Lompat ke isi utama
Peran anak

Peran Anak dalam Keluarga yang Perlu Mums Ketahui

peran anak dalam keluarga tak hanya menghormati orang tua, tetapi juga ada peran lain yang harus Mums terapkan kepada si Kecil

Selain orang tua, peran anak dalam keluarga juga penting untuk diketahui lho, Mums. Setiap anggota keluarga harus memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing agar dapat menciptakan keharmonisan di rumah. Peran anak dalam keluarga juga mencakup beberapa hal, mulai dari menghormati kedua orang tua, belajar yang giat, bersikap sopan, bertanggung jawab, dan lain sebagainya. 

Namun, bukan hanya anak saja yang perlu mengetahui perannya, tetapi juga Mums sebagai orang tua perlu memahami peran anak dalam keluarga agar saling menghargai satu sama lain. Selain itu, peran anak juga dipengaruhi oleh jenjang usianya karena perannya saat masih balita dan saat remaja menuju dewasa tentu berbeda. 

Maka dari itu, orang tua perlu membentuk kesiapan anak dalam menjalankan perannya di dalam keluarga. Memiliki buah hati tandanya mempersiapkan ia untuk menuju kehidupan yang lebih penuh tantangan dan tanggung jawab. 

Dengan memberikan pemahaman mengenai peran anak dalam keluarga berarti melatih kesiapannya untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab dan santun terhadap sesama. Hal ini tentu akan berdampak baik terhadap masa depan si Kecil. Lantas, seperti apa peran anak dalam keluarga? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini. 

Peran Anak dalam Keluarga

Berikut adalah beberapa peran anak dalam keluarga yang perlu Mums ketahui, antara lain:

  • Menghormati orang tua

    Salah satu peran anak dalam keluarga yaitu menghormati kedua orang tua. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk mengajarkan si Kecil bagaimana caranya menghormati orang tua dan orang di sekitarnya. Kebiasaan ini akan menanamkan rasa sopan santun pada si Kecil hingga ia dewasa.

    Meskipun begitu, perlu diingat juga bahwa sebagai orang tua pun Mums perlu menghormati peran anak dalam keluarga dan lingkungan, sehingga kebiasaan ini bersifat timbal balik untuk saling menghormati satu sama lain.

  • Bersikap sopan santun terhadap sesama

    Tak hanya kepada orang tua, setiap anak juga perlu bersikap sopan santun terhadap seluruh anggota keluarga, teman, dan orang-orang sekitar. Peran anak dalam keluarga ini akan menumbuhkan sikap dan karakter yang positif seiring pertambahan usia si Kecil. 

    Peran anak dalam keluarga ini sangat penting mengingat si Kecil nantinya akan hidup berdampingan dengan orang lain yang sama-sama punya kepentingan. Maka, untuk bisa melakukan hal tersebut, modalnya yaitu bersikap sopan santun terhadap sesama. Maka dari itu, penting bagi Mums untuk memberikan pemahamanan si Kecil mengenai sikap sopan santun sejak dini. 

  • Belajar dengan giat

    Peran anak dalam keluarga yang selanjutnya yaitu belajar dengan giat. Proses pembelajaran ini tak hanya berlaku di sekolah ya, Mums. Akan tetapi, di dalam rumah juga perlu dibiasakan belajar berbagai hal yang bermanfaat bagi si Kecil. 

    Setiap anak perlu belajar mengenai ilmu pengetahuan, berkomunikasi, pengembangan diri, dan lain sebagainya agar ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Sebab, ilmu pengetahuan berperan penting untuk menentukan masa depan setiap anak. 

    Nah, peran anak dalam keluarga inilah yang bisa Mums lakukan sedini mungkin. Namun, Mums sebaiknya tidak memaksa si Kecil untuk selalu belajar, apalagi jika usianya masih kecil. Belajar tak melulu mengenai mata pelajaran seperti di sekolah, tetapi bisa berupa belajar bertanggung jawab, belajar disiplin, belajar berani, belajar untuk pengembangan diri (soft skill) seperti bermusik, menyanyi, melukis, berbicara, dan lain sebagainya. 

  • Belajar saling memaafkan dan menerima

    Peran anak dalam keluarga yang tak kalah penting adalah belajar saling memaafkan dan menerima. Sikap saling memaafkan yang ditanamkan di dalam keluarga bisa membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi lebih sehat, terutama secara mental atau psikis anak. Mums bisa mengajarkan perihal memaafkan kepada si Kecil dengan bukti nyata. 

    Sebagai contoh, saat si Kecil melakukan kesalahan, Mums tidak sungkan untuk segera memaafkan perbuatannya sambil menjelaskan mengenai kesalahan yang dilakukan si Kecil agar ia tidak mengulanginya lagi di kemudian hari. 

    Lalu, Mums juga bisa mengajarkan perihal menerima dengan membiasakan si Kecil untuk selalu bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Meskipun begitu, Mums juga perlu menekankan kepada si Kecil bahwa menerima atau bersyukur itu berbeda dengan pasrah tanpa ada usaha apapun. 

    Ajarkan ia jika ingin mendapatkan sesuatu, maka harus berusaha dan berdoa untuk mendapatkannya. Namun, apabila si Kecil sudah berusaha sekuat tenaga tetapi gagal mendapatkan apa yang ia inginkan, maka Mums perlu mengajarkan bahwa kegagalan itu hal biasa dalam setiap proses kehidupan dan yakinkan si Kecil untuk bisa bangkit kembali. 

  • Membantu orang tua dan sesama

    Sikap saling membantu terhadap sesama juga perlu Mums terapkan dalam diri si Kecil. Peran anak dalam keluarga seperti ini sangat berpengaruh terhadap karakter si Kecil di masa mendatang. Dengan begitu, ia akan memiliki simpati dan empati terhadap orang lain saat berkehidupan sosial. 

    Meski demikian, Mums juga perlu memberitahu bahwa sikap membantu sesama itu harus sesuai dengan kondisi yang sedang dialami. Artinya, jangan sampai memaksakan kehendak ingin membantu orang lain, sementara diri sendiri sedang kesulitan. Dengan begitu, si Kecil akan memiliki tanggung jawab dan kontrol terhadap diri sendiri untuk melakukan sesuatu di kemudian hari.

Perlu Mums ketahui bahwa peran anak dalam keluarga tidak sebatas yang disebutkan di atas saja. Ini karena peran anak dalam keluarga bergantung pada usia si Kecil, semakin ia dewasa, maka perannya pun bisa saja semakin besar. Dengan membuat si Kecil paham terhadap peran utamanya sejak dini, maka Mums bisa mendorong si Kecil untuk percaya diri bahwa perannya sangat berarti bagi keluarga dan lingkungan sekitar. 

Selain memahami mengenai peran anak dalam keluarga, penting juga bagi Mums untuk mengetahui tentang hak anak dalam keluarga. Apa saja hak-hak anak sebagai anggota keluarga? Berikut penjelasannya.

Baca juga: 6 Manfaat Tidur Siang yang Baik Bagi Pertumbuhan Si Kecil

Hak Anak dalam Keluarga

  • Hak untuk mengetahui orang tuanya

    Dalam hal ini, jika orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak, maka anak berhak untuk diasuh oleh orang lain sebagai anak asuh atau anak angkat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Sebab, hak anak ini tercantum dalam Undang-undang tentang Perlindungan Anak (UU PA) Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 7. 

  • Hak untuk mendapatkan pendidikan

    Dalam pasal 9 UU PA disebutkan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya sesuai dengan minat dan bakat anak. Hak ini berkaitan dengan kecerdasan anak yang akan berpengaruh hingga ia dewasa. 

  • Hak untuk mendapatkan perlindungan

    Dalam UU PA Pasal 13 dijelaskan bahwa orang tua, wali, atau pihak mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak memberikan hak perlindungan kepada anak dengan sebaik-baiknya. Hak perlindungan ini meliputi perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi secara ekonomi ataupun seksual, perlindungan dari penelantaran, kekerasan, ketidakadilan, dan perilaku menyimpang lainnya. 

  • Hak memperoleh jaminan kesehatan

    Dalam UU PA dijelaskan juga mengenai hak anak di rumah untuk memperoleh jaminan kesehatan yang layak. Hak ini juga disertai jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial anak. 

Selain itu, setiap anak juga berhak mendapatkan asupan nutrisi berkualitas sejak dini. Itulah sebabnya, Mums dianjurkan untuk memberikan si Kecil makanan sehat dan bernutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya. 

Saat si Kecil sudah berusia 3 tahun ke atas, Mums sudah bisa memberikan ia susu pertumbuhan yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Salah satu susu yang bisa jadi pilihan adalah susu FRISO Gold 4

Susu FRISO Gold 4 merupakan susu pertumbuhan anak usia 3-12 tahun yang kaya nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. Susu ini diperkaya juga dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap oleh tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang