Lompat ke isi utama
Sakit perut saat hamil

Perbedaan Sakit Perut saat Hamil Muda yang Normal dan Berbahaya

Sakit perut saat hamil muda bisa jadi tergolong normal tetapi bisa juga berbahaya lho, Mums. Yuk, ketahui penyebabnya supaya tak muncul komplikasi lebih serius

Sakit perut saat hamil muda sering dianggap sebagai hal yang normal. Akan tetapi, Mums perlu hati-hati bila sakit perut saat hamil muda disertai dengan gejala-gejala lain atau jika rasa nyeri yang dirasakan terlalu berat. Sebab, ada pula sakit perut saat hamil muda yang menjadi pertanda adanya komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk mengenali perbedaan sakit perut saat hamil muda yang normal dan yang berbahaya agar tidak keliru.

Pada kondisi yang umum terjadi, sakit perut saat hamil muda terjadi seiring bertambahnya usia kehamilan. Saat itu rahim akan terus membesar guna memberi ruang bagi janin untuk tumbuh dan berkembang. Pembesaran rahim dapat menyebabkan tekanan pada otot dan pembuluh darah di sekitar rahim sehingga menimbulkan rasa nyeri pada perut. 

Nah, kondisi tersebut tergolong normal dan tidak akan membahayakan kesehatan Mums dan janin dalam kandungan. Meski begitu, sakit perut saat hamil muda juga bisa disebabkan oleh kondisi yang lebih serius. Lantas, apa saja penyebab dan gejala sakit perut saat hamil muda yang normal maupun berbahaya? Kita simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

Sakit Perut saat Hamil Muda yang Normal

Selain pembesaran rahim, sakit perut saat hamil muda yang tergolong normal bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 

  • Gas berlebih dalam perut

    Sakit perut saat hamil muda paling sering disebabkan oleh gas yang menumpuk dalam saluran pencernaan. Kondisi ini terjadi karena adanya peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan otot di saluran pencernaan lebih rileks dan lebih lambat mencerna makanan yang Mums konsumsi. 

    Saat makanan lebih lama berada di usus besar, maka akan semakin banyak gas yang diproduksi. Selain itu, rahim yang semakin membesar juga dapat memberikan tekanan tambahan pada pencernaan sehingga gas di dalamnya semakin menumpuk. 

    Gejala sakit perut saat hamil muda akibat gas menumpuk di antaranya nyeri dada, perut kembung, lebih sering buang angin, dan kram.

  • Sembelit atau konstipasi

    Sembelit atau konstipasi saat hamil sering kali disebabkan oleh perubahan hormon, kurangnya asupan serat dalam menu makanan harian, dan rasa gelisah. Selain itu, konsumsi makanan yang dimasak atau diproses berulang kali dapat meningkatkan risiko sembelit atau konstipasi. Jika mengalaminya, Mums mungkin bisa merasakan sakit perut saat hamil muda, seperti perut kembung, sulit buang air besar (BAB), dan frekuensi BAB jarang. 

  • Nyeri ligamen

    Sakit perut saat hamil muda yang tergolong normal juga bisa disebabkan oleh nyeri ligamen. Terdapat 2 ligamen atau jaringan ikat utama yang membentang dari rahim ke selangkangan dan keduanya berfungsi untuk menopang rahim. Saat rahim meregang, ligamen juga ikut meregang. Kondisi inilah yang membuat ibu hamil terkadang merasakan rasa nyeri di bagian perut, pinggul, atau selangkangan. 

    Munculnya rasa sakit perut saat hamil muda ini biasanya terjadi saat usia kehamilan memasuki trimester kedua dan dapat bisa juga dipicu oleh perubahan posisi tubuh, bersin, dan batuk lho, Mums.

Di atas merupakan beberapa penyebab dan gejala sakit perut saat hamil muda yang masih tergolong normal, sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebih. Mums perlu mengetahui dulu penyebabnya agar bisa mengatasi dengan tepat.

Berbeda dengan kondisi yang normal, di bawah ini ada beberapa penyebab dan gejala sakit perut saat hamil muda yang perlu Mums waspadai. 

