Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Sumber Protein

Perbedaan Sumber protein Hewani dan Nabati untuk Anak

sumber protein dibedakan menjadi 2 jenis, hewani dan nabati. Mana yang lebih baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak?

Sumber protein terbagi menjadi dua, yaitu protein hewani dan protein nabati. Kedua protein ini harus dikonsumsi oleh si Kecil agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Namun, perlu Mums ketahui bahwa protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dibandingkan protein nabati. Tubuh tidak bisa memproduksi sendiri asam amino esensial, sehingga asupannya harus didapatkan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. 

Meski demikian, bukan berarti si Kecil tidak perlu mengonsumsi protein nabati ya, Mums. Ia tetap perlu mengonsumsi sumber makanan yang mengandung protein nabati karena di dalamnya mengandung beragam zat gizi lain yang mendukung tumbuh kembangnya. Akan tetapi, konsumsinya pun harus sesuai batas normal karena terlalu banyak mengonsumsi protein nabati yang tidak diimbangi dengan protein hewani dapat menghambat pertumbuhan anak.

Hal ini dikarenakan protein nabati memiliki asam amino pembatas yang yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Padahal, asam amino esensial harus dikonsumsi dalam jumlah dan jenis yang lengkap guna mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil. Untuk mengetahui perbedaan sumber protein hewani dan nabati, simak penjelasannya di bawah ini, yuk! 

Sumber Protein Hewani

Sebelum mengetahui apa saja sumber protein hewani dan nabati yang aman dikonsumsi oleh si Kecil, penting bagi Mums untuk mengolah sumber makanan di bawah ini secara tepat. Hindari memasak dan memanaskan makanan lebih dari satu kali agar nutrisi alami di dalamnya tidak rusak sehingga mudah dicerna dan diserap oleh saluran pencernaan si Kecil. Berikut ini beberapa sumber protein hewani yang perlu Mums ketahui: 

  1. Susu

    Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang perlu dikonsumsi oleh si Kecil. Mums dianjurkan untuk memberikan si Kecil susu pertumbuhan yang tepat dan kaya akan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya lebih optimal. 

    Mums sebaiknya memilih susu pertumbuhan yang melalui proses pengolahan satu kali (single process) agar nutrisinya lebih mudah dicerna oleh pencernaan si Kecil. Salah satu susu yang melalui single process adalah susu FRISO Gold 3 yang mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. 

    Susu FRISO Gold 3 termasuk susu bernutrisi tinggi yang diperkaya dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam. 

    Selain itu, produk olahan susu seperti keju dan yoghurt juga termasuk sumber protein hewani yang aman dikonsumsi oleh si Kecil. Pastikan Mums memilih jenis yoghurt tanpa rasa (plain yogurt) agar lebih sehat. Sebab, makanan dan minuman yang tinggi gula (sukrosa) kurang baik dikonsumsi oleh anak-anak. 

    Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak dengan asupan sukrosa rendah memiliki kualitas pertumbuhan dan asupan nutrisi lebih baik dalam jangka panjang, sekaligus peningkatan tinggi badan 1,5 cm lebih tinggi dibandingkan anak yang sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi sukrosa.

  2. Telur

    Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah diolah menjadi menu makanan lezat yang disukai si Kecil. Selain sebagai salah satu sumber protein hewani, telur juga kaya nutrisi penting lainnya, seperti seperti karbohidrat, lemak, vitamin A, vitamin B2, vitamin B9 (asam folat), vitamin D, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, selenium, dan kolin. 

    Melihat banyaknya nutrisi dalam telur, tak heran jika makanan satu ini bermanfaat untuk membantu meningkatkan fungsi otak, meningkatkan sistem imun, dan mendukung kesehatan jantung. Meskipun begitu, Mums tetap harus menyajikan olahan telur sesuai batas normal dan tidak berlebihan agar manfaatnya lebih optimal. 

  3. Ikan

    Ikan dan makanan laut lainnya (seafood) menjadi sumber protein hewani yang penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Ada banyak jenis makanan laut yang aman dikonsumsi, seperti ikan salmon, ikan tuna, ikan sarden, udang, cumi, dan kerang. 

    Selain rasanya yang lezat, makanan laut juga mengandung berbagai nutrisi, seperti protein, vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin B12, vitamin K, zat besi, yodium, kalium, kalsium, magnesium, natrium, dan asam lemak omega 3. 

    Oleh karena itu, makanan laut memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat meningkatkan fungsi otak, mencegah penyakit jantung, membantu pertumbuhan tulang, menjaga kesehatan mata, dan meningkatkan sistem imun tubuh. 

  4. Daging merah

    Sumber protein hewani selanjutnya adalah daging merah, yang mencakup daging sapi, kambing, dan domba. Mums dianjurkan memilih daging merah rendah lemak untuk diolah menjadi menu makanan si Kecil. 

    Selain sebagai sumber protein berkualitas, daging sapi juga mengandung vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, zinc (seng), dan zat besi yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun dan mencukupi jumlah sel darah merah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. 

    Meskipun bermanfaat, Mums tetap harus menyajikan menu makanan dari daging merah sesuai batas normal, ya. Pastikan untuk selalu menyeimbangkan asupan protein hewani ini dengan jenis nutrisi lainnya agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. 

    Baca juga: Protein Adalah Nutrisi yang Penting Bagi si Kecil, Apa Manfaatnya?

  5. Daging putih

    Selain daging merah, daging putih juga termasuk sumber protein hewani yang aman dikonsumsi oleh anak-anak, meliputi daging ayam, bebek, dan berbagai daging unggas lainnya. 

    Selain kaya protein, daging putih juga mengandung vitamin B6, vitamin B12, vitamin E, zat besi, kalium, zinc (seng), dan kalsium. Dari banyaknya nutrisi tersebut, tak heran jika daging putih memiliki beragam manfaat, seperti meningkatkan sistem imun, mendukung metabolisme tubuh, membantu pembentukan otot, mengontrol tekanan darah, serta membantu menjaga kesehatan tulang. 

Sumber protein Nabati

Sedangkan, berikut adalah beberapa sumber protein nabati yang dapat dikonsumsi oleh si Kecil, di antaranya: 

  1. Kacang kedelai

    Sumber protein nabati yang sering Mums temukan sehari-hari yaitu kacang kedelai. Jenis kacang ini mengandung beragam nutrisi lain, di antaranya vitamin C, vitamin B9 (asam folat), kalsium, vitamin, kalium, magnesium, zat besi, dan fosfor. Mums bisa memberikan si Kecil produk olahan dari kacang kedelai, seperti tahu, tempe, dan sari kedelai.

    Akan tetapi, perlu Mums ketahui bahwa mengonsumsi sari kedelai yang berlebihan bisa menghambat tumbuh kembang si Kecil lho. Seperti yang telah dijelaskan, protein nabati tidak memiliki asam amino esensial yang lengkap, sehingga dapat menghambat pertumbuhan si Kecil. 

    Namun sayangnya, saat ini sebagian Mums yang menjadikan sari kedelai atau susu soya sebagai pengganti susu sapi atau susu bubuk pertumbuhan, padahal kandungan nutrisi dalam sari kedelai atau susu soya kurang mendukung fungsi optimal tumbuh si Kecil, terutama dari kelengkapan asam amino esensial. Oleh karena itu, untuk lebih mendukung tumbuh kembang si Kecil, Mums bisa memberikan susu pertumbuhan berbahan susu sapi, seperti susu Friso Gold 3

  2. Kacang almond

    Kacang almond merupakan salah satu sumber protein nabati yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh si Kecil. Selain itu, kacang almond juga mengandung beragam nutrisi lainnya, seperti karbohidrat, serat, vitamin E, zat besi, kalsium, kalium, selenium, magnesium, dan mineral lain. Maka dari itu, kacang almond dapat menunjang pertumbuhan, menjaga kesehatan kulit, meningkatkan fungsi otak dan mata, pembentukan jaringan, serta pertumbuhan tulang. 

  3. Kacang Hijau

    Kacang hijau merupakan salah satu sumber protein nabati yang sering diolah dan dikonsumsi oleh keluarga Indonesia. Jenis kacang satu ini bisa diolah menjadi berbagai macam makanan yang lezat dan bernutrisi. Di dalamnya mengandung zat gizi yang penting, di antaranya karbohidrat, serat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, zat besi, kalsium, kalium, zinc, dan fosfor. 

    Maka dari itu, manfaat kacang hijau cukup beragam, di antaranya dapat melancarkan saluran pencernaan, mengontrol berat badan, menurunkan kadar kolesterol jahat, dan membantu menambah stamina tubuh.

Selain jenis kacang-kacangan di atas, sebenarnya masih ada lagi sumber protein nabati lain yang dapat dikonsumsi oleh si Kecil, di antaranya kacang merah, edamame, brokoli, bayam, asparagus, pakcoy, jambu biji, alpukat, kiwi, buah beri, aprikot, dan lain sebagainya. Pastikan Mums memenuhi asupan nutrisi si Kecil dari sumber protein di atas dan dari jenis zat gizi lainnya secara seimbang agar tumbuh kembangnya optimal.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang