Lompat ke isi utama
Protein anak

Protein adalah Nutrisi yang Penting Bagi Si Kecil, Apa Manfaatnya?

protein adalah nutrisi makro yang sangat penting bagi tumbuh kembang si Kecil. Yuk, ketahui manfaat dan sumbernya di sini

Protein adalah nutrisi makro yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar. Ada beragam manfaat protein yang penting bagi tubuh, mulai dari mengoptimalkan tumbuh kembang, meningkatkan sistem imun, hingga sebagai sumber energi. Protein adalah nutrisi yang terdiri dari sejumlah asam amino yang diperlukan agar tubuh berfungsi dengan normal. Asam amino ini dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. 

Asam amino esensial merupakan jenis asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapatkan dari sumber protein berkualitas. Sedangkan, asam amino non esensial dapat dibuat sendiri oleh tubuh. Perlu Mums ketahui bahwa ada protein adalah nutrisi makro yang sumbernya terbagi 2, yaitu protein hewani dan protein nabati. Kedua sumber protein ini memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Namun, manakah sumber protein yang paling baik? Nah, di artikel ini akan dibahas lebih lanjut, jadi simak penjelasannya sampai selesai ya, Mums. 

Manfaat protein

Protein adalah zat gizi yang memiliki fungsi yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lainnya, yaitu membentuk dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Oleh karenanya, kehadiran protein sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil lebih optimal. Untuk lebih jelasnya, kita bahas manfaat protein di bawah ini, yuk! 

  • Membentuk dan memelihara jaringan tubuh

    Protein adalah zat gizi yang diibaratkan sebagai “batu bata” untuk menyusun hampir semua bagian di tubuh kita, misalnya pembentukan otak, tulang, otot, jantung, kulit, rambut, dan lainnya. Selain itu, protein adalah zat gizi yang bertanggung jawab untuk memelihara dan mengganti jaringan tubuh yang telah rusak. 

    Pada kondisi normal, jumlah protein yang digunakan untuk membangun, memelihara, dan memperbaiki jaringan tubuh akan sama setiap harinya. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan tubuh membutuhkan protein dengan jumlah lebih banyak, yaitu ketika ada pertumbuhan jaringan baru, seperti pada masa tumbuh kembang si Kecil, atau ketika proses pemecahan protein terjadi lebih banyak, seperti pada orang sakit, ibu hamil, dan Ibu menyusui. 

  • Sumber energi

    Protein adalah salah satu sumber energi yang penting bagi tubuh selain karbohidrat dan lemak lho, Mums. Sama dengan karbohidrat, protein mengandung sekitar 4 kalori per gram-nya. Sedangkan, lemak memasok energi lebih banyak, yaitu sekitar 9 kalori per gram. 

    Dalam proses pengolahan makanan menjadi energi, tubuh akan menggunakan karbohidrat dan lemak terlebih dahulu. Sementara, protein akan disimpan sebagai cadangan dan digunakan ketika tubuh benar-benar membutuhkannya. Sebagai contoh, saat berpuasa selama 18-48 jam tanpa asupan makanan. 

    Itulah sebabnya, protein adalah zat gizi yang penting bagi si Kecil. Bila ia kekurangan protein dalam jumlah yang banyak dan jangka panjang, maka akan meningkatkan risiko kwashiorkor dan malnutrisi energi protein

  • Membentuk antibodi

    Selain sebagai sumber energi, protein adalah salah satu zat gizi yang membantu tubuh membentuk antibodi atau imunoglobulin. Antibodi berperan untuk melawan infeksi bakteri atau virus. Tak hanya itu, antibodi juga membantu tubuh untuk mencegah terjadinya penyakit dari bakteri atau virus yang sama di kemudian hari. 

    Setelah tubuh menghasilkan antibodi terhadap bakteri atau virus tertentu, maka sel-sel imun dalam tubuh dapat memproduksinya kembali. Jadi, jika nantinya bakteri atau virus menyerang si Kecil lagi, tubuhnya akan bisa melawan bakteri atau virus tersebut dengan lebih cepat.

  • Membentuk enzim dan hormon

    Protein adalah zat gizi yang bermanfaat membentuk enzim. Enzim merupakan jenis protein yang terdapat di dalam sel. Enzim bertanggung jawab terhadap beragam reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh, misalnya untuk kontraksi otot, melawan atau menghancurkan racun, hingga mencerna makanan. 

