Bayi yang baru lahir bahkan membutuhkan 16,5 jam sehari untuk tidur. Dikutip dari www.stanfordchildrens.org, ini jam tidur bayi di malam hari dan siang hari untuk bayi usia 0-12 bulan.

a. Jam tidur bayi baru lahir

Total jam tidur bayi dan waktu tidur untuk bayi baru lahir adalah 16 jam (8-9 jam di malam hari dan 8 jam di siang hari). Namun, pola tidur bayi pada usia ini masih belum beraturan.

b. Jam tidur bayi usia 1-2 bulan

Total waktu tidur bayi berusia 1-2 bulan adalah 15,5 jam, dengan jam tidur bayi yang terbagi antara 8-9 jam di malam hari dan 7 jam di siang hari. Di usia ini, bayi biasanya sudah mulai mengenali siang dan malam. 

c. Jam tidur bayi usia 3-6 bulan

Total waktu tidur bayi berusia 3-6 bulan yaitu 15 jam, dengan pembagian jam tidur bayi antara 9-10 jam di malam hari dan 4-5 jam di siang hari. 

d. Jam tidur bayi usia 6-9 bulan

Total waktu tidur bayi berusia 6-9 bulan adalah 14 jam dengan pembagian jam tidur bayi berkisar antara 10 jam di malam hari dan 4 jam di siang hari. 

e. Jam tidur bayi usia 9-12 bulan

Total waktu tidur bayi usia 9-12 tahun adalah 14 jam dengan pembagian jam tidur bayi antara 11 jam di malam hari dan 3 jam di siang hari. Di usia ini, bayi mungkin akan sulit tidur atau bahkan tidak mau tidur jika tidak bersama dengan orang tuanya. Di usia ini juga, rasa tidak nyaman saat gigi mulai tumbuh bisa memengaruhi pola tidur bayi.

Manfaat Tidur untuk Bayi

Jam tidur bayi yang cukup sangat disarankan untuk dipenuhi karena tidur memiliki manfaat untuk tumbuh kembang bayi. Jika pada orang dewasa saat tidur adalah waktu bagi tubuh beregenerasi dan mengganti sel-sel yang rusak dengan sel-sel baru yang lebih fresh, bagi bayi tidur adalah saatnya sel-sel tubuh tumbuh dan berkembang.

Sederhananya, tidur bukan hanya sekadar beristirahat untuk bayi. Berikut beberapa manfaat tidur untuk bayi setelah Mums mengetahui jam tidur bayi sesuai usianya.

a. Merangsang perkembangan otak bayi

Pastikan si Kecil mendapat waktu tidur yang cukup karena kondisi tidur aktif atau biasa disebut REM (rapid Eye Movement), aliran arah ke otak akan meningkat. Kondisi ini akan membantu menjaga kesehatan psikis dan aktivitas otak bayi.

b. Meningkatkan kemampuan berpikir bayi

Jam tidur bayi yang terganggu atau kurangnya waktu tidur akan membuat bayi lelah. Kondisi ini bisa berdampak pada penurunan kemampuan berpikirnya. Bayi cenderung lambat atau tidak tanggap terhadap respons.

c. Menjaga daya tahan tubuh bayi

Memastikan jam tidur bayi cukup akan membuat jarang sakit-sakitan bagi si Kecil. Hal ini karena tidur punya peranan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan infeksi. Jika tidur bayi terganggu, maka kadar sel darah putih di dalam tubuhnya akan menurun dan menyebabkan daya tahan tubuh bayi tidak maksimal dalam membentengi tubuh dari serangan infeksi.

Penyebab Bayi Susah Tidur

Setelah mengetahui jam tidur bayi dan manfaat tidur untuk si Kecil, Mums harus tahu apa penyebab bayi tidak mau atau susah tidur. Inilah beberapa penyebab umumnya:

  • Merasa lapar dan haus

Sama seperti orang dewasa, bayi yang merasa lapar dan haus akan kesulitan untuk tidur. Meski sudah disusui setiap 4 jam sekali, tapi bayi bisa tetap merasa lapar saat malam atau tepat sebelum jam tidurnya. Terlebih jika bayi yang sedang mengalami growth spurt, sehingga ia akan lebih sering lapar dibanding biasanya.

  • Terlalu lelah

Mungkin Anda berpikir jika bayi lelah, maka ia akan lebih mudah terlelap. Sebaliknya, badan atau pikiran yang terlalu lelah justru akan membuat bayi kesulitan untuk tidur dengan lelap.

  • Sakit

Saat tidak enak badan atau sakit, Mums pasti tidak bisa tidur nyenyak, bukan? Begitu juga dengan bayi. Sakit seperti demam, pilek, batuk, perut kembung, hingga nyeri karena tumbuh gigi akan membuat tidak nyaman sehingga sulit untuk tidur.

  • Tidak tidur siang

Bayi yang tidak tidur siang akan merasa sangat lelah di malam harinya sehingga membuatnya susah tidur.

  • Susah beradaptasi

Bayi masih harus beradaptasi di lingkungan baru selain rahim ibunya. Ada kalanya ia akan merasa tidak aman saat berada di lingkungan yang tidak biasa. Hal ini juga bisa membuat si Kecil gelisah dan sulit tidur.

  • Kurang mendapat sinar matahari

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research mengatakan bayi berusia 6-12 minggu lebih mudah tidur nyenyak di malam hari jika sering terkena sinar matahari sore.

  • Merasa ada yang hilang

Si Kecil mungkin terbiasa tidur dengan sesuatu di dekatnya, seperti botol, dot, atau menyusu ASI. Jadi, bila ia tidak mendapatkannya, ia pun merasa tidak nyaman sehingga sulit untuk tidur.

  • Ritual tidur tidak menentu

Supaya bayi bisa untuk tidur sendiri, sangat penting untuk membuat ritual dan jam tidur yang tetap. Jika berubah, maka akan membuat ia bingung.

  • Tidak mau jauh dari Mums

Bayi bisa merasakan kegelisahan dan ketakutan saat Mums akan meninggalkannya. Ini akan membuat ia tidak mau tidur atau terbangun dari tidur saat Mums tidak ada di dekatnya.


 

Selain memastikan jam tidur bayi sesuai dan mendapat waktu tidur yang cukup sebagai salah satu langkah mendukung pertumbuhan si Kecil, Mums juga tetap perlu berikan ASI secara rutin sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan bayi menjelang usia 1 tahun. Demi menjaga kualitas ASI serta kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh Mums dalam menjaga tumbuh kembang bayi, jangan lupa untuk minum Susu Frisomum Gold Dualcare+ yang memiliki kandungan zat besi, kalsium, serta ALA/LA, dan prebiotik untuk menjaga kesehatan pencernaan Mums dari sembelit atau konstipasi.