Lompat ke isi utama
Anak flu

Anak Panas Batuk Pilek? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengetahui penyebab anak panas batuk pilek bisa memudahkan Mums untuk mengatasi kondisi tersebut dengan mudah

Saat anak panas batuk pilek, rasanya hati tidak tenang dan khawatir ya, Mums? Wajar saja jika Mums merasakan hal seperti itu karena selama ini kondisi anak panas batuk pilek sering kali dianggap sedang terkena DBD atau demam berdarah. 

Namun, saat anak panas batuk pilek, sebaiknya Mums tidak perlu khawatir berlebihan, ya. Akan lebih baik jika Mums mengetahui dulu penyebab anak panas batuk pilek. Hal ini penting dilakukan agar Mums bisa mengatasi kondisi tersebut dengan mudah.

Coba bayangkan kalau Mums terlalu khawatir, bisa saja Mums terlalu panik dan membuat kenyamanan si Kecil pun jadi terganggu. Mums pasti tidak ingin hal tersebut terjadi, kan? Sebenarnya Tidak semua penyebab anak panas batuk pilek itu berbahaya, ada juga penyebab ringan yang tidak perlu dikhawatirkan.

Mengapa Anak Panas Batuk Pilek?

obat flu

Kondisi anak panas batuk pilek ternyata bukan hanya DBD saja lho, Mums. Ada beragam penyebab anak panas batuk pilek, di antaranya: 

  • Infeksi virus

    Batuk dan pilek merupakan penyakit yang salah satunya disebabkan oleh virus. Dan ketika anak terserang virus, maka secara otomatis tubuh akan meresponnya dengan menaikkan suhu tubuh. Pada saat itu, sel darah putih sedang menjalankan fungsinya sebagai benteng pertahanan. Jadi, wajar ketika anak mengalami panas ketika terkena batuk pilek yang disebabkan oleh virus.

    Panas anak bisa naik turun jika virus belum hilang dari tubuh anak. Pada prinsipnya, infeksi yang disebabkan oleh virus tidak memerlukan obat karena dapat sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu Moms tak perlu panik ketika anak panas batuk pilek yang disebabkan oleh infeksi virus, nantinya kondisi anak akan membaik dalam waktu maksimal 14 hari.

  • Infeksi bakteri

    Selain karena infeksi virus, batuk pilek yang terjadi pada anak juga bisa disebabkan oleh bakteri. Sama seperti virus, bakteri yang masuk ke tubuh anak juga dapat menyebabkan suhu tubuh anak mengalami peningkatan. Namun bedanya dengan virus, infeksi bakteri tidak dapat sembuh sendiri. Bakteri harus dilemahkan dengan antibiotik.

    Jadi ketika anak panas batuk pilek yang disebabkan oleh bakteri, Mum harus segera memberinya antibiotik yang direkomendasikan oleh dokter. Biasanya kondisi anak akan membaik setelah 3-5 hari mengkonsumsi antibiotik sampai habis.

  • Tifus

    Mum perlu mewaspadai ketika anak panas batuk pilek yang disebabkan oleh penyakit tifus. Tifus merupakan penyakit infeksi yang menular melalui makanan atau minuman yang terinfeksi Salmonella. Salmonella merupakan bakteri yang mudah ditemukan di tempat-tempat dengan sanitasi yang buruk dan akses air bersih yang kurang.

    Jika si kecil mengalami penyakit ini, ia akan merasa tidak enak badan selama 7 hingga 14 hari sejak terinfeksi bakteri. Selain itu si kecil juga akan mengalami panas naik turun, nyeri perut, diare, pusing, atau sulit buang air besar. Tak jarang penyakit ini juga disertai oleh gejala batuk dan pilek.

    Ciri khas dari penyakit ini adalah kondisi demam yang cenderung naik turun. Pada pagi hari suhu anak turun dan pada malam harinya melonjak tinggi. Jika si kecil mengalami ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan sampai terlambat ya Moms!

  • Demam berdarah

    Penyebab anak panas batuk pilek yang lain adalah demam berdarah. Demam berdarah dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi virus dengue. Penyakit menular ini kerap terjadi di musim hujan, dimana nyamuk aedes aegypty berkembang biak.

    Gejala awal dari demam berdarah adalah tubuh menggigil, munculnya bintik-bintik merah di kulit, serta wajah yang memerah selama 2 hingga 3 hari. Selain itu terdapat juga demam naik turun yang suhunya sangat tinggi selama 2-7 hari. Setelah itu suhu tubuh mengalami penurunan selama beberapa hari, kemudian naik lagi namun lebih rendah dari sebelumnya. ‘

    Ketika mengalami sakit ini, si kecil akan tampak lelah, lemah, letih, mual, serta tidak nafsu makan. Dapat juga terjadi pendarahan yang disebabkan oleh penurunan jumlah trombosit. Demam berdarah umumnya tidak disertai dengan batuk dan pilek, namun ada beberapa kasus dimana gejala batuk pilek juga muncul saat terkena demam berdarah.