    Selain enzim, protein adalah nutrisi yang membentuk sebagian hormon pada tubuh. Hormon bertugas untuk mengirimkan sinyal dan mengatur proses biologis antara sel, jaringan, dan organ tubuh. Sebagai contoh, hormon insulin yang bertugas mengirim sinyal dan mengatur proses masuknya gula ke dalam sel-sel tubuh. 

    Selain fungsi yang telah disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak fungsi protein lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, misalnya menyeimbangkan pH dan jumlah cairan dalam darah, menyimpan cadangan nutrisi tubuh, dan lain sebagainya. Itulah sebabnya, protein adalah nutrisi yang sangat penting dan dibutuhkan dalam jumlah yang besar. 

  • Mengangkut zat gizi lain

    Manfaat protein yang tak kalah penting yaitu mengangkut sel atau zat lain di dalam tubuh, contohnya hemoglobin yang membawa oksigen melalui darah ke seluruh tubuh. Hemoglobin atau Hb merupakan protein yang berada di dalam sel darah merah. Dalam kadar normal, hemoglobin memiliki banyak fungsi bagi tubuh. Oleh karena itu, kadar normal hemoglobin perlu selalu dijaga agar terhindar dari gangguan kesehatan. 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa protein adalah nutrisi makro yang memiliki peran penting dalam tumbuh kembang si Kecil agar lebih optimal. Jika kekurangan protein, maka akan meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, termasuk malnutrisi dan stunting. Maka dari itu, Mums perlu memenuhi kebutuhan protein si Kecil sejak dini dengan memberikannya sumber makanan yang tinggi protein, di antaranya susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, serta kacang-kacangan dan produk olahannya. 

Protein Hewani dan protein Nabati, Manakah yang Lebih Baik?

Seperti yang telah disebutkan, protein adalah nutrisi makro yang terdiri atas 2 sumber berbeda, yaitu protein hewani dan protein nabati. Sumber protein hewani meliputi makanan tinggi protein yang berasal dari hewan. Sementara, sumber protein nabati meliputi makanan tinggi protein yang berasal dari tumbuhan. 

Berbicara mengenai protein adalah nutrisi makro yang penting, maka antara protein hewani dan protein nabati perlu dikonsumsi secara seimbang. Namun, protein hewani merupakan jenis protein yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan protein nabati, terutama di masa tumbuh kembang si Kecil. Sebab, protein nabati memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Sementara, protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih memiliki asam amino esensial secara lengkap yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. 

Salah satu protein hewani yang bisa Mums pilih yaitu susu Friso Gold 3 mengandung nutrisi alami, tanpa perisa, bebas sukrosa, dan tetap memiliki rasa yang enak. Susu Friso Gold 3 termasuk susu bernutrisi tinggi yang diperkaya dengan kandungan prebiotik, probiotik, nukleotida, vitamin, dan mineral, serta didukung oleh teknologi Locknutri yang menjaga kualitas nutrisi alami susu sehingga mudah diserap tubuh si Kecil agar membantunya kuat dari dalam. 

Meskipun protein adalah nutrisi makro yang penting dan harus dipenuhi dalam jumlah lebih besar dibandingkan nutrisi mikro. Akan tetapi, konsumsi protein yang berlebihan pun tidak baik bagi kesehatan si Kecil karena bisa menimbulkan efek samping. Itulah sebabnya, Mums perlu mencukupi kebutuhan protein si Kecil sesuai batas normal. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI, bagi anak-anak usia 1-3 tahun, kebutuhan protein adalah sekitar 20 gram dalam sehari. 

Nah, itulah penjelasan mengenai protein adalah nutrisi makro yang perlu dikonsumsi si Kecil. Maka, Mums perlu mengolah berbagai jenis makanan kaya protein untuk dijadikan makanan favorit si Kecil. Mums juga perlu memastikan gizi harian si Kecil seimbang dengan memberikan ia jenis nutrisi lain, seperti karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Pastikan juga cara pengolahannya dengan tepat ya, Mums. Hindari memasak atau memanaskan makanan lebih dari satu kali agar nutrisi alaminya tidak rusak, sehingga pencernaan si Kecil bisa mencernanya dengan lebih mudah.

 

Ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang