Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Perkembangan Janin di Minggu Terakhir dan Persiapan Melahirkan

Perkembangan Janin di Minggu Terakhir dan Persiapan Melahirkan

Waktu yang dinanti-nanti semakin dekat, Mums kini tinggal menghitung minggu sampai waktu persalinan tiba. Namun, Mums juga tetap harus memantau perkembangan janin di dalam kandungan di usia kehamilan minggu ke-37 hingga minggu ke-40.

Untuk proses persalinan nanti, Mums bisa meminta suami untuk menemani. Sebuah studi yang dilakukan peneliti ilmu saraf di Universitas Colorado, Pavel Goldstein, mengatakan bahwa menggenggam tangan istri yang sedang melahirkan bisa membuatnya lebih merasa nyaman.

Tak kalah penting, Mums juga tetap harus mengetahui perkembangan apa saja yang terjadi pada janin di dalam kandungan selama usia kehamilan di minggu-minggu terakhir menuju proses melahirkan.

Perkembangan Janin di Kehamilan Minggu 37

Di usia kehamilan 37 minggu, perkembangan janin di dalam kandungan Mums cukup signifikan. Janin kini sudah memiliki ukuran panjang 48 cm dengan berat badan mencapai 2,85 kg.

Janin di dalam kandungan Mums juga sudah bisa menggenggam jari jemarinya, kemudian jika cahaya terang diarahkan ke perut Mums, bayi mungkin akan berputar menghadap ke arah cahaya itu. Usus calon bayi juga sudah mengandung mekonium atau feses pertama janin yang berupa zat hijau lengket.

Mums juga harus memerhatikan perkembangan pada tubuh sendiri di usia kehamilan ini seperti muncul bercak darah. Bercak darah yang keluar dari vagina pada usia kehamilan 37 minggu umumnya normal. Bercak ini muncul karena rahim Mums berubah lebih sensitif menjelang waktu bersalin.

Stretch mark juga akan semakin terlihat muncul karena rahim yang membesar membuat kulit meregang. Kondisi ini wajar terjadi di usia kehamilan 37 minggu, Mums bisa mengatasinya dengan mengoleskan krim anti stretch mark atau pelembab pada kulit.

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 38 Minggu

Janin di dalam kandungan Mums pada usia kehamilan 38 minggu memiliki panjang hingga 49 cm dengan berat mencapai 3 kg atau lebih. Sementara untuk tali pusar janin memiliki panjang antara 30,48 cm dan 99 cm.

Di usia kehamilan ini, otot pada mulut bayi sudah bekerja dengan baik untuk menghisap dan menelan cairan ketuban saat persalinan. Oleh karena itu, janin sudah bisa menghasilkan mekonium atau feses pertama janin yang berupa zat hijau lengket.

Lemak juga akan semakin bertumbuh pada janin di usia kehamilan ini, selain itu janin masih akan menyempurnakan otak dan sistem saraf lainnya untuk bisa merespons rangsangan saat dilahirkan nanti.

Semakin mendekati waktu persalinan, tubuh Mums juga akan mengalami perubahan salah satunya Mums akan lebih sering mengalami kontraksi palsu atau braxton hicks. Kontraksi palsu ini disebut sebagai proses adaptasi untuk Mums saat merasakan kontraksi asli pada proses persalinan. Gejala kontraksi palsu ini bisa dirasakan Mums di antaranya perut terasa kram dan kencang.

Mums juga kemungkinan mengalami keputihan berlebih di usia kehamilan 38 minggu. Keputihan ini berupa zat putih tebal atau berlendir dan terbilang normal selama tidak berwarna hitam, merah, kehijauan, dan tidak berbau. Keputihan menjadi tanda bahwa leher rahim (serviks) bersiap membuka untuk proses melahirkan.

Perubahan lain pada tubuh Mums adalah kemungkinan terjadi bengkak pada kaki dan betis. Bagian bawah tubuh tampak membengkak karena volume darah Mums menjelang persalinan bertambah banyak. Rajin berjalan kaki santai disarankan untuk menjaga darah dan cairan di dalam tubuh mengalir lancar.

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 39 Minggu

Pada usia kehamilan 38 minggu, perkembangan janin di dalam kandungan Mums cukup signifikan. Perkembangan ukuran janin sudah mencapai panjang tubuh sekitar 50 cm dengan berat 3,5 kg.

Di usia kehamilan ini, tapi pusat mungkin dapat melilit leher bayi. Umumnya kondisi tersebut tidak akan menyebabkan masalah apapun, namun jika dokter melihat lilitan itu mempersulit untuk bayi dilahirkan secara normal, dokter akan mengambil tindakan operasi caesar.

Selain itu, lapisan lemak tipis atau vernix yang menutupi kulit janin di usia kehamilan 39 minggu sudah mulai menghilang. Kemudian lanugo atau rambut halus di tubuh bayi pun umumnya sudah mulai menipis. Selain itu, imun atau kekebalan tubuh yang ditransfer dari Mums melalui plasenta akan membantu sistem imun bayi dalam melawan infeksi saat usia 6-12 pertama setelah lahir.

Semakin mendekati waktu persalinan, tubuh Mums juga akan mengalami perubahan yang dirasakan salah satunya adalah Mums lebih sering mengalami kontraksi palsu atau braxton hicks. Kontraksi palsu ini disebut sebagai proses adaptasi untuk Mums saat merasakan kontraksi asli pada proses persalinan. Gejala kontraksi palsu ini bisa dirasakan Mums di antaranya perut terasa kram dan kencang.

