Lompat ke isi utama
bayi sariawan

Sariawan pada Bayi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sariawan pada bayi perlu ditangani dengan tepat agar tidak mengganggu asupan nutrisinya. Yuk, ketahui penyebab dan cara mengatasinya di sini

Siapa pun bisa mengalami sariawan, tak terkecuali bayi. Ini karena dalam tubuh setiap orang terdapat jamur Candida albicans yang sebenarnya jenis jamur yang normal terdapat dalam sistem pencernaan. Namun jamur ini dapat tumbuh dan menyebar ke bagian lain dalam tubuh dengan jumlah yang banyak sehingga dapat menyebabkan infeksi jamur atau sariawan. 

Meskipun sariawan pada bayi termasuk kondisi yang jarang terjadi, Mums tetap perlu hati-hati jika bayi tiba-tiba menolak menyusu karena bisa jadi ia sedang tidak nyaman dan justru menderita karena sariawan. Apabila sariawan pada bayi dibiarkan secara terus menerus, maka akan mengganggu asupan nutrisinya. Oleh karena itu, penting bagi Mums untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi sariawan pada bayi. 

Penyebab Sariawan pada Bayi

Sariawan adalah kondisi peradangan yang ditandai dengan munculnya luka berwarna putih atau kuning, dengan bagian tepi yang berwarna merah. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian dalam mulut atau bibir. Lantas, apa yang memicu munculnya sariawan pada bayi?

Penyebab sariawan pada bayi belum dapat diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan, di antaranya:

  • Luka pada mulut akibat tidak sengaja menggigit lidah atau bagian dalam bibir saat bayi menyusu
  • Alergi makanan
  • Sensitif terhadap buah yang rasanya asam, seperti jeruk dan stroberi
  • Kekurangan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin B9 (asam folat), vitamin B12, dan zat besi
  • Mengalami infeksi virus, bakteri, atau jamur,
  • Mengalami penyakit tertentu, seperti penyakit celiac atau radang usus

Selain itu, sariawan pada bayi juga bisa diturunkan dalam keluarga dan bisa pula terjadi saat bayi mengalami stres. Sariawan dapat tumbuh di tempat yang hangat, lembap, dan terdapat sisa karbohidrat, seperti kondisi mulut bayi selama periode menyusu. Dari mulut bayi, jamur yang menyebabkan sariawan dapat menyebar ke puting susu Mums. Jadi, sariawan pada bayi dapat berpindah ke puting Mums, begitu pula sebaliknya. 

Bayi dapat dengan mudah mengalami sariawan karena sistem imun tubuhnya masih belum berkembang secara sempurna sehingga kurang mampu melawan infeksi. Selain yang disebutkan di atas, sariawan pada bayi juga dapat terjadi jika bayi baru saja diobati dengan antibiotik. Antibiotik dapat mengurangi jumlah bakteri baik yang ada dalam mulut bayi atau tubuh, sehingga hal tersebut memungkinkan jumlah jamur pada mulut semakin meningkat dan bayi pun jadi rentan mengalami infeksi yang menyebabkan sariawan. 

Mungkin Mums bertanya-tanya, apakah bayi yang mengalami sariawan bisa tetap disusui? Jawabannya tentu bisa ya, Mums. Sariawan pada bayi bukan jadi hambatan Mums untuk tetap memberikan ASI padanya. Buah hati Mums tetap harus menyusui walaupun mungkin dapat membuatnya merasa kesakitan dan durasi menyusuinya cukup singkat. Maka dari itu, Mums membutuhkan kesabaran yang lebih saat menyusui bayi yang mengalami sariawan. 

Selain itu, sebaiknya Mums juga tetap menyusui bayi dengan ASI secara langsung dari payudara. Hindari memberikan ASI yang sudah disimpan walaupun disimpan di dalam lemari pendingin karena bisa saja terdapat jamur atau bakteri dalam ASI tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari infeksi pada bayi. Lantas, bagaimana cara mengatasi sariawan pada bayi agar ia tetap dapat menyusui dengan benar? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk! 

Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi

Biasanya sariawan pada bayi dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu. Namun, bukan berarti Mums membiarkan kondisi ini begitu saja, ya. Layaknya kita saat mengalami sariawan, pasti rasanya sakit dan tidak nyaman untuk mengonsumsi makanan dan minuman apapun, bahkan rasa sakitnya sangat mengganggu suasana hati. 

