Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Perhatikan Contoh Rasa Empati Di Sekolah Berikut dan Tanamkan Sejak Dini

Perhatikan Contoh Rasa Empati Di Sekolah Berikut dan Tanamkan Sejak Dini

Empati, satu kata yang bermakna sangat dalam untuk banyak orang. Kata ini merupakan kemampuan manusia untuk merasakan kepedulian pada orang lain. Tentu untuk orang dewasa, hal ini telah ada dan melekat. Namun untuk si kecil, empati perlu diajarkan dengan telaten dan sedini mungkin. Selain di lingkungan rumah, si Kecil juga perlu memahami berbagai contoh rasa empati yang bisa ditunjukkan di sekolah.

Rasa empati perlu dimiliki oleh si Kecil, sebagai kodratnya menjadi seorang manusia. Orang tua tentu banyak mengajarkan hal ini di rumah, sehingga ketika si Kecil keluar atau berinteraksi dengan lingkungan lain si Kecil bisa menunjukkan rasa empati yang telah diajarkan. Selain sebagai cerminan kepedulian, rasa empati yang dimiliki si Kecil akan membentuk karakter baik yang akan melekat sepanjang hidupnya.

Untuk lingkungan sekolah sendiri, merupakan lingkungan di luar keluarga yang secara rutin akan menjadi tempat si Kecil berinteraksi. Untuk itu tentu bentuk rasa empati di lingkungan sekolah juga perlu diajarkan sejak dini di lingkungan keluarga agar si Kecil tidak kaget ketika berada di lingkungan sekolah. Empati juga bisa membuat si Kecil lebih mudah bergaul dan mendapatkan teman baru.

Beberapa contoh rasa empati di sekolah yang bisa diajarkan sejak dini adalah sebagai berikut.

Ucapan Terimakasih dan Maaf

Pada lingkungan baru, tentu si Kecil harus beradaptasi dengan keadaan sekitar dan orang yang ditemuinya. Seringkali kebiasaan buruk si Kecil di rumah ikut terbawa, seperti mengambil barang yang tergeletak atau berlaku seenaknya sendiri. Meski tidak sering, kedua hal ini ketika dilakukan di lingkungan sekolah akan membuat si Kecil kurang disukai teman-temannya dan berpotensi menimbulkan masalah.

Ajarkan untuk mengucapkan terimakasih dan maaf kepada si Kecil ketika melakukan sesuatu yang berhubungan dengan orang lain. Jangan lupa, ajarkan juga untuk selalu meminta ijin pada orang disekitarnya ketika menggunakan atau ingin mengambil suatu barang. Dengan begini si Kecil akan memiliki kebiasaan untuk bertutur kata dan berperilaku sopan serta menghargai orang disekitarnya.

Kosa Kata Emosi

Mengenali berbagai kosa kata emosi yang dirasakan bisa menjadi latihan empati yang baik untuk si Kecil. Setiap orang tua pasti akrab dengan frasa ‘Mana muka sedihnya manaaa? Mana muka senangnya?’ dan sejenisnya. Sebenarnya, ini merupakan latihan bagi si Kecil untuk mengenali emosi yang ditunjukkan orang lain atau apa yang tengah dirasakan orang lain dari ekspresi yang ditunjukkan.

Pada konteks sekolah, hal ini bisa dibilang penting. Ketika si Kecil memahami berbagai emosi yang ditunjukkan oleh orang disekitarnya, baik teman atau guru, si Kecil akan bisa memberikan respon yang sesuai dan menunjukkan kepeduliannya. Misal ketika si Kecil melihat temannya murung, maka ia kemudian akan bisa merespons dengan menghibur atau sekedar memberitahukan pada guru yang sedang mengajar jika temannya murung.

Apresiasi Karya

Memberikan apresiasi atau pujian pada karya teman di sekolah juga bisa menjadi cara menunjukkan empati si Kecil. Ketika sedang melakukan kegiatan, baik menulis, atau menggambar, atau misalnya saja membuat satu kerajinan tangan, dorongnya untuk memberikan apresiasi pada apa yang dilihatnya. Dengan begini teman-teman yang berada disekitarnya akan memberikan respon yang baik pada sikap si Kecil tersebut .

Pembiasaan ini bisa dimulai di rumah dengan memberikan apresiasi kecil pada hal yang dilakukan si Kecil sehari-hari. Lambat laun si Kecil akan merasa bahwa apresiasi yang diberikan orang tuanya menimbulkan efek nyaman dan dipedulikan. Hal ini yang kemudian akan diteruskan si Kecil kepada teman-temannya, sebagai bentuk kepedulian pada karya dari teman yang sedang dilihat oleh si Kecil.

Rela Berkorban

Contoh rasa empati di sekolah juga bisa ditunjukkan dengan cara rela berkorban. Dalam konteks anak-anak, rela berkorban tidak kemudian berarti melakukan hal besar dan berefek pada banyak orang. Namun dalam skala kecil seperti mau berbagi bekal dengan teman yang kebetulan tidak membawa bekal, mau meminjamkan alat tulis, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini orang tua harus menunjukkan secara nyata pada si Kecil dan memberikan pengertian mengenai konsep rela berkorban. Contoh dan pemahaman ini bisa diberikan ketika si Kecil sedang berada di lingkungan rumah, sehingga akan tertanam pada ingatannya. Orang tua perlu konsistensi yang tinggi agar si Kecil bisa menyerap nilai ini dengan baik. Si Kecil yang rela berkorban akan disukai temannya, sehingga lebih mudah diterima dalam pergaulan.

Rasa empati yang ditunjukkan si Kecil di sekolah tentu merupakan bekal yang diberikan orang tua ketika si Kecil tumbuh dan berkembang di rumah. Sebenarnya rasa empati sendiri telah melekat pada diri setiap manusia, dan menjadi kodrat dari manusia itu sendiri. Namun demikian, empati yang tidak diasah dan dirangsang perkembangannya bisa menjadi tumpul, serta menghasilkan pribadi yang cenderung tidak peduli dan tidak peka pada keadaan sekitar.

Beberapa contoh rasa empati di sekolah seperti yang ditunjukkan di atas bisa menjadi contoh untuk diajarkan pada si Kecil secara perlahan. Tentu, untuk mendukung tumbuhnya rasa empati si Kecil juga perlu memiliki kecerdasan emosional. Asupan nutrisi yang cukup dari sumber makanan dan minuman yang baik selalu diperlukan. Friso Gold 4, sebagai salah satu susu dengan nutrisi lengkap, bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil usia 3 hingga 12 tahun. Dengan Single Process yang diterapkan dalam pengolahannya, Friso Gold 4 menjamin setiap nutrisi alami bantu si Kecil kuat dari dalam. Mum juga bisa berkonsultasi dengan Ahli Nutrisi Alami (ANA) secara langsung, melalui fitur chat yang ada pada pojok kanan bawah halaman website Friso.

Selamat! Mums beruntung berkesempatan mendapatkan Free Sample dari Friso!

Daftar Sekarang