Sakit Perut saat Hamil Muda yang Harus Mums Waspadai

Meski dianggap normal terjadi, sakit perut saat hamil muda tetap tidak boleh dianggap remeh ya Mums, terutama bila kondisi ini berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam, atau bahkan disertai dengan gejala berikut:

  • Keputihan 
  • Keluarnya bercak darah di vagina
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada punggung bawah

Berikut ini beberapa komplikasi kehamilan berbahaya yang ditandai oleh sakit perut yang tidak normal, antara lain: 

  • Keguguran

    Mums perlu hati-hati bila sakit perut saat hamil muda yang disertai keluarnya darah dari vagina bersamaan dengan gumpalan jaringan, muncul kram perut, dan rasa nyeri pada punggung, karena kondisi ini bisa mengindikasikan keguguran. 

    Keguguran adalah kematian janin secara tiba-tiba sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Oleh karena itu, bila usia kehamilan Mums masih muda dan sudah mengalami sakit perut disertai gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

  • Kelahiran prematur

    Apabila Mums mengalami sakit perut akibat kontraksi (lebih dari 5 kali kontraksi dalam 1 jam) atau kram seperti sedang menstruasi yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu, bisa jadi Mums akan mengalami persalinan prematur. Tanda-tanda persalinan prematur lainnya yaitu perdarahan vagina, ketuban pecah dini, dan nyeri pada area panggul atau punggung bagian bawah.

  • Infeksi saluran kemih

    Sakit perut saat hamil muda pada bagian bawah bisa menjadi salah satu indikasi infeksi saluran kemih. Kondisi ini juga ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil, sering merasa ingin pipis, dan urin berbau busuk atau bercampur darah. Mums harus segera konsultasi dengan dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berisiko infeksi ginjal atau kelahiran prematur.

  • Korioamnionitis

    Korioamnionitis merupakan infeksi bakteri pada plasenta dan air ketuban yang menyebabkan air ketuban bernanah dan bau. Biasanya bakteri ini berasal dari vagina atau saluran kemih yang menyebar ke kantung ketuban. 

    Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri di bagian rahim atau perut, demam, serta meningkatnya denyut nadi pada Mums dan janin. Jika tidak segera diobati dengan tepat, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius. 

  • Kehamilan ektopik

    Sakit perut saat hamil muda yang tidak normal juga bisa disebabkan oleh kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim. Kondisi ini pada awalnya bisa saja tidak bergejala lho, Mums. 

    Namun, jika kondisinya sudah lebih serius, kehamilan ektopik dapat menimbulkan rasa sakit yang berat, seperti ditusuk-tusuk. Rasa sakit biasanya akan muncul di salah satu sisi perut bagian bawah yang disertai perdarahan dari vagina.

    Rasa sakit biasanya semakin parah setelah melakukan aktivitas fisik atau saat batuk. Selain itu, ibu hamil yang mengalami kehamilan ektopik juga bisa mengalami pingsan secara tiba-tiba. Kondisi ini perlu penanganan sesegera mungkin karena berisiko menyebabkan syok pada ibu hamil. 

Bagaimana Mums? Sudah dapat membedakan sakit perut saat hamil muda yang normal dan berbahaya? Jika Mums masih kesulitan untuk membedakan sakit perut yang normal atau berbahaya, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat. 

Sembari menjaga kesehatan Mums dan janin dalam kandungan, penting untuk selalu memenuhi kebutuhan gizi harian dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi, seperti susu Frisomum Gold Dualcare+ dengan kandungan nutrisi yang mudah dicerna dan mendukung kesehatan pencernaan Mums karena melalui proses pengolahan satu kali (single process), mengandung prebiotik Inulin-FOS dan probiotik Bifidobacterium animalis subs. lactis HN019

Selain itu, Frisomum Gold Dualcare+ juga mengandung protein, zat besi, kalsium, ALA/LA, dan nukleotida untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan sampai masa menyusui.

 

Disadur dari berbagai sumber dan ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang