Lompat ke isi utama
pentingnya-cek-kadar-gula-darah-pada-ibu-hamil_XG67NKg7S8

Kadar Gula Darah Normal Ibu Hamil, Berapa Idealnya?

Memeriksakan kadar gula darah penting dilakukan di masa kehamilan. Tapi, apa alasannya ya, Mum?

Tahukah, Mums? Saat kehamilan menginjak usia 24 – 28 minggu, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan kadar gula darah pada tubuh ibu hamil. Tak hanya berlaku untuk ibu yang mengalami obesitas dan memiliki riwayat penyakit diabetes, pemeriksaan ini juga dilakukan pada ibu dengan berat badan normal dan tidak memiliki riwayat diabetes. Ingin tahu kenapa pemeriksaan gula darah ini terbilang penting di masa kehamilan? Berikut penjelasannya, Mums.

Berapa Kadar Gula Darah Normal Ibu Hamil?

Menurut The American Diabetes Association, berikut ini kadar gula darah normal ibu hamil, antara lain:

  • Sebelum makan: 95 mg / dL atau kurang
  • Satu jam setelah makan: 140 mg / dL atau kurang
  • Dua jam setelah makan: 120 mg / dL atau kurang

Bagaimana Pemeriksaan Kadar Gula Darah pada Ibu Hamil?

Pemeriksaan gula darah saat hamil biasanya dilakukan pada akhir trimester kedua, yaitu antara minggu ke 24-28 usia kehamilan. Namun, jika Mums memiliki riwayat penyakit diabetes gestasional, biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan kadar gula darah dilakukan sedini mungkin, misalnya pada usia kehamilan 13 minggu. 

Lantas, bagaimana prosedur pemeriksaan kadar gula darah ini? Nantinya dokter akan meminta Mums untuk meminum glukola (minuman yang sangat manis). Setelah beberapa jam, dokter akan mengambil sampel darah Mums untuk memeriksa respons tubuh.

Jika hasilnya positif, Mums perlu melakukan pemeriksaan lanjutan dengan mengonsumsi 100 gram glukola oral. Kali ini, Mums akan diperiksa selama empat kali dalam jangka waktu tiga jam. Jika dua dari empat pemeriksaan menunjukkan hasil yang tidak normal, maka Mums bisa jadi diagnosis menderita diabetes gestasional. 

Penyebab Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Tahukah, Mums? Meski sebelum hamil seorang ibu tidak memiliki riwayat penyakit diabetes, kehamilan mungkin saja membuatnya mengalami hal ini, lho. Kenapa? Karena sewaktu hamil, kadar hormon insulin di tubuh ibu harus dibagi ke tubuh si Kecil. Dengan begini, jumlah insulin yang ada di tubuh ibu berkurang dari biasanya, sehingga mungkin saja jumlah itu tak lagi cukup untuk menetralkan kadar gula darah dalam tubuh. Kondisi inilah yang dinamakan diabetes gestasional, Mums.

Efek Negatif Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Diabetes gestasional perlu diwaspadai, sebab kadar gula darah yang tinggi pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya hal-hal berikut, Mums:

1. Makrosomia

Makrosomia adalah kondisi di mana bayi lahir dengan ukuran tak wajar. Salah satu faktor pemicu terjadinya hal ini yaitu diabetes yang dialami ibu selama kehamilan. Kadar gula darah ibu yang tinggi saat hamil dialirkan ke tubuh janin melalui plasenta. Alhasil, kadar gula darah di tubuh si Kecil pun ikut meninggi, sehingga ukuran tubuhnya terus membesar. Bila hal ini terjadi, kemungkinan persalinan dilakukan secara normal pun semakin kecil, karena bayi lebih susah untuk dikeluarkan.

2. Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Cacat

Kadar gula darah yang tidak terkontrol sewaktu hamil juga meningkatkan risiko si Kecil terlahir cacat, Mums. Sebab, kadar gula darah yang terlalu tinggi di tubuh janin membuat proses pembentukan organ-organ tubuhnya terganggu. Beberapa kondisi yang sering terjadi pada bayi yang lahir dari ibu pengidap diabetes di antaranya cacat tulang belakang, munculnya lubang di jantung, dan bibir sumbing.

3. Si Kecil Berisiko Mengalami Masalah Kesehatan Begitu Lahir

Tak hanya dua risiko di atas, si Kecil juga jadi lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan lain begitu ia lahir. Sebab, seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, kadar gula darah yang tinggi pada tubuh janin kemungkinan besar mengganggu proses pembentukan organ tubuhnya. Karena tidak terbentuk dengan sempurna, organ-organ ini akan rentan bermasalah begitu si Kecil dilahirkan. Biasanya, masalah kesehatan yang muncul yaitu sindrom gawat napas karena paru-paru bayi belum bisa berfungsi dengan baik, serta denyut jantung yang tidak stabil.

Cara Mencegah dan Mengatasi Diabetes Gestasional 

Berikut ini beberapa cara mengatasi diabetes gestasional sehingga dapat menurunkan kadar gula darah selama hamil, antara lain: 

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Olahraga ringan secara rutin (sesuaikan dengan kemampuan Mums)
  • Mengontrol kenaikan berat badan yang ideal
  • Rutin memeriksa kadar gula darah normal ibu hamil 
  • Gunakan insulin sesuai anjuran dokter
  • Rutin memeriksa tekanan darah 

Apakah Diabetes Gestasional Bisa Sembuh?

Mungkin selama ini Mums mengetahui bahwa diabetes merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Lantas, bagaimana dengan diabetes gestasional? Berbeda dengan tipe diabetes lainnya, diabetes gestasional merupakan penyakit diabetes yang dapat disembuhkan lho, Mums. 

Penyakit diabetes gestasional dapat disembuhkan dan kadar gula darahnya kembali normal setelah Mums melahirkan. Maka dari itu, penting bagi Mums untuk selalu mengontrol kadar gula darah normal ibu hamil dengan baik. Hal ini wajib dilakukan agar Mums terhindar dari risiko diabetes tipe 2. 

Dengan memeriksakan kadar gula darah di tubuh selama kehamilan, setiap ibu bisa lebih awal mengetahui kondisi kesehatannya, sehingga bisa melakukan pencegahan diabetes gestasional sejak dini. Namun, kalaupun hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan ibu sudah mengalami diabetes gestasional, ibu hamil tetap bisa mengupayakan agar kondisi ini tidak semakin parah, tentunya sesuai petunjuk dan arahan dari dokter.

Itulah alasan kadar gula darah pada tubuh ibu hamil perlu diperiksakan, Mums. Jadi, ingat untuk tidak melewatkan pemeriksaan ini, ya. Selain memantau kadar gula darah di tubuh dan memastikannya tetap dalam batas normal, perhatikan juga asupan nutrisi Mums di masa kehamilan. Salah satunya dengan rutin mengonsumsi susu ibu hamil yang tinggi kandungan nutrisi. Terkait hal ini, Frisomum Gold Dualcare+ bisa menjadi pilihan. Mengandung Protein, ALA/LA, Nukleotida, Prebiotik, Asam Folat, Kalsium, serta Zat Besi, Frisomum Gold membantu memenuhi kebutuhan gizi Mums selama hamil dan mengoptimalkan perkembangan si Kecil dengan memperkuat dan melindungi tubuhnya dari dalam. Nah, selamat memantau kesehatan tubuh selama kehamilan ya, Mums.