Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif

Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.

Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai.

Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi.

Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui.

Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.

Saatnya Memperkenalkan MPASI Pada Si Kecil

Saatnya Memperkenalkan MPASI Pada Si Kecil

Air Susu Ibu (ASI) memang makanan terbaik untuk si Kecil hingga 6 bulan pertamanya. Namun, seiring dengan tumbuh kembangnya yang semakin pesat, ia membutuhkan makanan pendamping ASI atau MPASI. Tidak hanya itu, memberikan MPASI juga merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan cara makan yang baik untuk Si Kecil.

Untuk itu, simak empat tips memperkenalkan MPASI yang baik untuk si Kecil:

Berikan Secara Bertahap

Mulutnya yang mungil belum bisa mengunyah dan menelan jenis makanan orang dewasa. Untuk itu, ada baiknya Mum memberikan makanan secara bertahap sesuai usianya, mulai dari yang lunak hingga yang keras. Pertama-tama, Mum bisa perkenalkan si Kecil pada satu jenis makanan saja. Hal tersebut juga bertujuan untuk menghindari risiko alergi pada si Kecil terhadap makanan tertentu. Setelah si Kecil dirasa sudah mengenal baik rasa dan tekstur makanan tersebut, barulah Mum dapat mempekernalkan jenis makanan lain agar lidahnya mengenal banyak rasa.

Perhatikan Jenis Makanan

Perut si Kecil belum bisa mencerna dengan baik. Jika dipaksakan menerima makanan yang keras, pencernaanya bisa terganggu, bahkan terluka. Maka dari itu, sebagai permulaan, berikanlah MPASI yang sudah dijadikan bubur atau puree. Selain itu, perhatikan juga kandungan gizi pada makanan tersebut. Selain diberikan karbohidrat seperti gandum dan nasi, Mum berikan juga buah dan sayuran yang kaya vitamin dan mineral. Bayam, tomat, pisang dan pepaya bisa menjadi menu andalan untuk si Kecil.

Berikan Rasa Nyaman

Memberi makan seorang bayi merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua. Untuk membuatnya betah, cobalah memberinya makan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik dan hawa yang sejuk. Gunakan trik seperti makan sambil bermain, mengenggam mainan favoritnya atau menggunakan peralatan makan kesukaannya.

Makan Bersama di Meja Makan

Jika biasanya waktu makan si Kecil terpisah dibanding dengan anggota keluarga, kali ini cobalah untuk makan bersama. Mum bisa memangkunya atau dudukkan si Kecil pada kursi khusus jika ia sudah bisa duduk. Dari situ, si Kecil dapat melihat dan mempelajari cara makan yang baik dan benar. Si Kecil pun juga lebih mengenal Mum, Dad dan anggota keluarga lainnya lebih dekat.

Semoga tips di atas berguna. Setelah melalui usia 6 bulan, upayakan agar si Kecil tetap mendapatkan ASI hingga ia berusia 2 tahun agar tumbuh kembang dan kesehatannya terjaga, Mum.