    Oleh karena itu Mums harus memantau demam si kecil supaya tidak terlambat dalam penanganan penyakit ini. Jika demam anak naik turun hingga 3 hari, segera periksakan ke dokter ya!

  • Malaria

    Selain penyebab di atas, malaria juga bisa menjadi salah satu penyebab anak panas batuk pilek. Malaria merupakan penyakit endemik di daerah tropis yang penularannya melalui gigitan nyamuk parasit pembawa malaria. Gejala malaria muncul dalam waktu 7-15 hari sejak digigit oleh nyamuk parasit malaria. Namun ada juga beberapa kasus dimana penderitanya baru merasakan gejala satu tahun kemudian setelah gigitan pertama.

    Penyakit ini memiliki gejala awal berupa demam naik turun, pusing, panas dingin, muntah, nyeri otot, diare serta tidak enak badan. Demam yang naik turun berlangsung selama 24-72 jam tergantung dari jenis parasit.

    Jika terdapat tanda-tanda sakit malaria pada si kecil, Mums harus segera meminta bantuan medis agar mendapatkan pertolongan. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk menegakkan diagnosa. Jangan sampai terlambat ya, Moms!

Itulah beberapa penyebab anak panas batuk pilek yang perlu Mums ketahui. Mums tak perlu panik, namun Mums perlu membawa anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan jika demam tak kunjung turun sampai hari ketiga. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menganalisis penyebab anak panas batuk pilek.

Bagaimana Cara Meredakan Gejala Anak Panas Batuk Pilek?

obat tradisional

Sementara itu untuk meredakan gejalanya, Mum bisa melakukan beberapa langkah dibawah ini agar anak merasa lebih nyaman.

  • Saat anak panas batuk pilek, cobalah berikan makanan padat gizi untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil
  • Pastikan anak mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup supaya tidak terjadi dehidrasi yang memperparah kondisi anak
  • Berikan obat penurun demam dengan dosis yang tepat menurut usia serta berat badan anak (sesuai dengan anjuran dokter)
  • Kompres dahi, ketiak, serta paha anak dengan handuk hangat
  • Mums bisa berikan obat herbal seperti madu atau air campuran dari jahe, lemon, dan madu
  • Hindari memberi pakaian yang panas dan pastikan pakaian tersebut mampu menyerap keringat
  • Pastikan ruangan sejuk supaya anak merasa lebih nyaman
  • Berikan makanan berkuah seperti sup untuk meredakan gejala pilek serta membuat tenggorokan nyaman
  • Baluri tubuh anak panas batuk pilek dengan bawang merah yang dicampur dengan minyak telon, gunanya untuk meredakan panas serta mempermudah anak mengeluarkan dahak.
  • Jika memungkinkan, ajak anak untuk berendam air hangat agar demamnya mereda
  • Pastikan anak panas batuk pilek memiliki waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan staminanya serta menjaga daya tahan tubuh
  • Hindari kerumunan orang agar anak tidak tertular virus lain yang menyebabkan kondisi memburuk

Dengan cara-cara diatas gejala yang terjadi pada anak panas batuk pilek telah mereda, maka Mums tak perlu membawanya ke dokter. Namun, jika kondisi anak tak kunjung membaik, segeralah bawa ia ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

Mengapa Anak Panas di Malam Hari?

Seperti yang Mums ketahui, suhu tubuh normal yaitu berkisar antara 36,5 hingga 37,5 derajat celcius. Peningkatan suhu tubuh anak bisa terjadi akibat berbagai faktor, tetapi yang paling sering adalah infeksi. 

Demam memang lebih sering muncul di malam hari, inilah yang mungkin membuat sebagian Mums khawatir. Melansir laman resmi alodokter.com, kondisi ini mungkin saja terjadi karena berkaitan dengan suhu basal tubuh yang memang akan meningkat di malam hari ya, Mums. Kondisi lingkungan yang cenderung lebih dingin di malam hari juga bisa menyebabkan demam lebih terasa. 

Untuk meredakan panas di malam hari, Mums bisa melakukan beberapa langkah pertolongan pertama, di antaranya:

  • Pantau terus suhu tubuhnya menggunakan termometer
  • Kompres hangat
  • Berikan anak minum yang cukup
  • Ganti baju anak dengan yang lebih tipis dan nyaman
  • Berikan anak sentuhan fisik yang banyak

Jika panas anak tak kunjung mereda hingga besok harinya, maka segera bawa ia ke dokter untuk diperiksa. 

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam?

Saat anak panas batuk pilek dan demam, ada beberapa hal yang harus Mums hindari, di antaranya:

  • Memberikan obat pereda demam yang salah dan terlalu banyak
  • Menggunakan kompres air dingin
  • Membiarkan anak kekurangan cairan 
  • Mandi air dingin
  • Keliru memberikan obat herbal

Kondisi anak panas batuk pilek memang selalu membuat orang tua was-was. Untuk itu, selain mencari penyebab dan dan solusinya, Mums perlu melakukan pencegahan dengan memberikan nutrisi maksimal kepada si Kecil. Berikan FRISO Gold 3 yang mengandung prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral yang tinggi, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.