Mums pasti tidak ingin melihat buah hati kesakitan seperti itu, bukan? Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat sebagai pertolongan pertama sariawan pada bayi. 

Ada beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk mengatasi sariawan pada bayi, di antaranya : 

  • Kompres menggunakan es batu untuk membuat area di sekitar munculnya sariawan terasa baal atau tidak nyeri 
  • Pastikan bayi memenuhi asupan cairan harian yang cukup agar terhindar dari dehidrasi
  • Apabila bayi sudah mengonsumsi MPASI, maka berikan makanan bertekstur lembut dan bersuhu dingin
  • Tetap berikan bayi ASI secara rutin untuk mencukupi asupan nutrisinya

Mengatasi sariawan pada bayi memang tak semudah yang dibayangkan, apalagi jika buah hati Mums sangat rewel dan tidak mau mengonsumsi apapun. Bila kondisi tersebut terjadi, sebaiknya Mums segera membawa si Kecil ke dokter agar mendapat pemeriksaan dan penanganan yang lebih tepat. Nantinya dokter akan memberikan obat pereda sariawan khusus bayi yang sesuai dengan kondisi kesehatan buah hati Mums. 

Selama buah hati Mums mengalami sariawan, sebaiknya hindari memberikan ia makanan yang terlalu panas atau asam karena dapat membuat mulutnya semakin perih. Selain itu, jagalah kebersihan mulut bayi dengan rutin membersihkan giginya menggunakan sikat gigi khusus bayi sebanyak 2 kali sehari. 

Mums juga perlu waspada jika sariawan pada bayi berlangsung lebih dari 2 minggu dan disertai dengan demam tinggi, ruam kulit, penurunan berat badan, dan/atau pembengkakan kelenjar getah bening. Sebab, kondisi tersebut sudah lebih serius dan harus ditangani oleh dokter anak. 

Cara Mencegah Sariawan pada Bayi

Seperti yang Mums ketahui, mencegah tentu lebih baik dibandingkan mengobati, kan? Untuk itu, Mums sebaiknya mengetahui pencegahan sariawan pada bayi sejak awal agar buah hati Mums terhindar dari kondisi ini. 

Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi jamur penyebab sariawan pada bayi, antara lain: 

  • Jaga kebersihan mulut bayi dengan rutin membersihkannya menggunakan sikat gigi khusus bayi. 
  • Cuci bersih mainan, pompa payudara, botol dot, dan peralatan yang sekiranya sering digunakan oleh Mums dan bayi dengan menggunakan air panas dan sabun. Hal ini penting dilakukan agar semua peralatan lebih terjamin kebersihannya. 
  • Rutin mencuci tangan Mums saat berinteraksi langsung dengan bayi.
  • Pastikan bayi menggunakan handuk khusus yang bersih dan lembut. Hindari menggunakan handuk yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
  • Cuci pakaian bayi dengan air hangat atau air panas untuk membunuh jamur. Selain itu, keringkan pakaian di bawah sinar matahari langsung.
  • Jika payudara Mums mulai lecet, sebaiknya segera diobati sehingga tidak mengalami infeksi.
  • Jaga payudara Mums agar tetap kering sebelum maupun setelah menyusui si Kecil. 

Seperti yang telah disebutkan, Mums tetap perlu mencukupi asupan nutrisi bayi dengan memberikannya ASI secara rutin. Itu artinya, Mums harus menjaga kualitas dan kuantitas ASI secara tepat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Sebab, makanan yang Mums konsumsi sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan tumbuh kembang bayi. 

Salah satu asupan nutrisi yang sebaiknya dikonsumsi oleh ibu menyusui adalah susu Frisomum Gold Dualcare+ karena mengandung nutrisi alami yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh Mums, sehingga manfaatnya dapat terasa lebih maksimal. 

Susu Frisomum Gold Dualcare+ mengandung zat besi, kalsium, ALA/LA, prebiotik, probiotik, nukleotida, serta beragam vitamin dan mineral yang penting untuk mendukung kesehatan Mums dan tumbuh kembang janin. 

 

Disadur dari berbagai sumber dan ditinjau Oleh: dr. Rulli P.A Situmorang