Gejala lain yang dapat terjadi di usia kehamilan 39 minggu adalah ketuban pecah yang bisa terjadi kapan saja. Ketika kondisi ini terjadi, beberapa ibu hamil mengalami semburan air yang cukup besar atau juga mengalir sedikit demi sedikit seperti buang air kecil.

Selain itu, beberapa ibu hamil yang mengalami ketuban pecah tidak langsung merasakan kontraksi melahirkan. Oleh sebab itu, jika mengalami ini ibu hamil harus segera dilarikan ke dokter untuk mengeluarkan cairan ketuban agar proses persalinan bisa segera dilakukan.

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan Minggu ke-40

Pada usia kehamilan 40 minggu, ukuran janin sudah mencapai panjang 50 cm atau lebih dengan berat 3,5 kg. Di dalam rahim, janin mengalami banyak perubahan bentuk terutama pada kepalanya. Kepala janin mungkin akan tertutupi vernix caseosa dan darah.

Selain itu, kulit pada bayi kemungkinan mengalami perubahan warna dan banyak ruam. Sistem hormon tubuh bayi juga sudah mulai bekerja dengan baik di usia kehamilan 40 minggu ini. Bentuk alat kelamin bayi, skrotum untuk bayi laki-laki dan labia untuk bayi perempuan, juga akan tampak lebih besar jika dilihat melalui USG.

Janin di usia kehamilan ini sudah siap dilahirkan, namun Mums tidak perlu khawatir jika belum menunjukkan tanda-tanda melahirkan di minggu ke-40. Hanya ada 5 persen ibu hamil yang melahirkan sesuai dengan estimasi hari perkiraan lahir (HPL). Mums bisa melahirkan lewat atau kurang dari waktu perkiraan lahir.

Meski begitu, Mums juga sudah harus bersiap untuk proses persalinan. Penting untuk mengetahui seperti apa proses berlangsungnya persalinan di mana tahap pertama umumnya ditandai dengan proses penipisan dan pelebaran serviks dengan menekan rahim. Hal ini berlangsung pada jarak waktu tertentu secara teratur di masa perkembangan janin usia kehamilan 40 minggu.

Tahap kedua yaitu ketika Mums harus mengejan untuk mendorong bayi keluar dari tubuh melalui vagina. Tahap ketiga dan keempat adalah ketika Mums mengeluarkan plasenta. Jika Mums tidak melahirkan dalam waktu satu minggu setelah HPL, dokter mungkin akan merekomendasikan mengikuti tes.

Tes ini bertujuan untuk memonitor detak jantung dan pergerakan janin. Selain itu, tes ini berfungsi untuk memastikan bayi di usia kehamilan 40 minggu menerima oksigen yang cukup dan sistem saraf dapat merespons dengan baik.

Ragam Posisi Bayi Siap Dilahirkan

Posisi Janin Anterior

Posisi ini adalah posisi terbaik untuk melahirkan dengan letak kepala berada di bawah dan wajah menghadap punggu Mums. Dagu calon bayi sudah menempel di dadanya dan kepalanya sudah siap untuk masuk pelvis.

Posisi Janin Posterior

Posisi ini terjadi ketika bayi berada di bawah dan wajahnya menghadap perut Mums. Beberapa bayi mungkin akan tetap berada di posisi ini saat mendekati HPL. Pada awal kontraksi, bayi akan tetap diam, lalu secara spontan memutar badannya hingga wajahnya menghadap punggung Mums.

Di beberapa kasus, ketika bayi berada di posisi posterior dan tidak memutar badannya, Mums mungkin akan mengalami persalinan yang lama dan sakit punggung.

Posisi Janin Sungsang

Posisi janin sungsang dalam kandungan tergolong tidak ideal untuk proses persalinan normal. Selain itu, posisi bayi sungsang meningkatkan risiko tali pusar tersimpul atau melilit leher bayi. Dokter mungkin akan menyarankan melakukan teknik ECV (external cephalic version) untuk mengubah posisi bayi yang sungsang dalam kandungan.

ECV dilakukan dengan menekan perut Mums dan mengubah posisi bayi melalui tekanan itu, selama proses berlangsung detak jantung bayi akan terus dipantau. Jika langkah ini tak berhasil mengubah posisi bayi, dokter akan menyarankan melakukan persalinan dengan proses caesar.

Posisi Janin Melintang

Posisi bayi melintang di dalam rahim juga dikenal dengan transverse lie dan sangat langka ditemukan pada bayi yang akan lahir. Jika posisi ini tidak berubah selama periode HPL, maka bayi dengan posisi melintang harus dilahirkan secara caesar.

Benda yang Wajib Ada dalam Hospital Bag Jelang Melahirkan

Selain mempersiapkan fisik dan mental, Mums juga harus menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan saat akan melahirkan di hospital bag. Tas ini berisikan benda-benda esensial untuk keperluan ibu dan bayi selama berada di rumah sakit.

Beberapa barang wajib yang harus berada di dalam hospital bag saat akan melahirkan antara lain korset, bra menyusui, kapas pembersih payudara, bantal menyusui, bedong, baju ganti, hingga selimut hoodie (untuk bayi).

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi Frisomum Gold Dualcare+ selama masa kehamilan dan menyusui ya, Mums. Kandungan nutrisi yang lengkap dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian sehingga kondisi tubuh senantiasa terjaga. Selamat menyambut kelahiran si Kecil!

Sample Friso Gold

Selamat datang! Apakah Mums ingin mencoba Free Sample dari Friso?

Daftar Sekarang