Lompat ke isi utama
ASI Eksklusif
Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimal untuk memberi makan kepada bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan terus menyusu hingga dua tahun atau lebih. Nutrisi ibu yang baik membantu mempertahankan persediaan dan kualitas ASI yang memadai. Pengenalan pemberian susu botol secara tidak benar, sebagian atau seluruhnya, atau makanan dan minuman pelengkap lainnya dapat memberikan dampak negatif pada proses menyusui, yang mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda dan pertimbangkan implikasi sosial dan finansial sebelum memutuskan untuk menggunakan pengganti ASI atau jika Anda mengalami kesulitan dalam menyusui. Ikuti petunjuk penggunaan, persiapan dan penyimpanan pengganti ASI atau makanan dan minuman komplementer lainnya dengan hati-hati karena penggunaan yang tidak tepat atau tidak diperlukan dapat menimbulkan bahaya terhadap kesehatan.
Sedikit Memahami Stunting pada Anak, Cek Faktanya!

Sedikit Memahami Stunting pada Anak, Cek Faktanya!

Tumbuh kembang yang berjalan optimal dan si Kecil selalu ceria, tentu jadi dambaan tiap Mums yang ada di seluruh dunia. Tentu, secara ideal, setiap kebutuhan si Kecil akan selalu diupayakan pemenuhannya. Namun demikian, faktanya stunting pada anak masih merupakan kasus yang cukup banyak terjadi di Indonesia. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, dan hal ini perlu disikapi dengan sangat serius.

Stunting pada anak merupakan kondisi dimana fase tumbuh kembang pada usia awal kehidupan berjalan kurang optimal. Hasilnya adalah postur tubuh si Kecil yang tidak setara dengan anak-anak seusianya, kecerdasan yang menurun, hingga prestasi akademik dan kemampuan sosialnya yang kurang baik. Akar permasalahan dari kondisi ini adalah kurangnya asupan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan si Kecil, terhitung sejak si Kecil masih dalam kandungan hingga usianya 2 tahun.

Stunting Disebabkan Beberapa Hal

Sedikit Memahami Stunting pada Anak, Cek Faktanya!

Seperti yang pada bagian awal tadi disebutkan, bahwa stunting pada anak terjadi karena beberapa hal. Memang penyebab utamanya adalah kurangnya asupan nutrisi ketika masa kehamilan hingga si Kecil berusia kurang lebih dua tahun. Namun demikian, ada beberapa penyebab lain yang juga membuat kondisi ini terjadi.

Pemilihan MPASI jadi penyebab lain yang juga menyebabkan stunting terjadi. Idealnya, MPASI yang diberikan harus dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil yang sudah tak lagi dapat dipenuhi oleh ASI. Pemilihan MPASI yang tepat harus dipastikan, dan dikonsultasikan dengan dokter kepercayaan agar dapat menentukan jenis makanan apa yang paling tepat diberikan pada si Kecil.

Penyebab lain yang juga memiliki andil dalam terjadinya kondisi ini adalah kebersihan lingkungan yang buruk. Kondisi lingkungan dapat memicu terjadinya stunting pada anak karena akan berpengaruh pada risiko penularan penyakit. Semakin sering si Kecil terkena gangguan kesehatan pada usia awal kehidupan, maka nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya tidak akan dapat difungsikan secara optimal untuk proses tumbuh kembang, dan hanya difokuskan pada pemulihan kondisi kesehatan saja.

Terakhir adalah kondisi Mums ketika hamil. Seperti yang Mums pahami, bahwa kondisi Mums ketika hamil dapat membawa banyak pengaruh untuk kondisi si Kecil. Salah satunya adalah usia Mums dan jarak kehamilan. Ketika usia Mums saat hamil terlalu mudah, hal ini dapat memicu terjadinya stunting, sama seperti ketika jarak kehamilan yang terjadi terlalu dekat.

Kenali Tanda si Kecil Mengalami Stunting

Sedikit Memahami Stunting pada Anak, Cek Faktanya!

Stunting, sama seperti kondisi gangguan kesehatan dan pertumbuhan lainnya, selalu menunjukkan tanda atau gejala. Beberapa bisa Mums lihat pada daftar singkat ini.

  • Tinggi badan tidak ideal atau setara dengan teman sebayanya (cenderung pendek).
  • Berat badan yang tidak ideal, si Kecil terlihat kurus.
  • Penurunan tingkat kecerdasan.
  • Gangguan dalam kemampuan berbicara.
  • Kesulitan menyerap rangsangan yang diberikan.
  • Mudah sakit dan memiliki daya tahan tubuh
  • Masa pemulihan setelah sakit yang relatif lama.

Tanda-tanda di atas tentu akan sangat nampak pada kondisi si Kecil. Maka ketika Mums melihat tanda tersebut, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter kepercayaan Mums untuk mencari jalan keluar atas kondisi yang dialami si Kecil. Satu hal yang perlu diingat, adalah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui secara pasti kondisi si Kecil. Sebisa mungkin jangan membuat diagnosa secara pribadi, sebab penanganan yang tepat bisa benar-benar membantu mengembalikan kondisi si Kecil pada jalur tumbuh kembang yang optimal.

Lalu Bagaimana Cara Mencegah Stunting pada Anak?

Sedikit Memahami Stunting pada Anak, Cek Faktanya!

Karena penyebab stunting pada anak sudah diketahui, maka Mums dapat melakukan langkah pencegahan yang tepat untuk hal ini. Pertama tentu adalah memastikan bahwa kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan serta pada usia awal si Kecil selalu terpenuhi. Makan makanan bernutrisi serta konsumsi susu formula bila diperlukan.

Selanjutnya, lakukan inisiasi dini dan berikan ASI eksklusif untuk si Kecil sampai batas usia yang sudah ditentukan. Lengkapi pula asupan nutrisi yang didapatkan dari ASI dengan MPASI ketika si Kecil sudah berusia 6 bulan atau lebih. Selain dapat memberikan nutrisi yang diperlukan, MPASI juga dapat melatih kekuatan organ pencernaan si Kecil dan membantu menyempurnakannya.

Terakhir, adalah penerapan pola hidup sehat, baik untuk makanan yang kaya akan nutrisi dan kegiatan sehari-hari. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan higienitasnya, agar kuman dan bakteri jahat tidak mudah menginfeksi tubuh si Kecil dan membuatnya sakit.

Baca Juga : Mengenali 4 Karakteristik Anak Usia DIni

Mencegah terjadinya stunting pada anak adalah langkah yang wajib dilakukan oleh Mums. Pasalnya mengembalikan kondisi si Kecil pada jalur tumbuh kembang yang ideal akan membutuhkan effort yang lebih besar. Untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian Mums selama masa kehamilan dan menyusui, Mums dapat mengkonsumsi Frisomum Gold Dualcare+. Kandungan Zat Besi, Asam Folat, serta Yodium yang ada didalamnya dapat menjadi pelengkap pemenuhan kebutuhan nutrisi harian, sehingga risiko terjadinya stunting dapat ditekan.