Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Vitamin A

Pentingnya Fungsi Vitamin A untuk Bayi, Mums Wajib Tahu!

Fungsi vitamin A ternyata bukan hanya penting bagi mata, tetapi juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan bayi

Fungsi vitamin A yang paling populer yaitu meningkatkan kesehatan mata. Namun, ternyata fungsi vitamin A bukan hanya itu saja lho, Mums. Kehadiran vitamin A untuk bayi dibutuhkan untuk membantu meningkatkan sistem imun tubuhnya. Itulah sebabnya, Kementerian Kesehatan RI mencanangkan bulan Februari dan Agustus sebagai bulan vitamin A agar mencukupi kebutuhan vitamin ini pada bayi dan balita. 

Melansir laman resmi kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan pemberian suplemen vitamin A kapsul biru (dosis 10.000 IU) untuk bayi berusia 6-11 bulan dan vitamin A kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak berusia 1-5 tahun. Vitamin A tersebut bisa Mums dapatkan di fasilitas kesehatan, seperti posyandu, rumah sakit, puskesmas, dan klinik kesehatan lainnya secara gratis. Gerakan ini bertujuan agar pemenuhan vitamin A pada bayi dan balita tercukupi dengan optimal. 

Selain dari pemberian suplemen, fungsi vitamin A juga bisa Mums dapatkan dari makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan. Untuk mengetahui fungsi vitamin A dan sumber makanannya, simak penjelasannya di bawah ini ya, Mums. 

Ragam Fungsi Vitamin A untuk Bayi 

Berikut ini beberapa fungsi vitamin A untuk si Kecil yang perlu Mums ketahui:

  • Menjaga kesehatan mata

    Seperti yang sudah dibahas, fungsi vitamin A yang paling populer adalah dapat menjaga kesehatan mata. Mencukupi asupan vitamin A pada si Kecil terbukti mampu melindungi mata dari kerusakan sel, menjaga penglihatan, dan menurunkan risiko munculnya berbagai penyakit mata di kemudian hari. 

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

    Selain penting untuk kesehatan mata, fungsi vitamin A juga dapat menjaga sistem kekebalan tubuh si Kecil agar berfungsi dengan baik, sehingga lebih kuat melawan serangan penyakit. Ini karena fungsi vitamin A turut berperan dalam pembentukan sel-sel imun untuk melawan infeksi dan menghasilkan antibodi yang kuat. 

  • Mengurangi risiko terkena penyakit

    Fungsi vitamin A selanjutnya yaitu sebagai antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan memenuhi asupan vitamin A untuk si Kecil, Mums dapat mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. 

  • Mendukung proses pertumbuhan bayi

    Fungsi vitamin A yang tak kalah penting yaitu dapat mendukung proses pertumbuhan si Kecil lebih optimal. Itulah sebabnya, pemerintah melalui Kemenkes RI gencar mencanangkan pemberian vitamin A secara gratis kepada bayi dan balita. 

  • Menjaga kesehatan tulang

    Fungsi vitamin A lainnya yaitu dapat membantu proses pembentukan tulang si Kecil. Mungkin selama ini Mums mengetahui jenis nutrisi yang paling dibutuhkan tulang yaitu protein, vitamin D, dan kalsium, tetapi ternyata fungsi vitamin A juga menawarkan khasiat yang sama bagi kesehatan tulang si Kecil lho.

    Baca juga: 9 Makanan yang Kaya Vitamin Mata untuk Anak

  • Membantu mengatasi campak

    Tahukah Mums bahwa salah satu faktor utama risiko penyakit campak yaitu karena kekurangan vitamin A dalam tubuh. Oleh karena itu, fungsi vitamin A penting untuk membantu mengatasi campak. Selain itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian vitamin A kepada bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun secara optimal setiap harinya. 

  • Mencegah risiko anemia

    Selain mengonsumsi makanan kaya zat besi, Mums juga bisa memasukkan vitamin A ke dalam menu MPASI si Kecil karena fungsi vitamin A dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah (hemoglobin) dalam tubuhnya. 

    Menurut penelitian dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia, kekurangan vitamin A pada anak-anak berisiko meningkatkan anemia. Oleh karena itu, fungsi vitamin A juga dapat meningkatkan produksi hemoglobin dalam tubuh. Supaya pembentukan sel darah merah dalam tubuh si Kecil lebih optimal, Mums bisa mengombinasikan pemberian vitamin A dengan zat besi sesuai dengan batas normal.

Sumber Makanan yang Kaya Vitamin A

Melihat banyaknya fungsi vitamin A, maka sudah dipastikan bahwa Mums perlu mencukupi asupan zat gizi ini sejak si Kecil di dalam kandungan. Mums perlu memenuhi jumlah asupannya dengan tepat, mulai dari mengonsumsi makanan kaya vitamin A selama hamil sampai masa menyusui dan MPASI. 

Saat masa menyusui, Mums harus menyeimbangkan jumlah nutrisi yang dikonsumsi, agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Salah satu nutrisi tambahan yang dibutuhkan oleh Mums adalah susu Frisomum Gold Dualcare+ yang mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang si Kecil.

Apabila si Kecil masih berusia 0-6 bulan, Mums perlu mencukupi kebutuhan vitamin A secara alami dari pemberian ASI. Itulah sebabnya, Mums dianjurkan untuk memenuhi asupan nutrisi yang tepat agar tumbuh kembang si Kecil optimal. Barulah saat si Kecil berusia 6-12 bulan, Mums dapat menambah asupan vitamin A secara alami ke dalam menu MPASI si Kecil. 

Berikut ini beberapa sumber makanan yang kaya vitamin A:

  • Susu
  • Wortel
  • Keju
  • Ikan
  • Telur
  • Hati sapi atau hati ayam
  • Ubi
  • Bayam
  • Melon
  • Pepaya
  • Mangga
  • Brokoli
  • Kacang polong
  • Tomat
  • Telur 
  • Kale
  • Aprikot

Seperti yang telah disebutkan, pemberian vitamin A juga bisa berbentuk suplemen. Namun, pemberian suplemen vitamin A sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, dosis vitamin ini sebaiknya diberikan dengan tepat, agar tidak kekurangan maupun berlebihan. 

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019 dari Kementerian Kesehatan RI, dosis pemberian vitamin A untuk bayi sampai anak berusia 3 tahun yaitu 300 mcg per hari. Dengan begitu, si Kecil bisa mendapatkan fungsi vitamin A lebih optimal.

Risiko Kelebihan Vitamin A

Meskipun fungsi vitamin A cukup beragam, tetapi kelebihan vitamin ini pun tidak baik bagi kesehatan si Kecil. Ada beberapa risiko kelebihan vitamin A yang bisa memicu efek samping, di antaranya:

  • Gejala keracunan vitamin A, termasuk mual, pusing, sakit kepala, nyeri sendi, dan kulit kering
  • Gangguan tulang dan gangguan organ hati

Namun, Mums tidak perlu khawatir karena kelebihan vitamin A akibat konsumsi makanan sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, Mums perlu menyeimbangkan asupan nutrisi si Kecil dengan mengombinasikan berbagai zat gizi yang bermanfaat, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, serat, serta beragam vitamin dan mineral yang penting. Bila Mums ingin berkonsultasi mengenai kebutuhan nutrisi ibu menyusui dan si Kecil selama masa pemberian MPASI, Mums bisa memanfaatkan fitur Gratis Konsultasi dari Friso.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang